Senin, Oktober 19, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

IHSG Terkoreksi Tajam, Kapitalisasi Pasar Susut Hampir Rp1.000 Triliun

by dimas
Maret 15, 2026
in Bisnis, Reality
A A
Home Reality Bisnis
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Bisnis – Pasar saham Indonesia melemah tajam sepanjang pekan kedua Maret 2026. Data dari PT Bursa Efek Indonesia menunjukkan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi signifikan selama periode perdagangan 9-13 Maret 2026.

Pada penutupan pekan, IHSG berada di level 7.137,212. Angka ini turun 5,91 persen dibandingkan posisi pekan sebelumnya di level 7.585,687. Penurunan tersebut menandai melemahnya sentimen pasar sekaligus meningkatnya kehati-hatian investor dalam menghadapi dinamika ekonomi yang masih bergejolak.

Sekretaris Perusahaan BEI, Kautsar Primadi Nurahmad, menjelaskan bahwa penurunan indeks langsung menekan nilai kapitalisasi pasar di bursa.

“Kami mencatat kapitalisasi pasar turun 6,96 persen atau sekitar Rp949 triliun, dari Rp13.627 triliun menjadi Rp12.678 triliun,” ujar Kautsar dalam keterangan resmi, Minggu (15/3/2026).

Penurunan hampir Rp1.000 triliun dalam satu pekan menunjukkan betapa sensitifnya pasar saham terhadap perubahan sentimen ekonomi dan arus modal.

Ini Belum Selesai

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Prabowo dan Guterres Bertemu di Hambalang, Apa Agenda Indonesia di Panggung Dunia?

Aktivitas Perdagangan Ikut Menurun

Tekanan pada indeks juga memengaruhi aktivitas perdagangan di lantai bursa. Investor terlihat mengurangi transaksi sambil menunggu arah pasar yang lebih jelas.

BEI mencatat rata-rata frekuensi transaksi harian turun 31,54 persen. Pekan lalu pasar mencatat sekitar 2,73 juta transaksi per hari, tetapi pada pekan ini angka tersebut turun menjadi sekitar 1,87 juta transaksi.

Nilai transaksi harian juga menurun tajam. Rata-rata nilai transaksi hanya mencapai Rp17,20 triliun, jauh di bawah pekan sebelumnya yang mencapai Rp24,97 triliun.

Penurunan juga terjadi pada volume perdagangan saham. Sepanjang pekan ini, investor memperdagangkan rata-rata 31,55 miliar lembar saham per hari, turun 25,49 persen dibandingkan volume pekan sebelumnya yang mencapai 42,34 miliar lembar saham.

Perubahan ini menunjukkan pasar sedang memasuki fase wait and see. Banyak investor memilih menahan posisi dibandingkan melakukan transaksi besar.

Investor Asing Mulai Mengurangi Eksposur

Tekanan terhadap IHSG juga muncul dari pergerakan investor global. Selama pekan perdagangan ini, investor asing mencatat jual bersih (net sell) sebesar Rp117,17 miliar.

Jika dihitung sejak awal 2026, investor asing sudah melepas saham di pasar Indonesia dengan total Rp8,85 triliun.

Arus dana keluar seperti ini sering memberi sinyal penting bagi pelaku pasar. Ketika investor global mengurangi eksposur di pasar berkembang, indeks saham domestik biasanya ikut mengalami tekanan.

Tekanan Menguat di Akhir Pekan

Tekanan pasar terlihat paling kuat pada perdagangan Jumat (13/3/2026). Pada hari itu IHSG turun 224,904 poin atau 3,05 persen dan berakhir di level 7.137,212.

Indeks sebenarnya membuka perdagangan di posisi 7.338,824. Namun tekanan jual terus meningkat sepanjang sesi. IHSG bergerak dalam rentang 7.132,211 hingga 7.350,280, dengan 7.132,211 sebagai posisi terendah pada hari tersebut.

Dominasi tekanan jual juga terlihat dari komposisi saham di bursa. Sebanyak 629 saham turun, hanya 104 saham naik, dan 86 saham bergerak stagnan.

Pada hari yang sama, pasar mencatat volume transaksi 28,69 miliar saham dengan nilai perdagangan Rp14,049 triliun. Aktivitas tersebut terjadi dalam 1.606.804 transaksi.

Dampaknya bagi Investor

Koreksi tajam IHSG tidak hanya memengaruhi investor institusi. Investor ritel juga merasakan dampaknya secara langsung.

Ketika indeks turun, nilai portofolio banyak investor ikut tertekan. Investor pemula biasanya menghadapi dilema menahan saham dengan risiko kerugian sementara atau menjualnya untuk membatasi kerugian.

Di sisi lain, sebagian investor berpengalaman justru melihat situasi seperti ini sebagai peluang membeli saham dengan harga lebih rendah.

Namun pasar saham selalu mengingatkan satu hal sederhana ketika ketidakpastian meningkat, kesabaran sering menjadi strategi investasi paling mahal dan paling sulit dijalankan. @dimas

Tags: AsingBursa Efek IndonesiaEkonomi IndonesiaIHSGInvestorNasionalPasarritelSaham

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

Prabowo Klaim Banyak Capaian, Survei Publik Justru Menunjukkan Tren Menurun

by teguh
September 21, 2026

Presiden Prabowo klaim memasuki hampir dua tahun pemerintahannya dengan nada percaya diri. Di Ponorogo, Jawa Timur, Sabtu, 19/09/2026, ia menyebut...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

Kericuhan Pejompongan Makan Korban, Seorang Pedagang Cermin Tewas

by Tabooo
Agustus 28, 2026

Kericuhan di Pejompongan, Jakarta Pusat, menelan korban jiwa. Bambang Setiawan (59), pedagang cermin asal Bendungan Hilir, meninggal setelah dianiaya saat...

Next Post
Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Cek Fakta: Viral Aturan Takbiran Hanya Sampai Jam 21.00 Tanpa Sound System

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id