Sabtu, Juni 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Indonesia dan AS Teken Kesepakatan Tarif, Harapan Industri Nasional

by dimas
Februari 18, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Presiden RI Prabowo Subianto dijadwalkan meneken Agreement on Reciprocal Trade (ART) dengan Amerika Serikat (AS) pada besok Kamis (19/2/2026), menyusul kehadirannya di KTT Board of Peace (BoP) di AS pada hari yang sama. Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan bahwa agenda penandatanganan akan dilakukan segera setelah Prabowo menghadiri KTT.

“InsyaAllah akan ada penandatanganan mengenai tarif dagang dengan pemerintah AS,” ujar Prasetyo di Gedung DPR, Senayan, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, “Iya setelah BoP, baru kemudian ada rencana tanda tangan kerja sama tarif.” tambahnya.

Harapan Penurunan Tarif

Prasetyo menekankan bahwa pemerintah berharap pertemuan Prabowo dengan Presiden AS Donald Trump akan menurunkan tarif impor bagi produk Indonesia.

“Untuk sementara belum ada perubahan. Tapi kita semua tentu berharap nanti di dalam pertemuan antara Bapak Presiden Prabowo dan Presiden Trump ada perubahan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara kita,” tegasnya.

Ini Belum Selesai

Kirab Pusaka di Tengah Dualisme: Tradisi atau Legitimasi?

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Menteri Sekretaris Negara itu menambahkan bahwa Indonesia belum menentukan angka spesifik yang ingin dicapai. Namun, dengan melihat praktik negara lain, pemerintah berharap tarif impor bisa turun hingga kisaran 18 persen.

“Kita hanya bisa mengupayakan negosiasi. Artinya bukan kita yang menentukan, tapi kita terus melakukan upaya,” tambahnya.

Latar Belakang Kesepakatan ART

Kesepakatan ini merupakan kelanjutan dari negosiasi tarif antara Indonesia dan AS yang berlangsung sejak Juli 2025. Pada 22 Juli 2025, kedua negara menyepakati kerangka kerja ART, dengan AS berkomitmen menurunkan tarif impor dari 32 persen menjadi 19 persen untuk produk asal Indonesia.

Negosiasi berlanjut pada 22 Desember 2025, ketika delegasi Indonesia dan Kantor Perwakilan Dagang AS di Washington DC menuntaskan substansi kesepakatan. Salah satu poin penting memastikan AS menghapus tarif impor khusus untuk komoditas unggulan Indonesia seperti sawit, kopi, minyak kelapa, dan kakao. Selain itu, Indonesia berkomitmen mengurangi hambatan nontarif yang selama ini menghambat kerja sama bilateral melalui deregulasi kebijakan.

Siapa yang Paling Terdampak

Jika kesepakatan ART benar-benar diteken dan tarif impor turun, pelaku industri ekspor Indonesia menjadi pihak yang paling diuntungkan. Petani sawit, pengusaha kopi, dan produsen kakao bisa menembus pasar AS dengan biaya lebih rendah, meningkatkan daya saing dan keuntungan. Konsumen dalam negeri juga berpotensi merasakan dampak positif berupa harga produk yang lebih stabil dan beragam.

Namun, penurunan tarif ini juga memaksa pelaku industri dalam negeri menyesuaikan strategi produksi dan kualitas agar tetap kompetitif. Negosiasi yang berat dan ketat menunjukkan bahwa meski ada potensi keuntungan, risiko bisnis tetap ada jika negara lain ikut menyesuaikan kebijakan perdagangan.

Refleksi: Diplomasi di Balik Angka

Kesepakatan ART bukan sekadar angka di atas kertas. Ia mencerminkan bagaimana diplomasi dagang menentukan hidup-matinya pelaku usaha lokal. Kadang, harapan pemerintah dan ambisi pengusaha bertemu di satu titik, namun kenyataannya masih banyak pihak yang harus “menunggu lampu hijau” dari lawan negosiasi. Dalam dunia perdagangan internasional, siapa cepat dia dapat dan siapa lambat, ya tetap menunggu giliran sambil berdoa. @dimas

Tags: ARTASDagangdiplomasiEksporImporIndustriInternasionalKopiNasionalpengusahaPerdaganganPrabowo SubiantoTarif

Kamu Melewatkan Ini

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

Chatib Basri Dipanggil ke Istana, Apakah Purbaya Akan Diganti?

by dimas
Juni 9, 2026

Chatib Basri bertemu Prabowo selama dua jam di Istana. Apakah ini sekadar konsultasi ekonomi atau sinyal perubahan di Dewan Ekonomi...

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

Birokrasi atau Balas Jasa Politik? Tito Bongkar Praktik Titipan Honorer di Daerah

by teguh
Juni 9, 2026

Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian membuka kembali perdebatan lama tentang hubungan politik dan birokrasi daerah. Dalam rapat bersama Komisi II...

Next Post
Persib Menang di Bandung, Harapan di Asia Pupus

Persib Menang di Bandung, Harapan di Asia Pupus

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id