Selasa, Oktober 20, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

by dimas
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia memastikan tidak lagi mengirimkan kontingen Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Keputusan ini disampaikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat menyambut kepulangan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026).

Muhammad Ali menyatakan Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P menjadi penugasan terakhir Indonesia dalam misi tersebut. Ia menegaskan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memang tidak berencana melanjutkan mandat MTF dalam struktur UNIFIL.

Keputusan ini menandai berakhirnya satu bab penting keterlibatan TNI AL dalam operasi maritim perdamaian di perairan Lebanon. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor aktif pasukan laut dalam misi tersebut.

KRI Sultan Iskandar Muda Pulang Setelah 14 Bulan

KRI Sultan Iskandar Muda tiba di Indonesia setelah menjalani misi selama 1 tahun 2 bulan di Lebanon. Kapal korvet kelas SIGMA itu membawa pulang 120 prajurit, terdiri atas 105 awak kapal dan 15 personel pendukung dari berbagai unsur.

Personel pendukung meliputi pilot, flight engineer, air crew, perwira kesehatan, perwira intelijen, perwira psikologi, perwira penerangan, personel Kopaska, serta penyelam. Kepulangan mereka menutup rangkaian panjang tugas MTF TNI di bawah bendera PBB.

Ini Belum Selesai

Kapolda Sulsel Usul Arena Tawuran 10 Lawan 10, Polisi Bidik Produsen Busur

BBM Belum Normal, ASN Jember WFH: Siapa Menjamin Layanan Publik Tetap Jalan?

Selama penugasan sejak 17 Januari 2025, Satgas MTF Konga XXVIII-P menjalankan 33 kali operasi. Sekitar 70 persen di antaranya berupa patroli keamanan laut di kawasan Mediterania. Tugas tersebut difokuskan pada pengamanan perairan, pemantauan lalu lintas laut, serta pencegahan penyelundupan senjata sesuai mandat UNIFIL.

Diplomasi Laut dan Pengakuan Internasional

Selain operasi, KRI Sultan Iskandar Muda aktif menjalankan diplomasi angkatan laut. Kapal ini melaksanakan sekitar 150 kali latihan bersama dengan angkatan laut negara sahabat.

Upaya tersebut berbuah pengakuan internasional. Satgas menerima berbagai penghargaan, mulai dari Letter of Appreciation dari komandan MTF, UN Medal dari Force Commander UNIFIL, hingga medali dari Angkatan Laut Lebanon dan kontingen negara sahabat lainnya.

Bagi TNI AL, capaian ini menegaskan profesionalisme prajurit Indonesia di mata dunia. Namun, keputusan penghentian pengiriman MTF juga memunculkan pertanyaan tentang arah baru kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian global.

Dampak bagi Indonesia dan Arah Baru Diplomasi Pertahanan

Berakhirnya penugasan MTF berarti Indonesia tidak lagi hadir dalam dimensi maritim UNIFIL. Dampaknya paling terasa bagi prajurit TNI AL yang selama ini menjadikan misi luar negeri sebagai sarana peningkatan pengalaman, kemampuan interoperabilitas, dan reputasi internasional.

Di sisi lain, pemerintah menilai langkah ini tetap sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat pertahanan nasional dan menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Kontribusi Indonesia di panggung perdamaian dunia disebut akan terus berlanjut, meski dalam format dan wilayah berbeda.

Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan bahwa peta keterlibatan Indonesia dalam misi PBB ikut bergerak mengikuti perubahan mandat global. Pertanyaannya, apakah Indonesia sedang menyiapkan peran baru yang lebih strategis, atau justru perlahan mengurangi jejaknya di laut lepas perdamaian dunia? @dimas

Tags: diplomasiKeamanan NegaraLuar NegeriNasionalPasukanPerdamaianpertahananPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

Jokowi Tak Lagi Bicara Dua Periode: Sinyal Politik atau Sekadar Menahan Diri?

by dimas
Oktober 10, 2026

Jokowi tak lagi menegaskan dukungan dua periode untuk Prabowo-Gibran. Sinyal politik menuju Pilpres 2029 atau sekadar sikap hati-hati? Tabooo.id -...

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

Panggung Politik: Ketika Perhatian Mengalahkan Pertanggungjawaban

by dimas
Oktober 8, 2026

Panggung politik kerap mengejar perhatian publik. Namun, di balik sorotan, pertanggungjawaban, kebijakan, dan suara warga tetap harus diuji. Tabooo.id -...

Reshuffle Ketujuh: Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

Reshuffle Ketujuh: Prabowo Lepas dari Bayang-Bayang Jokowi?

by dimas
Oktober 4, 2026

Reshuffle ketujuh Prabowo memunculkan pertanyaan: apakah ia mulai lepas dari bayang-bayang Jokowi dan menata orbit kekuasaannya sendiri? Tabooo.id - Pada...

Next Post
Rakornas 2026: Prabowo Dorong Sinergi Pusat-Daerah demi Indonesia Emas

Rakornas 2026: Prabowo Dorong Sinergi Pusat-Daerah demi Indonesia Emas

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id