Rabu, September 16, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Hercules Ada di Lokasi Kericuhan, GRIB Jaya Bantah Provokasi

by teguh
Agustus 30, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter
Nama Hercules Rosario Marshal atau akrab di panggil Hercules ada di lokasi kericuhan saat demonstrasi di sekitar Gedung DPR/MPR pada Kamis malam, 27/08/2026.

Tabooo.id: Jakarta – Sejumlah video di media sosial memperlihatkan Ketua Umum GRIB Jaya Hercules ada di lokasi kericuhan tersebut di sekitar lokasi setelah situasi memanas. GRIB Jaya mengakui keberadaan Hercules. Namun, organisasi itu membantah Hercules datang untuk memprovokasi massa atau terlibat bentrokan.

Hercules Ada di Lokasi Kericuhan

Divisi Hukum DPP GRIB Jaya, Wilson Colling, memberikan klarifikasi pada Sabtu, 29/08/2026.

Dalam keterangannya, Wilson menyebut Hercules hadir untuk memantau situasi dan menjaga kondisi lingkungan tetap kondusif.

“Kehadiran tersebut merupakan bagian dari upaya persuasif untuk memantau keadaan dan menjaga kondusivitas lingkungan, bukan untuk memperkeruh keadaan, melakukan provokasi, ataupun terlibat dalam benturan fisik.”

Klarifikasi itu muncul setelah video Hercules beredar luas. Wilson meminta publik melihat peristiwa secara utuh, bukan melalui potongan rekaman.

Kronologi, saksi, serta bukti lain, kata dia, perlu diperiksa sebelum seseorang dikaitkan dengan tindak pidana.

Ini Belum Selesai

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

TPNPB Klaim Tembak Sopir di Wamena-Nduga: Jalur Publik Jadi Zona Ancaman

Tidak Ada Instruksi Ikut Demonstrasi

Posisi organisasi terhadap aksi 27 Agustus juga mendapat penegasan.

Wilson mengatakan GRIB Jaya tidak pernah menginstruksikan anggota untuk mengikuti demonstrasi tersebut.

“Secara organisatoris tidak pernah ada instruksi untuk mengikuti demonstrasi maupun melakukan kegiatan apa pun yang berkaitan dengan aksi tersebut.”

Menurutnya, organisasi sudah menyampaikan instruksi tersebut melalui saluran internal.

Atas dasar itu, Wilson meminta publik membedakan tindakan individu dengan keputusan organisasi.

“Keberadaan individu tertentu di suatu lokasi tidak dapat serta-merta ditafsirkan sebagai representasi tindakan organisasi.”

Bagi GRIB Jaya, hubungan seseorang dengan tindak pidana harus dibuktikan melalui tindakan konkret dan alat bukti yang sah.

Seruan “Pulang” Ikut Viral

Potongan video lain memperlihatkan seruan “pulang” saat situasi di lokasi mulai tidak kondusif.

GRIB Jaya memberikan konteks berbeda terhadap ucapan tersebut. Wilson menyebut seruan itu bisa bermakna sebagai ajakan meninggalkan lokasi secara tertib.

“Seruan untuk ‘pulang’ justru dapat dimaknai sebagai imbauan agar masyarakat atau massa meninggalkan lokasi secara tertib ketika situasi sudah tidak kondusif.”

Ia meminta publik tidak memisahkan ucapan tersebut dari waktu, tempat, dan rangkaian peristiwa.

Konteks menjadi penting karena video pendek dapat menghilangkan bagian sebelum atau sesudah sebuah kejadian.

Polda Metro Jaya Masih Verifikasi

Dari sisi kepolisian, belum ada kesimpulan mengenai keterlibatan ormas dalam kericuhan tersebut.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyampaikan posisi itu pada Jumat, 28/08/2026.

“Kalau terkait tentang (keterlibatan) Ormas kami masih melakukan pendalaman karena fakta harus terverifikasi. Kami mohon waktu.”

Budi juga belum memberikan kesimpulan mengenai keberadaan Hercules di lokasi.

Ia justru mengingatkan publik agar berhati-hati terhadap informasi yang beredar melalui media sosial.

“Teman-teman harus memahami banyak unggahan di media sosial yang disinformasi, provokasi dan hoaks.”

Dengan demikian, polisi masih menguji informasi yang beredar sebelum menarik kesimpulan hukum. (suara.com)

45 Orang Sudah Jadi Tersangka

Sementara penyelidikan berjalan, polisi sudah memproses ratusan orang yang mereka amankan setelah kericuhan. Polda Metro Jaya mencatat 322 orang menjalani pemeriksaan pada Jumat, 28/08/2026.

Dari jumlah tersebut, polisi menetapkan 45 orang sebagai tersangka. Perkara mereka berkaitan dengan dugaan perusakan fasilitas umum, penganiayaan, dan tindak pidana lain dalam rangkaian kericuhan. (news.detik.com)

Dirreskrimum Polda Metro Jaya Kombes Iman Imanuddin menjelaskan penetapan tersebut berdasarkan pemeriksaan saksi dan alat bukti.

“Dari hasil penyelidikan tersebut, berdasarkan alat bukti dan saksi yang kami lakukan pemeriksaan dalam proses penyelidikan, saat ini kami telah menetapkan 45 orang sebagai tersangka.”

Polisi juga menyita sejumlah benda dari penanganan perkara. Barang tersebut antara lain golok, gunting, ketapel, anak panah, rantai besi, dan bambu. (amp.suara.com)

Namun, polisi belum menyatakan Hercules atau GRIB Jaya terkait dengan 45 tersangka tersebut.

Mengapa Nama Hercules Jadi Sorotan?

Jawabannya berawal dari video. Rekaman yang beredar memperlihatkan Hercules berada di sekitar lokasi. Potongan tersebut kemudian memunculkan berbagai tafsir di ruang digital.

Persoalannya, satu video hanya menangkap satu bagian dari rangkaian peristiwa.

Rekaman itu belum otomatis menjelaskan tindakan seseorang sebelum maupun setelah kamera merekam. Karena itu, proses verifikasi tetap menjadi kunci.

Viral Bukan Berarti Terbukti

Ada fakta yang sudah jelas yaitu Hercules berada di lokasi dan GRIB Jaya mengakui keberadaan tersebut. Organisasi itu juga membantah keterlibatan Hercules dalam kericuhan.

Pada saat yang sama, polisi masih mendalami dugaan keterlibatan ormas. Artinya, publik belum memiliki dasar untuk menyebut Hercules sebagai pelaku kerusuhan.

Sebaliknya, bantahan GRIB Jaya juga tidak otomatis menutup proses pemeriksaan. Aparat tetap perlu menguji rekaman, saksi, kronologi, dan bukti lain.

Ini bukan sekadar soal siapa yang muncul dalam video. Ini soal bagaimana publik membedakan fakta dari kesimpulan.

Timeline Bukan Ruang Pengadilan

Video bisa menyebar dalam hitungan detik. Sayangnya, klarifikasi tidak selalu bergerak secepat tuduhan. Satu potongan rekaman bisa membentuk opini sebelum pemeriksaan selesai.

Karena itu, publik perlu memberi ruang bagi proses verifikasi. Jika seseorang melakukan tindak pidana, hukum harus membuktikannya.

Jika seseorang hanya berada di lokasi, keberadaan itu juga tidak boleh otomatis berubah menjadi tuduhan.

Pada akhirnya, pertanyaan paling penting bukan sekadar “Hercules ada di mana?”

Pertanyaannya adalah “Apa yang ia lakukan, apa buktinya, dan apa kesimpulan polisi setelah seluruh fakta diperiksa?”

Sampai 30/08/2026, fakta yang tersedia menunjukkan Hercules berada di lokasi. GRIB Jaya membantah provokasi, sementara polisi masih melakukan pendalaman.

Jadi, jangan jadikan timeline sebagai ruang pengadilan. Biarkan bukti bicara. @teguh

Tags: Demo 27 AgustusGRIB JayaHerculesKericuhan JakartaPolda Metro Jaya

Kamu Melewatkan Ini

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

Kerusuhan Pejompongan Dibayar, Siapa yang Menggerakkan?

by dimas
September 15, 2026

Kerusuhan Pejompongan diduga melibatkan massa bayaran. Polisi mengungkap rantai uang dan mencari siapa yang menggerakkan massa. Tabooo.id - Kerusuhan tidak...

Tiga Pengeroyok Bambang Ditangkap, Benarkah Bukan Anggota Ormas?

Tiga Pengeroyok Bambang Ditangkap, Benarkah Bukan Anggota Ormas?

by dimas
September 12, 2026

Tiga pengeroyok Bambang Setiawan ditangkap polisi. Polda Metro Jaya menyatakan ketiganya tak terafiliasi ormas, tetapi benarkah demikian? Tabooo.id - Ada...

Tiga Orang Ditangkap atas Dugaan Pengeroyokan Bambang

Tiga Orang Ditangkap atas Dugaan Pengeroyokan Bambang

by dimas
September 12, 2026

Tiga orang ditangkap polisi terkait dugaan pengeroyokan yang menewaskan Bambang Setiawan saat kericuhan di Jalan Pejompongan Raya. Tabooo.id - Kerumunan...

Next Post
Desa Sade Terbakar, Masa Depan Tradisi Sasak Dipertaruhkan

Desa Sade Terbakar, Masa Depan Tradisi Sasak Dipertaruhkan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id