Tabooo.id: Regional – Duka menyelimuti Gawanan, Colomadu, Karanganyar. Setelah 23 hari pencarian, relawan akhirnya menemukan pendaki muda Yazid Ahmad Firdaus (26) meninggal dunia di Bukit Mongkrang, lereng Gunung Lawu. Temuan itu menutup penantian panjang keluarga dan warga yang selama berminggu-minggu bertahan di antara harap dan cemas.
Pada Selasa (10/2/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB, ambulans mengantar jenazah Yazid ke rumah duka di Perumahan Angsana E5. Tangis keluarga pecah saat peti jenazah turun dari kendaraan. Tak lama kemudian, ratusan pelayat berdatangan untuk menyampaikan belasungkawa.
Relawan Menemukan di Tapak Nogo
Relawan mandiri menemukan Yazid di kawasan Tapak Nogo, salah satu jalur paling terjal dan berisiko di Bukit Mongkrang. Medan curam serta cuaca yang cepat berubah berulang kali menyulitkan proses pencarian.
Kepulangan Yazid pun tidak membawa kabar selamat. Namun, temuan ini setidaknya mengakhiri ketidakpastian yang selama ini membebani keluarga.
Warga mengenal Yazid sebagai pemuda santun dan disiplin. Ia rutin membantu kegiatan sosial serta menjaga hubungan baik dengan tetangga.
Ketua RT 003/RW 012 Gawanan, Yusuf Hari Subagya, menyebut Yazid aktif dalam berbagai agenda warga. Ia terakhir kali terlibat sebagai panitia peringatan 17 Agustus.
“Dia jadi contoh anak muda di sini. Baik di kampus, baik di lingkungan,” ujar Yusuf.
Warga Mengantar ke Peristirahatan Terakhir
Warga mengantar Yazid ke tempat peristirahatan terakhir pada malam yang sama di TPU Gawanan. Prosesi pemakaman diawali dengan salat jenazah tak lama setelah ambulans tiba.
Sejak sore hingga malam, tetangga, kerabat, dan rekan-rekan Yazid terus berdatangan. Kehadiran mereka memperlihatkan besarnya kehilangan yang kini dirasakan lingkungan sekitar.
Selama 23 hari pencarian, tim SAR dan relawan gabungan bekerja tanpa henti. Mereka menyusuri medan ekstrem sambil menghadapi cuaca yang tidak menentu.
Atas kerja keras tersebut, keluarga menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan. Dedikasi para relawan menunjukkan kuatnya solidaritas kemanusiaan di tengah situasi sulit.
Catatan Penting dari Tragedi
Tragedi ini tidak hanya meninggalkan duka, tetapi juga menghadirkan catatan penting. Peristiwa ini kembali mengingatkan publik akan lemahnya perhatian terhadap keselamatan dan manajemen risiko pendakian.
Keluarga telah memakamkan Yazid dan memanjatkan doa. Namun satu pertanyaan tetap menggema sampai kapan keselamatan jalur pendakian baru menjadi perhatian setelah nyawa benar-benar melayang? @ESP




