Rabu, November 4, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Plastik Naik, Gimana Nasib UMKM dan PKL ?

by jeje
April 5, 2026
in Talk
A A
Home Talk

Tabooo.id: Talk – Konflik di Timur Tengah mungkin terasa jauh. Tapi dampaknya sekarang sudah sampai ke lapak kecil di Madiun. Harga plastik naik, dan pelaku UMKM mulai merasakan tekanan yang nyata.

Masalahnya bukan sekadar angka. Tapi pilihan yang serba salah: naikkan harga dan kehilangan pembeli, atau bertahan dan pelan-pelan kehilangan keuntungan.

“Kami Disuruh Bertahan, Tapi Modal Terus Naik”

Sejumlah pelaku UMKM di Madiun mulai menyuarakan kegelisahan yang sama. Mereka melihat kenaikan harga plastik sebagai beban tambahan yang tidak punya solusi cepat.

“Semua bahan naik, tapi kami nggak bisa ikut naikkan harga seenaknya. Pembeli langsung kabur,” ujar salah satu pedagang minuman di kawasan pasar tradisional Madiun.

Yang lain menambahkan dengan nada lebih frustrasi.

Ini Belum Selesai

TNI Turun Amankan Demonstrasi, Di Mana Batas Kewenangannya?

Aksi 28 Oktober: Retaknya Kepercayaan Publik terhadap Pemerintah

“Kalau terus begini, kami disuruh bertahan pakai apa? Modal naik, untung makin tipis.”

Keluhan ini tidak berdiri sendiri. Ia muncul dari pola yang sama: kenaikan biaya tidak diikuti kenaikan daya beli.

Pembeli Juga Punya Batas

Di sisi lain, masyarakat sebagai konsumen juga punya perspektif yang tidak kalah kuat. Mereka tidak menolak tanpa alasan.

“Bukan nggak mau bayar lebih, tapi pengeluaran juga lagi berat. Semua harga naik,” kata Erna (43) warga Madiun.

Respons ini menunjukkan satu hal: tekanan terjadi di dua sisi. Pedagang terhimpit biaya, pembeli terhimpit kebutuhan hidup.

Di tengah situasi ini, tidak ada pihak yang benar-benar nyaman.

Masalahnya Lebih Dalam dari Sekadar Plastik

Kenaikan harga plastik hanyalah gejala. Akar masalahnya ada pada terganggunya impor bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.

Namun bagi UMKM, konteks global sering kali terasa abstrak. Yang mereka rasakan konkret: harga beli naik hari ini, sementara uang yang masuk tidak ikut berubah.

“Jujur, kami nggak mikirin geopolitik. Yang kami tahu, harga kulakan naik terus,” ujar pelaku usaha lainnya.

Ini memperlihatkan jarak antara kebijakan global dan realitas lokal. Di atas kertas, ini soal rantai pasok. Di lapangan, ini soal bertahan hidup.

Bertahan atau Menyerah?

Pertanyaan yang mulai muncul di kalangan UMKM Madiun bukan lagi soal strategi. Tapi soal daya tahan.

“Kalau terus begini, mungkin banyak yang bakal berhenti. Bukan karena nggak mau usaha, tapi memang nggak kuat,” kata Bagong seorang pedagang nasi goreng.

Nada ini bukan sekadar keluhan. Ini sinyal.

Bahwa ketika biaya terus naik dan pasar tidak bisa mengikuti, yang paling dulu tumbang adalah mereka yang margin hidupnya sudah tipis sejak awal.

Lalu, Solusinya di Mana?

Pemerintah memang sedang mencari alternatif pasokan bahan baku. Tapi bagi UMKM, waktu adalah masalah utama.

Mereka tidak punya buffer panjang. Tidak punya cadangan besar. Setiap kenaikan kecil bisa berdampak besar.

Dan akhirnya, pertanyaan kembali ke kita semua:

Kalau harga terus naik tapi daya beli tetap, siapa yang harus mengalah lebih dulu? Pedagang, atau pembeli? @jeje

Tags: Daya BeliEkonomi Rakyatkrisis ekonomipkl

Kamu Melewatkan Ini

Konsumsi Naik, Tabungan Turun: Tantangan Indonesia Emas 2045

Konsumsi Naik, Tabungan Turun: Tantangan Indonesia Emas 2045

by dimas
Oktober 11, 2026

Konsumsi masyarakat meningkat, tetapi porsi tabungan menurun. Apa dampaknya bagi ketahanan ekonomi rumah tangga dan tantangan Indonesia menuju cita-cita Indonesia...

UMKM Cari Modal, SLIK Jadi Tembok: DPRD Mojokerto Panggil Bank Jatim

UMKM Cari Modal, SLIK Jadi Tembok: DPRD Mojokerto Panggil Bank Jatim

by teguh
September 23, 2026

Pelaku UMKM di Kabupaten Mojokerto menghadapi persoalan yang tidak selalu terlihat dari meja kasir yaitu, riwayat kredit. Tabooo.id: Mojokerto -...

Kupas Bawang Rp700 Ribu? Buruh Pasar Legi Solo Kami Cuma Rp2.000

Miris! Ternyata Sebesar Ini Upah Buruh Kupas Bawang di Pasar Legi Solo

by dimas
Agustus 16, 2026

Buruh kupas bawang di Pasar Legi Solo mengaku hanya mendapat Rp2.000 per kilogram, jauh dari angka Rp700 ribu yang disebut...

Next Post
Suhu Kawah Gunung Slamet Memanas: Radius Aman 3 Km Ditetapkan

Suhu Kawah Gunung Slamet Memanas, Ini Radius Amannya

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id