Tabooo.id: Check – Di internet, berita sedih memang selalu lebih cepat larinya dibanding logika. Kali ini, linimasa penuh ucapan duka setelah sebuah video tersebar luas di Facebook. Videonya menampilkan rombongan orang mengangkat keranda, lengkap dengan caption dramatis:
“Turut berduka cita atas meninggalnya Ammar Zoni… Innalillahi…”
Warganet yang tak sempat ngopi langsung percaya. Grup WhatsApp keluarga ikut ramai. Bahkan ada yang sudah siap-siap posting foto bareng Ammar zaman sinetron.
Padahal… ya namanya juga internet. Tidak semua yang kelihatan meyakinkan itu benar.
“Ammar Zoni Meninggal Dunia November 2025”
Narasi ini dibagikan oleh beberapa akun Facebook yang sepertinya doyan memanfaatkan momen. Caption-nya lengkap dengan gaya “admin takziah”, seakan Tabooo.id ikut ngumumin kabar duka.
Isi videonya? Keranda. Orang ramai. Musik sedih.
Keterangan teksnya? Lebih dramatis dari FTV.
Seolah-olah semesta sedang memberi tahu bahwa Ammar Zoni sudah tiada.
Padahal…
HOAKS. AMMAR ZONI MASIH HIDUP, TAPI… YA, TETAP DI PENJARA
Setelah Tim Cek Fakta Tabooo.id menelusuri video tersebut, hasilnya jelas nggak ada informasi valid bahwa Ammar Zoni meninggal dunia pada November 2025.
Penelusuran lewat Google Lens menemukan bahwa video itu bukan pemakaman Ammar, melainkan pemakaman ayahnya, Suhendri Zoni, yang meninggal pada 20 Januari 2024 karena kanker hati.
Jenazah sang ayah dimakamkan di TPU Kalimulya I, Depok, pada 21 Januari 2024.
Sementara Ammar Zoni?
Ia masih hidup dan masih menjalani masa tahanan di Lapas Nusakambangan terkait kasus narkoba di Rutan Salemba.
Jadi yang meninggal dalam video itu bukan Ammar, bukan clone Ammar, dan bukan Ammar versi multiverse.
KENAPA HOAKS INI MUDAH DITELAN MENTAH-MENTAH?
Pertama, karena visual keranda itu memang powerful. Sekali lihat, otak langsung berasumsi: “Oh, ini pasti video kematian.”
Kedua, oknum pembuat konten tahu betul kelemahan netizen kalau caption-nya sedih dan pakai salam takziah, 80% orang langsung percaya tanpa cek sumber.
Ketiga, algoritma media sosial memang doyan drama. Konten sedih, marah, atau bikin panik selalu punya tiket VIP untuk muncul di beranda lebih sering. Jadilah video itu naik daun, sementara fakta malah susah naik pangkat.
Keempat, publik sudah lama mengikuti drama kehidupan Ammar Zoni. Kasus hukum, pemberitaan, dan segala kontroversi membuat hoaks seperti ini terasa “mungkin saja” buat sebagian orang.
Padahal, kebenaran tetap kebenaran sekeras apa pun netizen ingin percaya sebaliknya.
CEK DULU SEBELUM IKUT NYEBAR
Internet memang cepat, tapi kamu nggak harus ikut-ikutan terburu-buru. Kalau ada video keranda lewat di linimasa, jangan langsung paste ucapan duka atau tag temen sambil ngetik.
Ambil jeda. Tarik napas. Cek faktanya.
Karena salah satu bentuk kebaikan kecil di dunia digital adalah tidak ikut menyebarkan berita kematian palsu orang yang masih hidup.
Ingat, sebelum share…
cek dulu biar nggak ikut dosa digital. @dimas




