Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

by dimas
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Indonesia memastikan tidak lagi mengirimkan kontingen Satuan Tugas Maritime Task Force (MTF) untuk misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Keputusan ini disampaikan langsung Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali saat menyambut kepulangan KRI Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 di Dermaga Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/2/2026).

Muhammad Ali menyatakan Satgas MTF TNI Kontingen Garuda XXVIII-P menjadi penugasan terakhir Indonesia dalam misi tersebut. Ia menegaskan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) memang tidak berencana melanjutkan mandat MTF dalam struktur UNIFIL.

Keputusan ini menandai berakhirnya satu bab penting keterlibatan TNI AL dalam operasi maritim perdamaian di perairan Lebanon. Selama bertahun-tahun, Indonesia dikenal sebagai salah satu kontributor aktif pasukan laut dalam misi tersebut.

KRI Sultan Iskandar Muda Pulang Setelah 14 Bulan

KRI Sultan Iskandar Muda tiba di Indonesia setelah menjalani misi selama 1 tahun 2 bulan di Lebanon. Kapal korvet kelas SIGMA itu membawa pulang 120 prajurit, terdiri atas 105 awak kapal dan 15 personel pendukung dari berbagai unsur.

Personel pendukung meliputi pilot, flight engineer, air crew, perwira kesehatan, perwira intelijen, perwira psikologi, perwira penerangan, personel Kopaska, serta penyelam. Kepulangan mereka menutup rangkaian panjang tugas MTF TNI di bawah bendera PBB.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Janji Redam PHK, Tapi Industri Sudah Mulai Berguguran

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

Selama penugasan sejak 17 Januari 2025, Satgas MTF Konga XXVIII-P menjalankan 33 kali operasi. Sekitar 70 persen di antaranya berupa patroli keamanan laut di kawasan Mediterania. Tugas tersebut difokuskan pada pengamanan perairan, pemantauan lalu lintas laut, serta pencegahan penyelundupan senjata sesuai mandat UNIFIL.

Diplomasi Laut dan Pengakuan Internasional

Selain operasi, KRI Sultan Iskandar Muda aktif menjalankan diplomasi angkatan laut. Kapal ini melaksanakan sekitar 150 kali latihan bersama dengan angkatan laut negara sahabat.

Upaya tersebut berbuah pengakuan internasional. Satgas menerima berbagai penghargaan, mulai dari Letter of Appreciation dari komandan MTF, UN Medal dari Force Commander UNIFIL, hingga medali dari Angkatan Laut Lebanon dan kontingen negara sahabat lainnya.

Bagi TNI AL, capaian ini menegaskan profesionalisme prajurit Indonesia di mata dunia. Namun, keputusan penghentian pengiriman MTF juga memunculkan pertanyaan tentang arah baru kontribusi Indonesia dalam misi perdamaian global.

Dampak bagi Indonesia dan Arah Baru Diplomasi Pertahanan

Berakhirnya penugasan MTF berarti Indonesia tidak lagi hadir dalam dimensi maritim UNIFIL. Dampaknya paling terasa bagi prajurit TNI AL yang selama ini menjadikan misi luar negeri sebagai sarana peningkatan pengalaman, kemampuan interoperabilitas, dan reputasi internasional.

Di sisi lain, pemerintah menilai langkah ini tetap sejalan dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, terutama dalam memperkuat pertahanan nasional dan menjalankan politik luar negeri bebas aktif. Kontribusi Indonesia di panggung perdamaian dunia disebut akan terus berlanjut, meski dalam format dan wilayah berbeda.

Pada akhirnya, keputusan ini menunjukkan bahwa peta keterlibatan Indonesia dalam misi PBB ikut bergerak mengikuti perubahan mandat global. Pertanyaannya, apakah Indonesia sedang menyiapkan peran baru yang lebih strategis, atau justru perlahan mengurangi jejaknya di laut lepas perdamaian dunia? @dimas

Tags: diplomasiKeamanan NegaraLuar NegeriNasionalPasukanPerdamaianpertahananPolitik Indonesia

Kamu Melewatkan Ini

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

Prabowo Subianto Klaim Tahu Pembayar Demo, Publik Menunggu Bukti

by teguh
Juni 25, 2026

Presiden Prabowo Subianto mengaku mengetahui pihak yang diduga membiayai sejumlah aksi demonstrasi. Ia menyampaikan klaim itu saat menghadiri Puncak Pekan...

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

DPR dan Pemerintah Terlalu Dekat? Mahasiswa Soroti Fungsi Pengawasan yang Hilang

by teguh
Juni 20, 2026

Ribuan mahasiswa mendatangi Gedung DPR/MPR RI, Jakarta Pusat, Jumat (19/06/2026). Mereka membawa satu kegelisahan yang kini makin keras terdengar karena...

Next Post
Rakornas 2026: Prabowo Dorong Sinergi Pusat-Daerah demi Indonesia Emas

Rakornas 2026: Prabowo Dorong Sinergi Pusat-Daerah demi Indonesia Emas

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id