Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Tanah Belum Sepakat Sejak 2022, Tol Bawen-Yogya Terancam Jalan di Tempat

by dimas
November 17, 2025
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Polemik pembebasan lahan Tol Bawen-Yogyakarta kembali memanas. Di Temanggung, terutama di Desa Kebumen dan Desa Pingit, warga masih memperjuangkan harga tanah yang mereka anggap tidak sesuai. Drama appraisal yang berlangsung sejak 2022 terasa seperti serial panjang tanpa akhir penuh ketegangan dan belokan baru, tetapi tak kunjung menemukan penyelesaian.

Bupati Temanggung, Agus Setyawan, akhirnya menemui warga untuk mendengar langsung keluhan mereka. Setelah tiga tahun tarik-ulur nilai appraisal, Agus menggambarkan proses ini seperti “mengejar layangan putus” sudah dikejar dan ditarik, tetapi tetap saja melayang dan sulit digapai. Warga mulai kelelahan, pemerintah daerah berada di tengah tekanan, dan pemerintah pusat berharap proses pembebasan lahan tetap berjalan mulus.

Dukung PSN, Tapi Rakyat Harus Tetap Dilindungi

Dalam dialog itu, Agus menegaskan komitmen pemerintah daerah. Ia mendukung pembangunan Tol Bawen-Yogyakarta sebagai Proyek Strategis Nasional (PSN), tetapi menolak jika warga harus menanggung kerugian.

“Ketika rakyat menjual lahannya, itu aset terakhir mereka. Jalan tol ini akan dipakai banyak orang, tetapi warga yang lahannya dilewati tidak boleh menjadi pihak paling dirugikan,” tegasnya.

Bagi banyak warga, tanah bukan sekadar sebidang lahan. Tanah adalah tabungan hidup, warisan keluarga, dan jaminan masa depan. Karena itu, ketika nilai appraisal terasa terlalu rendah, mereka merasa kehilangan sesuatu yang jauh lebih besar dari harga per meter persegi.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Pusat Mengejar Progres, Warga Mengejar Keadilan

Pemerintah pusat ingin pembebasan lahan selesai secepat mungkin. Tol ini akan menghubungkan Semarang-Solo-Yogyakarta, memperlancar logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah. Setiap penundaan berpotensi membuat biaya proyek membengkak.

Di sisi lain, warga meminta keadilan. Mereka ingin nilai appraisal dihitung ulang agar sesuai dengan nilai riil tanah dan kehidupan yang mereka bangun di atasnya.

Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, ikut menyoroti persoalan ini. Ia mendorong kementerian terkait untuk memperbaiki mekanisme appraisal yang merugikan warga.

“Kita bicara tentang kepentingan publik, tetapi kepentingan rakyat yang terdampak langsung harus menjadi prioritas utama,” ujarnya.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertinggal?

Dalam dinamika proyek besar seperti ini, selalu muncul pertanyaan klasik: siapa yang diuntungkan dan siapa yang harus mengalah? Pemerintah pusat mengejar target, investor butuh kepastian, dan pemerintah daerah ingin terlihat hadir. Sementara itu, warga yang menyerahkan tanah justru berada pada posisi paling rapuh.

Dari Temanggung, suara mereka tegas pembangunan boleh berjalan, tetapi warga tidak boleh kehilangan masa depan.

Jalan yang Lurus Dimulai dari Proses yang Jelas

Ironi terbesar muncul di sini negara mampu menghitung anggaran triliunan untuk konstruksi, tetapi sering kesulitan menentukan harga layak untuk tanah milik rakyat.

Kelak, jika jalan tol ini berdiri dan ribuan kendaraan melintasinya setiap hari, publik tidak boleh melupakan bahwa setiap proyek besar wajib dimulai dengan proses yang adil dan transparan bukan negosiasi berliku yang menyisakan luka.

Pembangunan semestinya membawa kebahagiaan bagi semua pihak, termasuk warga yang lahannya menjadi fondasi dari proyek tersebut. @dimas

Tags: Suara Rakyat

Kamu Melewatkan Ini

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Benarkah Kritik Pemerintah Bisa Langsung Dipidana? Ini Faktanya

Benarkah Kritik Pemerintah Bisa Langsung Dipidana? Ini Faktanya

by eko
Mei 10, 2026

“Kritik pemerintah bisa bikin masuk penjara.” Kalimat itu kini semakin sering muncul di media sosial Indonesia. Di grup WhatsApp keluarga,...

Ketika Rakyat Takut Mengkritik, Masihkah Demokrasi Kita Hidup?

Ketika Rakyat Takut Mengkritik, Masih Hidupkah Demokrasi Kita?

by dimas
Mei 10, 2026

Saat rakyat mulai takut mengkritik kekuasaan, apatisme, ketakutan, dan normalisasi ketidakadilan perlahan membayangi ruang publik Indonesia. Kritik yang seharusnya menjadi...

Next Post
Ethiopia Kewalahan Hadapi Marburg: Wabah Baru, Risiko Lama, dan Afrika Timur yang Harus Siaga

Ethiopia Kelabakan Lawan Marburg: Afrika Timur Wajib Waspada

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id