Sabtu, Juli 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran vs AS Memanas, Teheran Tegaskan Tak Pernah Minta Gencatan Senjata

by dimas
Maret 16, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Pemerintah Iran menegaskan tidak tertarik membuka dialog dengan Amerika Serikat di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah. Sikap ini sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang sebelumnya menyebut Teheran ingin mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, menyampaikan bahwa pemerintahnya tidak melihat alasan untuk kembali bernegosiasi dengan Washington. Menurutnya, pengalaman diplomatik sebelumnya justru berujung pada tindakan militer dari pihak Amerika.

Dalam wawancara program Face The Nation yang disiarkan CBS, Araghchi menegaskan Iran berada dalam kondisi stabil dan cukup kuat untuk mempertahankan diri.

“Kami stabil dan cukup kuat. Kami hanya membela rakyat kami. Karena itu, kami tidak melihat alasan untuk berbicara dengan Amerika,” ujar Araghchi dalam wawancara yang dikutip AFP, pada Minggu (15/3/2026).

Ia juga menambahkan bahwa pengalaman diplomasi sebelumnya tidak memberi hasil yang baik bagi Iran. Pengalaman itu membuat pemerintah Iran memilih memperkuat pertahanan ketimbang membuka kembali jalur negosiasi dengan Washington.

Ini Belum Selesai

Tragedi Sibolangit: Empat Nyawa Melayang di Jalur Medan-Berastagi

Vivo T5 Lite Resmi Meluncur, Bawa Baterai 6.500 mAh dan Fast Charging 44W

Ancaman Militer Perkeruh Situasi

Ketegangan antara kedua negara kembali meningkat setelah Trump mengklaim Iran sebenarnya menginginkan kesepakatan damai. Namun ia tidak menjelaskan bentuk kesepakatan yang dimaksud ataupun syarat yang ditawarkan.

Situasi semakin memanas setelah muncul ancaman serangan terhadap fasilitas energi Iran, termasuk kawasan strategis Pulau Kharg yang menjadi pusat ekspor minyak negara tersebut.

Pernyataan keras dari kedua pihak menunjukkan bahwa jalur diplomasi masih jauh dari titik temu. Selain itu, retorika politik yang terus meningkat ikut memicu kekhawatiran di pasar energi global.

Selat Hormuz Jadi Titik Krusial

Di tengah ketegangan dengan Washington, Iran tetap membuka komunikasi dengan sejumlah negara terkait keamanan jalur pelayaran energi di Selat Hormuz.

Araghchi menyebut beberapa negara telah mendekati Teheran untuk membahas kemungkinan jalur aman bagi kapal tanker mereka. Meski demikian, ia tidak menyebutkan negara mana saja yang terlibat dalam pembicaraan tersebut.

Langkah ini menunjukkan satu kenyataan penting meski konflik politik terus memanas, kepentingan energi global tetap memaksa banyak negara menjaga jalur perdagangan minyak tetap terbuka.

Pasar Energi Ikut Menahan Napas

Ketegangan Iran dan Amerika Serikat tidak hanya berdampak pada hubungan diplomatik kedua negara. Konflik ini juga membuat pasar energi global berada dalam posisi waspada.

Setiap ancaman terhadap jalur ekspor minyak di Selat Hormuz berpotensi memicu lonjakan harga energi dunia. Dampaknya bisa merambat ke berbagai sektor, mulai dari biaya transportasi hingga tekanan inflasi di banyak negara.

Bagi negara-negara pengimpor minyak, situasi seperti ini hampir selalu berarti satu hal: energi menjadi lebih mahal.

Ketika diplomasi berhenti berbicara, pasar biasanya mengambil alih percakapan dan sering kali dengan harga yang jauh lebih tinggi. @dimas

Tags: ASDialogEskalasiIsraelKonflik DuniamemanasMiliterperangPerang IranRudalTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Aktivis Disiram Air Keras, Demokrasi Kita Baik-Baik Saja?

Aktivis Disiram Air Keras, Demokrasi Kita Baik-Baik Saja?

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id