Tabooo.id: Teknologi – Pernah tidak kamu menyadari satu hal dulu anak muda bermimpi jadi musisi, YouTuber, atau gamer. Sekarang daftar itu bertambah satu lagi developer aplikasi.
Banyak orang mulai melihat coding bukan sekadar kemampuan teknis. Banyak yang menganggapnya sebagai jalan baru untuk berkarya sekaligus membangun karier global.
Tren itu semakin terlihat setelah Apple membuka Apple Developer Academy terbaru di Jakarta. Akademi ini menjadi fasilitas pendidikan kelima Apple di Indonesia.
Kelas perdana langsung menampung sekitar 100 peserta. Tahun depan, program ini menargetkan lebih dari 200 peserta setiap tahun. Angka ini menunjukkan satu hal: minat terhadap dunia teknologi terus tumbuh.
Banyak anak muda kini tidak hanya ingin memakai teknologi. Mereka juga ingin menciptakannya.
Dari Tangerang Sampai Bali, Ekosistem Developer Terus Tumbuh
Program Apple Developer Academy pertama hadir di Tangerang pada 2018. Setelah itu, Apple membuka akademi baru di Surabaya pada 2019, Batam pada 2020, dan Bali pada 2025.
Kini akademi terbaru berdiri di Autograph Tower Jakarta. Program ini bekerja sama dengan Universitas Ciputra.
Peserta mengikuti program selama 10 bulan. Selama periode tersebut, mereka belajar coding, desain aplikasi, kecerdasan buatan, hingga manajemen proyek.
Metode pembelajaran di akademi ini berbeda dari kelas biasa. Peserta tidak hanya duduk mendengarkan teori. Mereka langsung mengerjakan proyek nyata melalui pendekatan challenge based learning.
Pendekatan ini mendorong peserta untuk memecahkan masalah nyata menggunakan teknologi. Hasilnya cukup menarik.
Hingga akhir 2025, hampir 3.000 developer telah lulus dari program ini. Sekitar 95 persen lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai sektor, mulai dari pendidikan hingga fintech.
Kenapa Coding Jadi Tren Baru?
Ada beberapa alasan yang menjelaskan fenomena ini.
Pertama, dunia teknologi memberi peluang karier yang luas. Seorang developer bisa bekerja di perusahaan global tanpa harus pindah negara.
Kedua, teknologi memberi ruang besar untuk berkreasi. Anak muda dapat menciptakan solusi digital untuk masalah sehari-hari.
Ketiga, profesi di bidang teknologi kini memiliki daya tarik sosial yang kuat. Banyak orang mulai melihat developer sebagai pencipta masa depan digital.
Selain itu, dunia startup juga ikut mendorong tren ini. Banyak kisah sukses perusahaan teknologi lahir dari ide sederhana yang kemudian berkembang menjadi bisnis besar.
Cerita seperti ini membuat banyak anak muda berpikir, “Kenapa tidak mencoba?”
Coding Bukan Hanya Soal Menulis Kode
Menariknya, dunia teknologi modern tidak hanya membutuhkan kemampuan coding.
Program seperti Apple Developer Academy justru menekankan cara berpikir kreatif dan kolaboratif.
Peserta belajar memahami masalah di sekitar mereka. Setelah itu, mereka mencoba merancang solusi digital yang relevan.
Misalnya:
- aplikasi untuk membantu UMKM
- platform edukasi digital
- sistem transportasi yang lebih efisien
- solusi teknologi untuk isu lingkungan
Pendekatan ini membuat teknologi terasa lebih manusiawi. Developer tidak hanya membuat aplikasi. Mereka juga menciptakan solusi untuk kehidupan sehari-hari.
Karena itu, peserta akademi datang dari berbagai latar belakang. Ada mahasiswa, fresh graduate, hingga profesional yang ingin beralih karier. Usia peserta bahkan berkisar antara 18 hingga 40 tahun.
Jadi, Apa Dampaknya Buat Kamu?
Fenomena ini menunjukkan satu perubahan besar dalam dunia kerja.
Karier masa depan tidak lagi hanya bergantung pada satu profesi klasik. Dunia digital membuka banyak jalur baru bagi generasi muda.
Program seperti Apple Developer Academy menunjukkan bahwa keterampilan teknologi semakin penting.
Namun pesan yang lebih besar sebenarnya sederhana. Kamu tidak harus menjadi programmer untuk ikut dalam perubahan ini.
Yang jauh lebih penting adalah kemauan untuk belajar hal baru dan beradaptasi dengan teknologi.
Karena di dunia yang berubah cepat seperti sekarang, satu pertanyaan menjadi semakin relevan Bukan lagi “Apa pekerjaanmu?” tetapi “Apa yang bisa kamu ciptakan dengan teknologi?” . @teguh




