Tabooo.id: Sports – Jay Idzes mencuri perhatian publik setelah meraih gelar Pemain Terbaik Indonesia 2026 di ajang PSSI Awards. Ia mengalahkan nama-nama kuat seperti Rizky Ridho, Calvin Verdonk, Kevin Diks, dan Yakob Sayuri lewat voting publik sejak Januari.
Menariknya, Idzes tidak sekadar menang dari jauh. Ia langsung pulang ke Jakarta, lalu naik ke panggung, dan menerima trofi itu sendiri. Dengan begitu, momen ini terasa lebih personal publik memilihnya, dan ia hadir menjawabnya.
Grosso Buka Suara: Bukan Basa-Basi, Ini Sinyal
Sementara itu, di Italia, pelatih Fabio Grosso langsung merespons capaian anak asuhnya.
Menjelang laga US Sassuolo kontra Cagliari Calcio, Grosso menyisipkan apresiasi yang lugas. Bahkan, ia secara khusus menyempatkan diri untuk memberi ucapan selamat.
“Saya ingin mengucapkan selamat kepada Idzes atas penghargaan sebagai pemain terbaik Indonesia tahun ini.” ungkap fabio Grosso.
Selain itu, Grosso juga menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan rasa hormat besar terhadap performa Idzes. Dalam konteks sepak bola Eropa yang keras, komentar seperti ini jelas bukan sekadar formalitas. Artinya, Idzes memang masuk radar serius.

Idzes: Konsisten di Saat yang Lain Cari Sorotan
Di satu sisi, banyak pemain mengejar momen viral. Namun di sisi lain, Idzes justru memilih konsistensi.
Ia menjaga performa, membaca permainan, lalu menutup celah tanpa banyak drama. Karena itu, meski jarang jadi headline sensasional, kontribusinya terasa nyata di lapangan.
Memang, sepak bola modern sering memuja highlight. Akan tetapi, tim tetap membutuhkan pemain yang stabil setiap pekan. Di titik ini, Idzes mengisi peran yang sering dianggap “tidak glamor”, tapi krusial.
Peluang Datang Sekarang Giliran Dia Menjawab
Lebih lanjut, Grosso memberi sinyal jelas soal peluang bermain Idzes. Ia menyebut beberapa pemain absen, sementara pemain lain dalam kondisi siap.
Dengan kondisi itu, peluang terbuka lebar. Namun, di level ini, kesempatan tidak datang dua kali.
Jadi, pertanyaannya sederhana apakah Idzes siap mengambilnya?
Trofi Sudah Aman, Tekanan Baru Dimulai
Akhirnya, trofi sudah di tangan dan pengakuan sudah datang. Namun, di dunia sepak bola, cerita tidak berhenti di satu momen.
Sebaliknya, tekanan justru mulai dari sini. Setelah diakui, apakah dia siap membuktikan bahwa ini baru awal?. @teguh



