Tabooo.id Check – Sebuah foto tangkapan layar ramai beredar di Facebook melalui akun bernama “Jhie Erni Hamzah”. Unggahan ini menyebut Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Keuangan Purbaya sepakat menurunkan harga BBM dari Rp11.000 menjadi Rp7.000 per liter dalam waktu dekat.
Penulis unggahan menggunakan huruf kapital dan tanda seru berulang. Gaya penulisan ini memberi kesan tegas dan mendesak, seolah pemerintah sudah mengambil keputusan dan tinggal mengumumkannya ke publik. Narasi tersebut juga menyebut harga Rp7.000 per liter masih memberi keuntungan besar dan bertujuan meringankan beban masyarakat.
Hingga Rabu (14/1/2026), unggahan ini mencatat lebih dari 139 ribu penayangan. Pengguna Facebook membagikannya 134 kali, memberi sekitar 4.100 tanda suka, dan meninggalkan lebih dari 500 komentar. Banyak warganet langsung menyambut kabar ini dengan penuh antusias.
Ramai Dibicarakan, Tapi Sepi Bukti Resmi
Tim Pemeriksa Fakta Mafindo (TurnBackHoax) menelusuri klaim tersebut dengan mencari pernyataan resmi Presiden Prabowo dan Menteri Keuangan Purbaya terkait rencana penurunan harga BBM menjadi Rp7.000 per liter.
Tim melakukan penelusuran melalui mesin pencari dan kanal resmi pemerintah. Hasilnya, mereka tidak menemukan pernyataan resmi, siaran pers, atau kebijakan negara yang mendukung klaim tersebut. Kementerian dan lembaga terkait juga tidak pernah mengumumkan rencana penurunan harga BBM ke angka Rp7.000 per liter.
Dengan demikian, narasi yang beredar di media sosial ini tidak memiliki dasar fakta.
Penyesuaian Harga Ada, Tapi Angkanya Tidak Fantastis
Kesalahpahaman ini muncul karena sebagian orang memelintir informasi tentang penyesuaian harga BBM menjadi klaim penurunan besar dan menyeluruh.
TurnBackHoax kemudian menelusuri kata kunci “Harga Resmi BBM Tahun 2026”. Penelusuran tersebut mengarah pada pemberitaan CNBC Indonesia yang membahas penyesuaian harga BBM di awal tahun 2026.
Dalam laporan itu, pemerintah dan Pertamina memang menurunkan harga BBM non-subsidi. Namun, penurunan tersebut hanya berada di kisaran Rp200 hingga Rp400 per liter. Kebijakan ini bersifat terbatas dan tidak berlaku untuk semua jenis BBM.
BBM Subsidi Tetap di Tempat
Sementara itu, BBM subsidi tetap tanpa perubahan harga.
Harga yang berlaku hingga kini adalah:
- Solar subsidi Rp6.800 per liter
- Pertalite (RON 90) Rp10.000 per liter
Pertamina menyesuaikan harga BBM berdasarkan Keputusan Menteri ESDM tentang formula harga dasar BBM. Kebijakan ini bersifat teknis dan rutin. Pemerintah tidak membuat keputusan mendadak, apalagi menurunkan harga secara ekstrem.
Angka Murah, Nama Besar, Hoaks Pun Jalan
Harga Rp7.000 per liter terdengar realistis dan terasa ramah di dompet. Ketika klaim ini membawa nama tokoh besar, banyak orang langsung percaya tanpa melakukan pengecekan ulang.
Pola ini sering muncul dalam hoaks. Pembuat hoaks mengambil isu nyata, memotong konteksnya, lalu menambahkan klaim besar agar terlihat meyakinkan. Akibatnya, informasi keliru menyebar lebih cepat daripada klarifikasinya.
Berharap Boleh, Tapi Jangan Lupa Cek Fakta
Harga BBM murah memang menjadi impian banyak orang. Membacanya saja sudah cukup membuat hati hangat. Namun, rasa senang tidak selalu sejalan dengan kenyataan.
Di media sosial, orang sering mengemas informasi dengan narasi bombastis agar cepat viral. Tanpa verifikasi, kabar seperti ini hanya membentuk harapan palsu.
Sebelum share, cek dulu—biar gak ikut dosa digital @eko




