Senin, September 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jaksa Ungkap Dugaan Pengaturan Tender dalam Sidang Fadia Arafiq

by dimas
Juli 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter
Jaksa mengungkap dugaan pengaturan tender dan gratifikasi Rp2,89 miliar dalam sidang perdana Bupati Pekalongan nonaktif Fadia Arafiq di Pengadilan Tipikor Semarang.

Tabooo.id: Semarang – Sidang perdana kasus dugaan korupsi yang menjerat Bupati Pekalongan nonaktif, Fadia Arafiq, akhirnya dimulai di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Semarang, Kamis (23/7/2026). Jaksa menghadirkan dakwaan yang menggambarkan dugaan campur tangan kepala daerah dalam proyek pengadaan barang dan jasa.

Jaksa menilai Fadia tidak hanya mengetahui proses pengadaan. Ia diduga ikut mengendalikan arah proyek sejak tahap awal. Dugaan itu menjadi sorotan karena menyentuh inti tata kelola pemerintahan daerah.

Dugaan Pengaturan Tender Bermula dari Lingkaran Terdekat

Jaksa menyebut Fadia meminta Direktur PT Raja Nusantara Berjaya, Muhammad Nurul Huda, mendukung pencalonannya pada Pilkada 2020. Setelah memenangkan kontestasi, Fadia diduga memberi akses kepada perusahaan tersebut untuk memperoleh sejumlah proyek pemerintah.

Menurut dakwaan, Fadia memerintahkan Kepala BPBJ Kabupaten Pekalongan, M. Dodi Haryanto, agar membantu PT Raja Nusantara Berjaya memenangkan paket pekerjaan. Jaksa juga menilai Dodi mengarahkan sejumlah pejabat pembuat komitmen mengikuti permintaan itu.

Dugaan tersebut menunjukkan pola yang lebih luas. Proses pengadaan tidak lagi berjalan melalui persaingan terbuka. Jaksa menduga keputusan justru mengarah pada kepentingan pihak tertentu.

Ini Belum Selesai

Kasus MS Melebar: Room Karaoke Jadi Viral, Uang Jadi Persoalan

Gus Nur Gugat Negara Rp4,27 Miliar di PN Solo

Proyek Pemerintah Diduga Menjadi Alat Balas Jasa

Dalam persidangan, jaksa menjelaskan bahwa perusahaan tersebut memperoleh sejumlah proyek setelah Fadia menjabat bupati. Pola itu memperkuat dugaan adanya hubungan antara dukungan politik dan pembagian proyek pemerintah.

Jika dugaan itu terbukti di persidangan, persoalannya tidak hanya menyangkut kerugian negara. Kasus ini juga menyentuh integritas sistem pengadaan barang dan jasa yang seharusnya berlangsung transparan dan kompetitif.

Praktik semacam ini berpotensi menutup kesempatan bagi pelaku usaha lain. Akibatnya, kualitas pelayanan publik ikut terancam karena persaingan yang sehat tidak lagi menjadi dasar penentuan pemenang proyek.

Dugaan Gratifikasi Mencapai Rp2,89 Miliar

Selain perkara pengadaan, jaksa juga mendakwa Fadia menerima gratifikasi senilai sekitar Rp2,89 miliar. Uang itu diduga berasal dari berbagai pihak yang memiliki kepentingan terhadap proyek pemerintah.

Jaksa menilai penerimaan tersebut berkaitan dengan jabatan Fadia sebagai kepala daerah. Dugaan itu kini menjadi bagian penting dalam proses pembuktian di persidangan.

Tidak Ajukan Eksepsi, Sidang Masuk Tahap Pembuktian

Fadia memilih tidak mengajukan eksepsi atas dakwaan jaksa. Kuasa hukum Fadia, Priyo Santoso, menyatakan jaksa wajib membuktikan seluruh tuduhan dengan menghadirkan saksi dan alat bukti di persidangan.

“Seluruh tuduhan dalam dakwaan itu masih harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan saksi dan alat bukti di persidangan,” kata Priyo Santoso seusai sidang.

Keputusan itu membuat persidangan langsung memasuki tahap pembuktian. Jaksa akan menghadirkan saksi dan bukti untuk menguatkan dakwaan. Sementara itu, tim pembela memiliki kesempatan membantah seluruh tuduhan selama proses persidangan berlangsung.

Ujian Integritas Pemerintahan Daerah

Kasus ini menjadi perhatian karena menyangkut pejabat publik yang memegang kewenangan atas anggaran daerah. Publik kini menunggu apakah proses hukum mampu mengungkap fakta secara utuh dan objektif.

Persidangan Fadia Arafiq bukan sekadar menguji dugaan korupsi. Perkara ini juga menguji komitmen penegakan hukum dalam menjaga transparansi pengadaan barang dan jasa. Putusan pengadilan nantinya akan menentukan apakah seluruh dugaan itu benar-benar terbukti menurut hukum. @dimas

Tags: Dugaan KorupsiFadia ArafiqKorupsi PengadaanPengaturan TenderSidang Tipikor

Kamu Melewatkan Ini

BGN Bikin Marketplace MBG: Korupsi Diblokir atau Pindah ke Layar?

BGN Bikin Marketplace MBG: Korupsi Diblokir atau Pindah ke Layar?

by dimas
September 21, 2026

BGN menyiapkan marketplace MBG untuk menutup celah permainan harga dan kickback. Namun, apakah digitalisasi benar-benar mencegah korupsi? Tabooo.id - Bayangkan...

Istana Tenang, Publik Menuntut Kejelasan: Penggeledahan, TNI dan Ujian Kepercayaan

Istana Tenang, Publik Menuntut Kejelasan: Penggeledahan, TNI dan Ujian Kepercayaan

by dimas
Juli 11, 2026

Istana menyerukan penghormatan terhadap proses hukum di tengah penggeledahan 12 lokasi dan pengamanan rumah Jampidsus oleh TNI yang memicu sorotan...

Momen Fadia Arafiq Berbaju Oranye KPK, Wajah Tertutup Kerudung Hitam

Kena OTT KPK, “Saya Kan Pedangdut” Jadi Alasan Tak Paham Aturan

by dimas
Maret 5, 2026

Tabooo.id: Edge - Bayangkan ruang pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. Penyidik membuka berkas tebal, kamera wartawan menyala, dan suasana...

Next Post
Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Pakan Hilang, Nyawa Satwa Terancam

Korupsi Kebun Binatang Surabaya: Pakan Hilang, Nyawa Satwa Terancam

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id