Kamis, Juni 25, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Sejumlah Komoditas Pangan Nasional Mengalami Penurunan

by dimas
Januari 28, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga sejumlah komoditas pangan nasional bergerak turun pada Rabu (28/1/2026) pagi. Tren ini membawa angin segar bagi konsumen rumah tangga, khususnya kelompok berpenghasilan menengah ke bawah, yang selama beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan biaya hidup.

Berdasarkan Panel Harga Badan Pangan Nasional (Bapanas) yang diakses pukul 09.30 WIB, berbagai komoditas strategis mencatat koreksi harga. Penurunan terlihat pada bumbu dapur, cabai, hingga sebagian protein hewani.

Kondisi ini tidak hanya tercermin pada angka statistik, tetapi juga mulai terasa pada belanja harian masyarakat.

Bumbu Dapur Lebih Terjangkau

Harga rata-rata nasional bawang merah turun menjadi Rp38.759 per kilogram atau berkurang Rp1.768 dibandingkan hari sebelumnya. Bawang putih bonggol juga melemah ke level Rp38.041 per kilogram.

Penurunan ini memberi dampak nyata pada pengeluaran dapur. Bagi banyak keluarga, bawang merah dan bawang putih merupakan kebutuhan harian yang sulit tergantikan. Saat harganya menurun, sisa anggaran rumah tangga dapat dialihkan untuk kebutuhan lain, seperti lauk pauk atau biaya pendidikan anak.

Ini Belum Selesai

Kirab Perdana Perkuat Identitas Madiun sebagai Kota Pendekar

Hening Bermakna, Kirab Pusaka Buka Suran Agung 2026

Kelompok cabai ikut mencatat penurunan. Cabai merah keriting berada di Rp33.859 per kilogram, cabai merah besar Rp33.812 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp50.115 per kilogram.

Turunnya harga cabai memberi efek ganda. Selain menekan potensi inflasi pangan, kondisi ini juga menurunkan tekanan psikologis masyarakat. Cabai kerap menjadi simbol “mahalnya kebutuhan dapur” di mata publik, sehingga ketika harganya turun, persepsi biaya hidup ikut membaik.

Harga daging ayam ras berada di rata-rata Rp38.458 per kilogram. Telur ayam ras turun dan tercatat Rp30.238 per kilogram.

Bagi rumah tangga berpenghasilan rendah, penurunan harga ayam dan telur berarti peluang lebih besar untuk memenuhi kebutuhan protein keluarga. Asupan gizi yang lebih baik berpotensi berdampak pada kesehatan dan produktivitas, terutama bagi anak-anak dan pekerja.

Sementara itu, harga daging sapi murni tercatat Rp135.604 per kilogram. Meski belum turun signifikan, stabilitas harga daging sapi membantu menjaga ekspektasi pasar agar tidak terjadi lonjakan mendadak.

Beras Stabil, Keamanan Pangan Terjaga

Harga beras relatif stabil. Beras premium tercatat Rp15.491 per kilogram, beras medium Rp13.232 per kilogram, dan beras program SPHP Rp12.404 per kilogram.

Stabilnya harga beras sangat penting bagi masyarakat. Sebagai makanan pokok utama, kenaikan kecil pada harga beras dapat berdampak besar pada total pengeluaran rumah tangga. Stabilitas ini membantu menjaga rasa aman terkait ketersediaan pangan.

Harga minyak goreng curah berada di Rp17.485 per liter. Minyak goreng kemasan tercatat Rp20.721 per liter, sedangkan MinyaKita dijual rata-rata Rp17.350 per liter.

Di sektor perikanan, harga ikan kembung turun menjadi Rp43.978 per kilogram, ikan tongkol Rp36.152 per kilogram, dan ikan bandeng Rp36.077 per kilogram.

Penurunan ini membuka peluang bagi masyarakat untuk menyusun menu yang lebih bervariasi tanpa menambah beban biaya. Variasi konsumsi pangan berkontribusi pada pola makan yang lebih seimbang.

Harga gula konsumsi tercatat Rp18.022 per kilogram. Tepung terigu kemasan berada di Rp12.599 per kilogram, sementara terigu curah Rp9.509 per kilogram.

Harga yang terkendali membantu pelaku usaha kecil, seperti pedagang gorengan, penjual kue, dan usaha rumahan, menjaga biaya produksi tetap stabil.

Dampak Sosial-Ekonomi yang Lebih Luas

Secara umum, tren penurunan harga pangan berpotensi memperbaiki daya beli masyarakat. Jika kondisi ini bertahan, konsumsi rumah tangga dapat meningkat, yang pada akhirnya mendorong perputaran ekonomi di tingkat lokal.

Meski demikian, pemerintah tetap perlu memastikan pasokan terjaga dan distribusi berjalan lancar. Tanpa pengawasan, penurunan harga berisiko bersifat sementara.

Bagi masyarakat kecil, stabilitas pangan bukan sekadar deretan angka statistik. Stabilitas menentukan apakah keluarga bisa makan cukup, bergizi, dan layak setiap hari. @dimas

Tags: Daya BeliEkonomi IndonesiaHarga PanganInflasiKomoditasmasyarakatPanganStabilitas

Kamu Melewatkan Ini

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

Orang Kaya Menikmati Separuh Subsidi BBM, Siapa Sebenarnya Dibantu Negara?

by teguh
Juni 13, 2026

Bagi banyak orang, subsidi BBM terlihat sebagai bentuk kehadiran negara. Selama harga bahan bakar tetap terjangkau, masyarakat merasa pemerintah masih...

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

Bank Dunia: Orang Kaya Nikmati Mayoritas Subsidi BBM

by teguh
Juni 13, 2026

Pemerintah selama bertahun-tahun mengandalkan subsidi bahan bakar minyak (BBM) untuk menjaga daya beli masyarakat. Namun, temuan terbaru Bank Dunia menunjukkan...

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

Investor Sudah Datang, Tapi Mesin Negara Masih Pemanasan?

by teguh
Juni 12, 2026

"Rakyat tidak membutuhkan narasi kemenangan. Rakyat membutuhkan bukti bahwa negara bekerja." Pernyataan pengamat politik Rocky Gerung itu mungkin terdengar sederhana....

Next Post
Drama Sidang Ahok: Presiden dan BUMN Disebut Perlu Diperiksa

Drama Sidang Ahok: Presiden dan BUMN Disebut Perlu Diperiksa

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id