Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Jakarta Light Festival Imlek: Cahaya, Budaya, dan Irama Ekonomi Kota Tua

by dimas
Februari 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Kota Tua Jakarta berubah menjadi panggung cahaya pada Senin (16/2/2026) malam. Ribuan lampu menari di dinding Museum Fatahillah, memantul di trotoar yang padat pengunjung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menyalakan Jakarta Light Festival (JLF) Chinese New Year Edition untuk merayakan Imlek 2026, menggabungkan hiburan, budaya, dan teknologi di jantung kota bersejarah.

Sejak pukul 16.00 WIB, pengunjung berdatangan silih berganti. Anak-anak menatap terpukau, orang tua mengabadikan momen, dan turis mancanegara berfoto dengan latar video mapping yang menampilkan perjalanan shio dari masa ke masa. Barongsai meloncat-loncat, musik bernuansa Tionghoa mengalun, sementara aroma kuliner kaki lima memenuhi udara. Kepala UPK Kota Tua, Denny Aputra, menekankan bahwa festival ini bukan sekadar tontonan; ia sekaligus bentuk apresiasi kepada masyarakat dan cara merawat keberagaman budaya Jakarta.

Festival dan Dampak Ekonomi

Festival ini menghadirkan hiburan gratis bagi masyarakat. Namun secara ekonomi, dampaknya terasa nyata. Pedagang lokal, pengrajin, dan layanan transportasi daring mencatat peningkatan transaksi. Hingga malam itu, tercatat sekitar 23.000 pengunjung, dan angka ini diperkirakan menembus 30.000 orang sebelum acara berakhir. Bagi usaha mikro dan kecil di sekitar Kota Tua, festival menjadi sumber pendapatan sekaligus promosi budaya lokal ke mata dunia.

Video mapping menjadi daya tarik utama. Teknik proyeksi visual ini menyesuaikan gambar dengan permukaan tiga dimensi bangunan, membuat gedung-gedung tua seolah hidup, berubah bentuk, dan bergerak mengikuti narasi cahaya. Penonton tidak sekadar menyaksikan; mereka merasakan interaksi antara sejarah dan teknologi modern yang jarang terjadi di ruang publik perkotaan.

Tantangan dan Ketimpangan

Meski meriah, festival menimbulkan dampak sosial berlapis. Jalanan Kota Tua padat, parkir terbatas, dan sebagian warga menghadapi kemacetan serta kebisingan. Di sisi lain, sponsor dan turis memperoleh eksposur maksimal dari budaya dan hiburan, sementara warga lokal kadang hanya menjadi penonton. Ketimpangan ini menyoroti dilema perayaan modern: siapa yang paling diuntungkan, dan siapa yang menanggung efek sampingnya?

Ini Belum Selesai

Penyadapan Presiden: Tiga Perwira Jadi Tersangka, Motif Dipertanyakan

Listyo Sigit dan Dua Jenderal Ditahan dalam Kasus Penyadapan Presiden

Pemprov DKI juga menyebar perayaan Imlek ke beberapa titik lain Monas dengan air mancur menari, Bundaran HI, Taman Mini Indonesia Indah, Blok M Hub, dan Klenteng Jakarta. Strategi ini memperluas dampak ekonomi sekaligus menjaga identitas Jakarta sebagai kota multikultural.

Refleksi Kota Global

Jakarta Light Festival menegaskan bahwa kota dapat merangkul modernitas tanpa meninggalkan budaya. Namun kemeriahan dan teknologi tinggi membawa ironi budaya yang seharusnya melibatkan warga lokal kini kadang hanya menjadi tontonan atau alat ekonomi. Festival ini menjadi cermin Jakarta, kota yang menari di antara kemajuan, tradisi, dan kepentingan bisnis.

Di balik gemerlap lampu dan musik, muncul pertanyaan apakah masyarakat Jakarta cukup berdaya untuk tetap menjadi bagian dari budaya mereka sendiri, atau mereka hanya penonton dalam perayaan yang menyejahterakan pihak tertentu? Di kota yang terus bergelora antara sejarah dan modernitas, cahaya memang memukau, tetapi bayangnya menimbulkan pertanyaan lebih dalam. @dimas

Tags: 2026BudayaEkonomi IndonesiaHiburanimlekJakartaKota TuaKreatifModernNasional

Kamu Melewatkan Ini

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

Dua Tahun Prabowo–Gibran, 9.505 Personel Disiagakan: Hak Aspirasi Tetap Prioritas?

by teguh
Oktober 20, 2026

Polda Metro Jaya bersama TNI menyiapkan ribuan personel untuk mengawal demonstrasi peringatan dua Tahun Prabowo-Gibran dan aktivitas publik di Jakarta....

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

JABFest 2026: Seni Melawan Pendangkalan, Buku Menjaga Ingatan

by dimas
Oktober 13, 2026

JABFest 2026 di Yogyakarta menghadirkan seni, buku, film, dan diskusi untuk melawan pendangkalan berpikir serta menjaga ingatan kolektif. Tabooo.id: Yogyakarta...

Next Post
UU Sudah Ada: Masuk Gedung Wajib Serahkan KTP Aman atau Masalah Baru?

UU Sudah Ada: Masuk Gedung Wajib Serahkan KTP Aman atau Masalah Baru?

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id