Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Terkoreksi Tajam, Kapitalisasi Pasar Susut Hampir Rp1.000 Triliun

by dimas
Maret 15, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Pasar saham Indonesia melemah tajam sepanjang pekan kedua Maret 2026. Data dari PT Bursa Efek Indonesia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan selama periode perdagangan 9-13 Maret 2026.

Pada penutupan pekan, IHSG berada di level 7.137,212. Angka ini turun 5,91 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 7.585,687. Penurunan tersebut menandai melemahnya sentimen pasar sekaligus meningkatnya kehati-hatian investor dalam menghadapi dinamika ekonomi yang masih bergejolak.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa penurunan indeks langsung menekan nilai kapitalisasi pasar di bursa.

“Kami mencatat kapitalisasi pasar turun 6,96 persen atau sekitar Rp949 triliun, dari Rp13.627 triliun menjadi Rp12.678 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).

Penurunan hampir Rp1.000 triliun dalam satu pekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham terhadap perubahan sentimen ekonomi dan arus modal.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Aktivitas Perdagangan Ikut Menurun

Tekanan pada indeks juga memengaruhi aktivitas perdagangan di lantai bursa. Investor terlihat mengurangi transaksi sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian turun 31,54 persen. Pekan lalu pasar mencatat sekitar 2,73 juta transaksi per hari, tetapi pada pekan ini angka tersebut turun menjadi sekitar 1,87 juta transaksi.

Nilai transaksi harian juga menurun tajam. Rata-rata nilai transaksi hanya mencapai Rp17,20 triliun, jauh di bawah pekan sebelumnya yang mencapai Rp24,97 triliun.

Penurunan juga terjadi pada volume perdagangan saham. Sepanjang pekan ini, investor memperdagangkan rata-rata 31,55 miliar lembar saham per hari, turun 25,49 persen dibandingkan volume pekan sebelumnya yang mencapai 42,34 miliar lembar saham.

Perubahan ini menunjukkan pasar sedang memasuki fase wait and see. Banyak investor memilih menahan posisi dibandingkan melakukan transaksi besar.

Investor Asing Mulai Mengurangi Eksposur

Tekanan terhadap IHSG juga muncul dari pergerakan investor global. Selama pekan perdagangan ini, investor asing mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp117,17 miliar.

Jika dihitung sejak awal 2026, investor asing sudah melepas saham di pasar Indonesia dengan total Rp8,85 triliun.

Arus dana keluar seperti ini sering memberi sinyal penting bagi pelaku pasar. Ketika investor global mengurangi eksposur di pasar berkembang, indeks saham domestik biasanya ikut mengalami tekanan.

Tekanan Menguat di Akhir Pekan

Tekanan pasar terlihat paling kuat pada perdagangan Jumat (13/3/2026). Pada hari itu IHSG turun 224,904 poin atau 3,05 persen dan berakhir di level 7.137,212.

Indeks sebenarnya membuka perdagangan di posisi 7.338,824. Namun tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi. IHSG bergerak dalam rentang 7.132,211 hingga 7.350,280, dengan 7.132,211 sebagai posisi terendah pada hari tersebut.

Dominasi tekanan jual juga terlihat dari komposisi saham di bursa. Sebanyak 629 saham turun, hanya 104 saham naik, dan 86 saham bergerak stagnan.

Pada hari yang sama, pasar mencatat volume transaksi 28,69 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp14,049 triliun. Aktivitas tersebut terjadi dalam 1.606.804 transaksi.

Dampaknya bagi Investor

Koreksi tajam IHSG tidak hanya memengaruhi investor institusi. Investor ritel juga merasakan dampaknya secara langsung.

Ketika indeks turun, nilai portofolio banyak investor ikut tertekan. Investor pemula biasanya menghadapi dilema menahan saham dengan risiko kerugian sementara atau menjualnya untuk membatasi kerugian.

Di sisi lain, sebagian investor berpengalaman justru melihat situasi seperti ini sebagai peluang membeli saham dengan harga lebih rendah.

Namun pasar saham selalu mengingatkan satu hal sederhana ketika ketidakpastian meningkat, kesabaran sering menjadi strategi investasi paling mahal dan paling sulit dijalankan. @dimas

Tags: AsingBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaIHSGInvestorNasionalPasarritelSaham

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

Rupiah Melemah, Harga Naik: Masih Yakin Ekonomi Baik-Baik Saja?

by dimas
Mei 13, 2026

Rupiah menyentuh rekor pelemahan baru saat harga kebutuhan pokok terus naik. Di tengah klaim ekonomi tumbuh, publik mulai mempertanyakan realita...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id