Tabooo.id: Sports – Sassuolo lagi-lagi datang dengan energi yang mendidih. Stadion terasa seperti ruang tekan semua orang menahan napas karena tahu satu hal Jay Idzes bakal jadi pusat gravitasi permainan. Setiap kali tim ini turun ke lapangan, ada momen ketika waktu seolah melambat, dan kamera otomatis mencari satu sosok sang kapten Timnas Indonesia yang kini jadi orbit baru di Serie A.
Dan malam-malam Serie A belakangan ini semakin mengukuhkan satu fakta Jay Idzes bukan cuma pemain baru di Sassuolo. Dia fondasi baru klub ini.

Data Nggak Pernah Bohong
Statistik musim ini berbicara lebih keras dari speaker stadion. Dari semua pemain Sassuolo, cuma tiga orang yang menembus minimal 900 menit bermain Sebastian Walukiewicz (955 menit), Arijanet Muric (900 menit), dan tentu saja, Jay Idzes (900 menit).
Idzes Yang juga merupakan Bek Timnas Indonesia memulai debutnya saat Sassuolo kalah dramatis 2–3 dari Cremonese (28 Agustus). Sejak itu, ia nyaris tak pernah keluar dari starting XI. Pekan ke-11 jadi salah satu highlight ketika Sassuolo mencukur Atalanta 3–0 di Bergamo dan Idzes lagi-lagi main penuh, tanpa cela.
Yang lebih gila lagi? Dia zero cards. Nggak kuning, nggak merah. Bek tengah di Serie A main 900 menit tapi bersih dari hukuman? Itu level zen master.
Suara dari Ruang Ganti
Pelatih Fabio Grosso juga nggak menahan pujian. Menurutnya, kehadiran Idzes memberikan “ketenangan struktural” di belakang. “Dia bermain dewasa, disiplin, dan selalu tepat membaca permainan,” kata Grosso dalam sesi konferensi singkat setelah laga Atalanta.
Di internal tim, rekan-rekan setim menyebut Idzes sebagai “kompas pertahanan” selalu tahu kapan harus menutup, kapan harus naik, kapan harus memutus tekanan lawan.
Dan semua itu dilakukan tanpa tampak panik. Benar-benar ice man.
Menuju Laga Pisa: Ujian Berlanjut
Selasa (25/11/2025) dini hari WIB, Sassuolo bakal berhadapan dengan Pisa di pekan ke-12. Grosso hampir pasti kembali mengandalkan duet Idzes Tarik Muharemovic untuk jadi pagar hidup. Dengan kondisi Sassuolo yang sedang mencari konsistensi, mata semua orang tertuju pada stabilitas pertahanan. Dan stabilitas itu untuk sementara bernama Jay Idzes.
Maknanya Buat Sassuolo, dan Buat Kita
Buat Sassuolo, Idzes bukan sekadar pemain dia pondasi, ritme, dan ketenangan. Dalam liga yang keras seperti Serie A, punya bek tanpa kartu adalah mimpi.
Buat publik Indonesia? Ini bukan cuma soal menit bermain di Eropa. Ini bukti bahwa pemain Indonesia bisa jadi pusat strategi klub besar, disorot media Italia, dan dipuji pelatih top… tanpa sensasi, tanpa drama, cuma dengan performa stabil.
Dan buat Jay Idzes sendiri, setiap menit di lapangan adalah kalimat pendek yang ia tulis ke dunia gue di sini bukan numpang lewat.
Sassuolo vs Pisa bakal jadi bab selanjutnya. Dan selama Idzes berdiri di garis belakang, Sassuolo selalu punya harapan. @teguh





