• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Sabtu, Maret 21, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Februari 2, 2026
in Global, News
A A
Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Konflik Iran vs Amerika Serikat. (Foto:Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Minggu (1/2/26), membuka peluang perundingan nuklir yang “bermakna” dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan satu syarat utama: kedua negara harus memulihkan rasa saling percaya.

Dalam wawancara dengan CNN International, Araghchi menekankan bahwa ia tidak mengkhawatirkan perang. Ia justru mencemaskan salah perhitungan akibat informasi keliru dan dorongan pihak luar yang bisa menyeret Washington ke konflik terbuka. Ia menyampaikan pesan yang jelas: Iran siap berbicara, tetapi tidak ingin diprovokasi.

Percaya Dulu, Baru Melangkah

Araghchi mengakui Iran kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan. Meski begitu, ia menyebut sejumlah negara kawasan aktif menjembatani komunikasi kedua pihak. Ia menilai pertukaran pesan tersebut berjalan produktif dan bisa membuka jalan menuju pembicaraan yang lebih substantif.

RelatedPosts

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Lebaran 2026: Prabowo Undang Ribuan Warga ke Istana Kepresidenan

Menurutnya, para pihak harus fokus pada isi perundingan, bukan pada bentuk atau salurannya. Ia tidak mempermasalahkan apakah kedua negara berkomunikasi secara langsung atau melalui perantara.

Araghchi juga menyatakan Teheran sejalan dengan tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia membuka kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding AS mengikuti komitmen yang Trump sampaikan, yakni mencapai kesepakatan yang adil dan setara.

Sebagai imbalannya, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan negaranya.

Iran Tegaskan Batasan

Araghchi menolak perluasan agenda perundingan ke isu program rudal balistik dan jaringan sekutu regional Iran. Ia meminta para perunding tidak memaksakan pembahasan atas hal-hal yang mustahil disepakati.

Dengan sikap itu, Iran menunjukkan fleksibilitas di isu nuklir, tetapi tetap menjaga garis merah pada aspek pertahanan dan pengaruh regional.

Risiko Perang Tak Akan Lokal

Saat membahas kemungkinan konflik militer dengan AS, Araghchi menyampaikan peringatan tegas. Ia menyebut perang sebagai bencana bagi semua pihak.

Ia mengingatkan bahwa AS menempatkan pangkalan militernya di berbagai negara Timur Tengah. Jika perang pecah, konflik hampir pasti melibatkan lebih banyak negara dan memperluas dampaknya ke seluruh kawasan.

Araghchi menambahkan bahwa Iran mempelajari konflik sebelumnya dengan Israel dan menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata. Ia menyatakan negaranya kini lebih siap. Namun ia menegaskan kesiapan itu bertujuan untuk mencegah perang, bukan memicunya.

Soal Tahanan dan Tekanan Global

Menanggapi kekhawatiran Trump tentang tahanan di Iran, Araghchi membantah adanya rencana pelaksanaan hukuman mati terkait kerusuhan terbaru. Ia memastikan pemerintah Iran menghormati dan menjamin hak setiap orang yang ditangkap.

Pernyataan itu berusaha meredakan tekanan internasional yang kerap muncul dalam isu hak asasi manusia.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Jika kedua negara mencapai kesepakatan dan AS mencabut sanksi, Iran akan memperoleh manfaat ekonomi besar. Pemerintahnya bisa meningkatkan ekspor minyak, memperkuat nilai mata uang, dan menstabilkan kondisi domestik.

AS juga bisa mengklaim keberhasilan diplomasi tanpa harus mengirim pasukan. Stabilitas kawasan akan membantu menjaga harga energi global tetap terkendali.

Sebaliknya, jika negosiasi gagal dan konflik meletus, masyarakat Timur Tengah akan menanggung risiko terbesar. Harga energi bisa melonjak, jalur perdagangan terganggu, dan ketegangan regional meningkat. Warga Amerika pun berpotensi merasakan dampak ekonomi dan politiknya.

Kini diplomasi masih bergerak, meski perlahan. Para pemimpin memegang pilihan di tangan mereka: memperkuat kepercayaan dan meredakan ketegangan, atau membiarkan kecurigaan berubah menjadi krisis. Di kawasan yang mudah terbakar, satu keputusan keliru bisa menyalakan api yang sulit dipadamkan. @eko

Tags: Abbas AraghchiAmerika SerikatDonald TrumpIranKeamananNegosiasiNuklirPerdamaianSelat Hormuz
Next Post
Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    Malam Takbiran: Antara Euforia Perayaan dan Sunyi Refleksi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Saat Senja: Ketika Malam Mulai Dibuka untuk Dunia

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Lebaran Beda Hari, Antara Ilmu, Ego, dan Toleransi

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • 7.039 Pemudik Gratis Tiba di Tirtonadi, Mayoritas dari DKI Jakarta

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Prabowo Sebut Penyiraman Aktivis KontraS Terorisme, Harus Usut Dalangnya

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.