Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jokowi Bagikan 500 Paket Sembako dan THR untuk Tukang Becak di Solo

by dimas
Maret 7, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Presiden ke-7 RI Joko Widodo kembali menyapa tukang becak di Kota Solo dengan cara yang akrab dan sederhana. Pada Sabtu (7/3/2026) pagi , ratusan penarik becak berkumpul di halaman parkir Galabo, Kecamatan Pasarkliwon, Kota Solo, Jawa Tengah. Mereka datang untuk menerima 500 paket sembako dan tunjangan hari raya (THR) yang dibagikan langsung oleh Jokowi.

Suasana di lokasi terasa ramai sejak pagi. Para tukang becak datang membawa kupon yang sebelumnya mereka terima dari koordinator pangkalan masing-masing. Mereka mengantre dengan tertib sambil menunggu giliran mengambil paket bantuan.

Di tengah meningkatnya kebutuhan selama Ramadhan, bantuan sederhana seperti ini menjadi angin segar bagi para pekerja sektor informal yang penghasilannya tidak selalu stabil.

Jokowi Menyerahkan Sembako Langsung kepada Tukang Becak

Jokowi tiba di lokasi dengan mengenakan kemeja putih, celana hitam, dan topi putih. Ia langsung menyapa para tukang becak yang sudah menunggu di area parkir Galabo.

Beberapa tukang becak maju ke depan untuk menerima THR secara langsung dari Jokowi. Mereka menyalami mantan presiden itu sambil mengucapkan terima kasih.

Ini Belum Selesai

DPR Sahkan RUU Polri, Pengawasan dan Netralitas Jadi Taruhan

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Setelah penyerahan THR, panitia mulai membagikan paket sembako kepada para penerima. Para tukang becak mengambil paket mereka secara bergiliran sesuai nomor kupon.

Panitia mengatur antrean agar pembagian bantuan berlangsung tertib. Meski demikian, suasana tetap terasa santai karena banyak penerima bantuan sudah saling mengenal.

Koordinator Becak Solo Mengatur Distribusi Kupon

Koordinator Becak Solo, Sari Wahyuni Puji Astuti, menjelaskan bahwa komunitas tukang becak di Kota Solo tersebar di 25 pangkalan. Setiap pangkalan memiliki koordinator yang mendata anggota dan membagikan kupon bantuan.

Menurut Sari, para koordinator pangkalan lebih dulu mendistribusikan kupon kepada para penarik becak yang masih aktif bekerja.

“Sebanyak 500 kupon sudah dibagikan melalui koordinator pangkalan. Mereka yang mendata anggota dan menyerahkan kupon kepada para tukang becak,” jelasnya.

Sistem ini membantu panitia menyalurkan bantuan secara lebih teratur. Dengan cara tersebut, para tukang becak yang benar-benar bekerja di lapangan bisa menerima bantuan secara merata.

Paket Sembako Berisi Kebutuhan Pokok Ramadan

Setiap penerima memperoleh paket sembako yang berisi beberapa kebutuhan pokok. Paket tersebut terdiri dari 3 kilogram beras, 1 kilogram gula, 1 liter minyak goreng, dan lima bungkus mi instan.

Selain sembako, para tukang becak juga menerima uang THR.

Bagi sebagian penerima, bantuan ini datang pada saat yang tepat. Ramadhan sering membuat pengeluaran rumah tangga meningkat, sementara penghasilan tukang becak tidak selalu bertambah.

Sebagian besar tukang becak yang hadir biasanya mangkal di beberapa titik keramaian Kota Solo. Mereka mencari penumpang di kawasan BTS, Solo Grand Mall Sriwedari, Pasar Kleco, Jongke, Stasiun Solo Balapan, dan Stasiun Purwosari.

Sari mengatakan Jokowi selama ini memiliki kedekatan dengan komunitas tukang becak di Solo.

“Pak Jokowi tidak pernah meninggalkan becak. Hari ini beliau kembali membantu para tukang becak di Solo,” ujarnya.

Warga Tanpa Kupon Tetap Mendapat Bantuan

Menariknya, beberapa warga datang ke lokasi tanpa membawa kupon. Mereka mendengar kabar pembagian sembako dari teman atau kerabat.

Panitia tetap memberikan bantuan kepada beberapa orang yang datang tanpa kupon setelah melihat kondisi mereka.

Seorang penarik becak mengaku sangat bersyukur karena menerima bantuan pada Ramadhan tahun ini.

“Kami sangat berterima kasih karena bantuan ini sangat membantu teman-teman becak di saat Ramadhan,” katanya.

Hal serupa disampaikan Sartini, pedagang mainan keliling yang ikut datang setelah mendengar kabar pembagian sembako.

“Tadi teman memberi tahu kalau Pak Jokowi membagikan sembako. Saya langsung datang ke sini dan alhamdulillah dapat meski tidak membawa kupon,” ujarnya.

Bantuan Kecil di Tengah Realitas Ekonomi

Bagi para tukang becak, paket sembako ini memang tidak besar. Namun bantuan tersebut tetap berarti di tengah kondisi ekonomi yang tidak selalu ramah bagi pekerja informal.

Di kota yang terus berkembang seperti Solo, tukang becak masih menjadi bagian dari wajah ekonomi jalanan. Mereka bekerja setiap hari dengan penghasilan yang sangat bergantung pada jumlah penumpang.

Ketika Ramadhan datang, kebutuhan hidup meningkat sementara pendapatan sering berjalan di tempat.

Di tengah situasi itu, pembagian sembako seperti ini memang menghadirkan kehangatan. Namun di balik kehangatan tersebut, ada satu kenyataan yang tetap terasa: roda ekonomi kecil di pinggir jalan masih berputar dengan pelan. @dimas

Tags: BantuanEkonomi IndonesiajokowirakyatRamadhanSembakoSoloSosial

Kamu Melewatkan Ini

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

Investasi Menjadi Kesejahteraan: Tantangan Terbesar di Balik Isu Reshuffle

by teguh
Juni 8, 2026

Investasi menjadi kesejahteraan adalah ujian terbesar yang sedang dihadapi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Di tengah ramainya spekulasi reshuffle kabinet, tantangan...

Rupiah Rp15 Ribu: Target Berani atau Cara Halus Menenangkan Pasar?

Katanya Rupiah Mau ke Rp15.000, Kok Malah Nyasar ke Rp18.000?

by dimas
Juni 5, 2026

Pemerintah menargetkan rupiah kembali ke Rp15.000 per dolar AS. Namun pasar justru mendorongnya tembus Rp18.000. Salah strategi atau krisis kepercayaan?...

Next Post
Pemerintah Kawal Kepulangan Jemaah Umrah RI Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Pemerintah Kawal Kepulangan Jemaah Umrah RI Saat Konflik Timur Tengah Memanas

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id