Tabooo.id: Regional – Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menyapa tukang becak di Kota Solo dengan cara yang akrab dan sederhana. Pada Sabtu (7/3/2026) pagi , ratusan penarik becak berkumpul di halaman parkir Galabo, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka datang untuk menerima 500 paket sembako dan tunjangan hari raya (THR) yang dibagikan langsung oleh Jokowi.
Suasana di lokasi terasa ramai sejak pagi. Para tukang becak datang membawa kupon yang sebelumnya mereka terima dari koordinator pangkalan masing-masing. Mereka mengantre dengan tertib sambil menunggu giliran mengambil paket bantuan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan, bantuan sederhana seperti ini menjadi angin segar bagi para pekerja sektor informal yang penghasilannya tidak selalu stabil.
Jokowi Menyerahkan Sembako Langsung kepada Tukang Becak
Jokowi tiba di lokasi dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan topi putih. Ia langsung menyapa para tukang becak yang sudah menunggu di area parkir Galabo.
Beberapa tukang becak maju ke depan untuk menerima THR secara langsung dari Jokowi. Mereka menyalami mantan presiden itu sambil mengucapkan terima kasih.
Setelah penyerahan THR, panitia mulai membagikan paket sembako kepada para penerima. Para tukang becak mengambil paket mereka secara bergiliran sesuai nomor kupon.
Panitia mengatur antrean agar pembagian bantuan berlangsung tertib. Meski demikian, suasana tetap terasa santai karena banyak penerima bantuan sudah saling mengenal.
Koordinator Becak Solo Mengatur Distribusi Kupon
Koordinator Becak Solo, Sari Wahyuni Puji Astuti, menjelaskan bahwa komunitas tukang becak di Kota Solo tersebar di 25 pangkalan. Setiap pangkalan memiliki koordinator yang mendata anggota dan membagikan kupon bantuan.
Menurut Sari, para koordinator pangkalan lebih dulu mendistribusikan kupon kepada para penarik becak yang masih aktif bekerja.
“Sebanyak 500 kupon sudah dibagikan melalui koordinator pangkalan. Mereka yang mendata anggota dan menyerahkan kupon kepada para tukang becak,” jelasnya.
Sistem ini membantu panitia menyalurkan bantuan secara lebih teratur. Dengan cara tersebut, para tukang becak yang benar-benar bekerja di lapangan bisa menerima bantuan secara merata.
Paket Sembako Berisi Kebutuhan Pokok Ramadan
Setiap penerima memperoleh paket sembako yang berisi beberapa kebutuhan pokok. Paket tersebut terdiri dari 3 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan lima bungkus mi instan.
Selain sembako, para tukang becak juga menerima uang THR.
Bagi sebagian penerima, bantuan ini datang pada saat yang tepat. Ramadhan sering membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara penghasilan tukang becak tidak selalu bertambah.
Sebagian besar tukang becak yang hadir biasanya mangkal di beberapa titik keramaian Kota Solo. Mereka mencari penumpang di kawasan BTS, Solo Grand Mall Sriwedari, Pasar Kleco, Jongke, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Purwosari.
Sari mengatakan Jokowi selama ini memiliki kedekatan dengan komunitas tukang becak di Solo.
“Pak Jokowi tidak pernah meninggalkan becak. Hari ini beliau kembali membantu para tukang becak di Solo,” ujarnya.
Warga Tanpa Kupon Tetap Mendapat Bantuan
Menariknya, beberapa warga datang ke lokasi tanpa membawa kupon. Mereka mendengar kabar pembagian sembako dari teman atau kerabat.
Panitia tetap memberikan bantuan kepada beberapa orang yang datang tanpa kupon setelah melihat kondisi mereka.
Seorang penarik becak mengaku sangat bersyukur karena menerima bantuan pada Ramadhan tahun ini.
“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu teman-teman becak di saat Ramadhan,” katanya.
Hal serupa disampaikan Sartini, pedagang mainan keliling yang ikut datang setelah mendengar kabar pembagian sembako.
“Tadi teman memberi tahu kalau Pak Jokowi membagikan sembako. Saya langsung datang ke sini dan alhamdulillah dapat meski tidak membawa kupon,” ujarnya.
Bantuan Kecil di Tengah Realitas Ekonomi
Bagi para tukang becak, paket sembako ini memang tidak besar. Namun bantuan tersebut tetap berarti di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu ramah bagi pekerja informal.
Di kota yang terus berkembang seperti Solo, tukang becak masih menjadi bagian dari wajah ekonomi jalanan. Mereka bekerja setiap hari dengan penghasilan yang sangat bergantung pada jumlah penumpang.
Ketika Ramadhan datang, kebutuhan hidup meningkat sementara pendapatan sering berjalan di tempat.
Di tengah situasi itu, pembagian sembako seperti ini memang menghadirkan kehangatan. Namun di balik kehangatan tersebut, ada satu kenyataan yang tetap terasa: roda ekonomi kecil di pinggir jalan masih berputar dengan pelan. @dimas







