Rabu, Oktober 21, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hujan Ekstrem Picu Lahar Merapi, Tiga Penambang Tewas dan Belasan Truk Hanyut

by dimas
Maret 5, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Hujan deras yang mengguyur puncak Gunung Merapi pada Selasa sore, 3 Maret 2026, langsung mengubah alur sungai menjadi arus lahar mematikan. Banjir lahar itu menewaskan tiga penambang pasir, melukai enam orang, dan membuat dua lainnya sempat dinyatakan hilang hingga pada Rabu (4/3/2026).

Data terbaru dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang mencatat korban tewas atas nama Imam Setiawan (21) warga Semarang, Fuad Hasan (25) warga Magelang, dan Heru (24) warga Magelang. Tim gabungan terus menyisir alur sungai untuk memastikan tidak ada korban lain yang tertinggal.

Hujan 144 Milimeter dan Sistem Peringatan Dini

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Agus Budi Santoso, menjelaskan hujan mulai turun sekitar pukul 15.00 WIB dan berlangsung hampir empat jam. Curah hujan mencapai 144 milimeter, angka yang masuk kategori sangat lebat dan melampaui ambang aman potensi lahar.

Sistem pemantauan Merapi langsung mengirimkan peringatan dini kepada masyarakat dan para penambang sejak pukul 15.15 WIB. Namun, derasnya hujan di kawasan puncak membuat aliran material vulkanik turun cepat mengikuti gravitasi.

Sekitar pukul 16.30 WIB, lahar mulai mengalir melalui Sungai Gendol, Sungai Apu, Sungai Trising, Sungai Senowo, dan Sungai Pabelan. Sungai-sungai ini memang menjadi jalur utama material erupsi ketika hujan mengguyur lereng Merapi yang berada di perbatasan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

Ini Belum Selesai

Starbucks Global Pangkas Gerai, Lalu Indonesia?

Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran di DPRD DIY Diwarnai Kericuhan

Penambang Jadi Korban Utama

Sebagian besar korban merupakan penambang pasir yang beraktivitas di alur sungai saat hujan mengguyur hulu. Aktivitas tambang rakyat di kawasan Merapi memang menjadi sumber penghidupan ribuan warga. Namun, pekerjaan ini selalu membawa risiko besar, terutama saat cuaca ekstrem datang tanpa kompromi.

Selain korban jiwa, sedikitnya 15 truk dilaporkan hanyut terseret arus. Kendaraan itu diduga parkir atau beroperasi di sekitar bantaran sungai ketika lahar turun. Kerugian material pun tidak kecil, karena satu unit truk tambang bisa bernilai ratusan juta rupiah.

Di balik angka korban, ada keluarga yang kehilangan tulang punggung ekonomi. Para penambang dan sopir truk biasanya bekerja harian. Ketika bencana datang, bukan hanya nyawa yang terancam, tetapi juga penghasilan rumah tangga mereka.

Respons Pemerintah dan Risiko Berulang

Tim Badan Geologi melalui BPPTKG langsung berkoordinasi dengan BPBD, TNI, Polri, dan relawan untuk mempercepat pencarian serta penanganan dampak. Pada Rabu pagi, tim memfokuskan pencarian di bantaran Sungai Senowo dan Sungai Apu, lokasi dengan material paling tebal.

Agus mengimbau warga yang tinggal di sepanjang alur sungai berhulu di Merapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan sedang hingga lebat turun di kawasan puncak. Ia juga meminta para penambang menghentikan aktivitas di dalam alur sungai saat hujan terjadi.

Pemerintah daerah kini menghadapi tantangan klasik: menjaga keselamatan warga tanpa mematikan roda ekonomi lokal. Penambangan pasir Merapi selama ini menyokong pembangunan dan menjadi sumber nafkah masyarakat sekitar. Namun setiap musim hujan, ancaman lahar selalu kembali menghantui.

Merapi mungkin sedang tidak erupsi besar. Tetapi hujan ekstrem saja cukup untuk mengubah material vulkanik menjadi bencana. Pertanyaannya, sampai kapan warga harus memilih antara mencari nafkah atau mempertaruhkan nyawa di dasar sungai? @dimas

Tags: bencanaBencana AlamJawa TengahLaharmagelangmerapiMitigasisiaga

Kamu Melewatkan Ini

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

Kabar OTT KPK Bupati Klaten Beredar, KPK Belum Beri Konfirmasi

by teguh
Oktober 15, 2026

Kabar OTT KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, beredar pada Kamis, 15/10/2026. Informasi itu turut menyebut nama...

Banjir Bandang Padang, 55 Rumah Rusak dan 40 KK Mengungsi

Banjir Bandang Padang, 55 Rumah Rusak dan 40 KK Mengungsi

by dimas
Oktober 12, 2026

Banjir bandang menerjang Padang dan merusak 55 rumah serta memutus akses jalan di Kuranji. Sebanyak 40 KK mengungsi, sementara warga...

Banjir Bandang Nias Selatan Rendam 60 Rumah di Dua Kecamatan

Banjir Bandang Nias Selatan Rendam 60 Rumah di Dua Kecamatan

by dimas
Oktober 3, 2026

Banjir bandang menerjang Nias Selatan dan merendam 60 rumah di dua kecamatan. Air bercampur lumpur juga menggenangi fasilitas umum. Tabooo.id:...

Next Post
Pertamina Siaga Ramadhan 2026: BBM Aman, Mobilitas Lebaran Jadi Ujian

Pertamina Siaga Ramadhan 2026: BBM Aman, Mobilitas Lebaran Jadi Ujian

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id