Selasa, Juni 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

by eko
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: News – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, Minggu (1/2/26), membuka peluang perundingan nuklir yang “bermakna” dengan Amerika Serikat. Ia menegaskan satu syarat utama: kedua negara harus memulihkan rasa saling percaya.

Dalam wawancara dengan CNN International, Araghchi menekankan bahwa ia tidak mengkhawatirkan perang. Ia justru mencemaskan salah perhitungan akibat informasi keliru dan dorongan pihak luar yang bisa menyeret Washington ke konflik terbuka. Ia menyampaikan pesan yang jelas: Iran siap berbicara, tetapi tidak ingin diprovokasi.

Percaya Dulu, Baru Melangkah

Araghchi mengakui Iran kehilangan kepercayaan terhadap AS sebagai mitra perundingan. Meski begitu, ia menyebut sejumlah negara kawasan aktif menjembatani komunikasi kedua pihak. Ia menilai pertukaran pesan tersebut berjalan produktif dan bisa membuka jalan menuju pembicaraan yang lebih substantif.

Menurutnya, para pihak harus fokus pada isi perundingan, bukan pada bentuk atau salurannya. Ia tidak mempermasalahkan apakah kedua negara berkomunikasi secara langsung atau melalui perantara.

Araghchi juga menyatakan Teheran sejalan dengan tujuan Presiden AS Donald Trump untuk mencegah kepemilikan senjata nuklir oleh Iran. Ia membuka kemungkinan pembicaraan lanjutan jika tim perunding AS mengikuti komitmen yang Trump sampaikan, yakni mencapai kesepakatan yang adil dan setara.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka 1 Sura Kembali Digelar, Ini Jam Mulai dan Rute Perjalanannya

Rapat Selesai, Dualisme Belum Usai: Kirab Pusaka Dibayangi Dua Takhta

Sebagai imbalannya, Iran menuntut pencabutan sanksi ekonomi yang selama ini menekan negaranya.

Iran Tegaskan Batasan

Araghchi menolak perluasan agenda perundingan ke isu program rudal balistik dan jaringan sekutu regional Iran. Ia meminta para perunding tidak memaksakan pembahasan atas hal-hal yang mustahil disepakati.

Dengan sikap itu, Iran menunjukkan fleksibilitas di isu nuklir, tetapi tetap menjaga garis merah pada aspek pertahanan dan pengaruh regional.

Risiko Perang Tak Akan Lokal

Saat membahas kemungkinan konflik militer dengan AS, Araghchi menyampaikan peringatan tegas. Ia menyebut perang sebagai bencana bagi semua pihak.

Ia mengingatkan bahwa AS menempatkan pangkalan militernya di berbagai negara Timur Tengah. Jika perang pecah, konflik hampir pasti melibatkan lebih banyak negara dan memperluas dampaknya ke seluruh kawasan.

Araghchi menambahkan bahwa Iran mempelajari konflik sebelumnya dengan Israel dan menguji kemampuan rudalnya dalam pertempuran nyata. Ia menyatakan negaranya kini lebih siap. Namun ia menegaskan kesiapan itu bertujuan untuk mencegah perang, bukan memicunya.

Soal Tahanan dan Tekanan Global

Menanggapi kekhawatiran Trump tentang tahanan di Iran, Araghchi membantah adanya rencana pelaksanaan hukuman mati terkait kerusuhan terbaru. Ia memastikan pemerintah Iran menghormati dan menjamin hak setiap orang yang ditangkap.

Pernyataan itu berusaha meredakan tekanan internasional yang kerap muncul dalam isu hak asasi manusia.

Siapa Untung, Siapa Buntung?

Jika kedua negara mencapai kesepakatan dan AS mencabut sanksi, Iran akan memperoleh manfaat ekonomi besar. Pemerintahnya bisa meningkatkan ekspor minyak, memperkuat nilai mata uang, dan menstabilkan kondisi domestik.

AS juga bisa mengklaim keberhasilan diplomasi tanpa harus mengirim pasukan. Stabilitas kawasan akan membantu menjaga harga energi global tetap terkendali.

Sebaliknya, jika negosiasi gagal dan konflik meletus, masyarakat Timur Tengah akan menanggung risiko terbesar. Harga energi bisa melonjak, jalur perdagangan terganggu, dan ketegangan regional meningkat. Warga Amerika pun berpotensi merasakan dampak ekonomi dan politiknya.

Kini diplomasi masih bergerak, meski perlahan. Para pemimpin memegang pilihan di tangan mereka: memperkuat kepercayaan dan meredakan ketegangan, atau membiarkan kecurigaan berubah menjadi krisis. Di kawasan yang mudah terbakar, satu keputusan keliru bisa menyalakan api yang sulit dipadamkan. @eko

Tags: Donald TrumpKeamanan NegaraNegosiasiNuklirPerang IranPerdamaianSelat Hormuz

Kamu Melewatkan Ini

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

Amerika Serikat Serang Iran Lagi: Perdamaian Tinggal Formalitas?

by dimas
Mei 28, 2026

AS kembali menyerang Iran di Bandar Abbas saat negosiasi damai memanas. Selat Hormuz kini berubah jadi titik rawan konflik global....

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

Damai atau Jeda Perang? AS dan Iran Mulai Mainkan Narasi Baru

by dimas
Mei 24, 2026

AS dan Iran menunjukkan sinyal damai baru. Namun di balik negosiasi dan pembukaan Selat Hormuz, dunia masih mencium ancaman konflik...

Next Post
Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Indonesia Akhiri Misi Maritim UNIFIL, TNI AL Tarik Kontingen dari Lebanon

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id