Tabooo.id: Check – Menjelang Ramadhan 1447 H, lini masa mendadak religius sekaligus “dermawan”. Tiba-tiba, sebuah akun menyebarkan narasi bahwa Purbaya Yudhi Sadewa membagikan bantuan modal usaha. Waktunya terasa pas. Februari 2026. Banyak orang sedang menyiapkan lapak takjil, hampers, sampai kue kering musiman.
Lewat unggahan itu, si pemilik akun mengajak warganet menghubungi admin melalui Facebook Messenger. Mereka menjanjikan pencairan cepat. Cukup kirim data. Tanpa prosedur panjang.
Sekilas terlihat meyakinkan. Namun justru di situlah letak masalahnya.
Fakta Resmi: Tidak Ada Programnya
Pertama, Purbaya tidak pernah mengumumkan program bantuan tersebut. Kedua, Kementerian Keuangan Republik Indonesia juga tidak merilis kebijakan apa pun soal modal usaha jelang Ramadhan 2026. Selain itu, tidak satu pun kanal resmi pemerintah memuat informasi serupa.
Artinya, klaim itu tidak berdasar.
Lebih jauh lagi, akun yang menyebarkan narasi tersebut menunjukkan ciri akun palsu. Mereka memakai nama pejabat, tetapi tidak memiliki tanda verifikasi. Mereka juga aktif menawarkan bantuan, namun tidak pernah menautkan sumber resmi.
Jadi, kita tidak sedang melihat program negara. Kita sedang melihat modus.
Kenapa Banyak Orang Tetap Percaya?
Di satu sisi, Ramadhan membuka peluang usaha. Di sisi lain, banyak orang membutuhkan tambahan modal. Karena itu, ketika muncul tawaran instan dari sosok pejabat, sebagian orang langsung berharap.
Namun logikanya sederhana.
Kalau pemerintah meluncurkan program bantuan, mereka pasti mengumumkannya secara terbuka. Mereka biasanya menyiapkan situs resmi, mekanisme pendaftaran jelas, serta tahapan verifikasi. Sebaliknya, mereka tidak merekrut peserta lewat pesan pribadi dengan embel-embel “kuota terbatas”.
Selain itu, penipu sengaja memanfaatkan rasa tergesa-gesa. Mereka mendorong calon korban agar segera mengirim data. Bahkan kadang mereka meminta biaya administrasi. Akibatnya, korban bukan mendapat modal, melainkan kehilangan uang dan data pribadi.
Pola Akun Impostor yang Perlu Kamu Kenali
Biasanya, pelaku membuat akun baru dengan nama mirip pejabat. Mereka mengunggah konten seragam tentang bantuan sosial. Lalu mereka memenuhi kolom komentar dengan testimoni yang terdengar terlalu sempurna.
Selanjutnya, mereka selalu mengarahkan percakapan ke jalur privat. Mereka menghindari diskusi terbuka karena tidak ingin orang lain ikut memeriksa klaimnya.
Karena itu, kalau sebuah akun terus mendesakmu untuk pindah ke DM dan segera mengirim data, kamu patut curiga.
Jangan Mudah Tergoda
Memang, Ramadhan identik dengan kebaikan. Namun justru karena itu, penipu melihat peluang. Mereka tahu orang sedang berharap. Mereka tahu banyak orang ingin percaya.
Oleh sebab itu, kita harus lebih waspada.
Cek sumbernya. Telusuri pengumuman resminya. Bandingkan dengan akun terverifikasi. Jika tidak menemukan rilis resmi, hentikan di situ.
Ingat, rezeki tidak datang lewat akun palsu. Dan pemerintah tidak menjalankan program diam-diam lewat Messenger.
Sebelum share, cek dulu biar gak ikut dosa digital. @eko




