Sabtu, Agustus 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Panen Melimpah, Pasar Sepi: Siapa yang Salah, Sawah atau Dompet?

by teguh
Juni 30, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on Facebook
Share on Twitter
Di atas kertas, Indonesia sedang menikmati kabar baik. Produksi beras meningkat, pupuk tersalurkan lebih banyak, dan stok nasional panen melimpah. Namun, di lantai Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), cerita yang terdengar justru berbeda.

Tabooo.id – Gudang penuh, truk datang lebih sedikit, dan sebagian beras harus menginap karena belum menemukan pembeli. Lalu muncul pertanyaan sederhana yang justru paling sulit dijawab kalau panen melimpah, kenapa pedagang malah kesulitan menjual?. Ini bukan soal siapa yang benar atau salah. Ini tentang dua realitas yang sama-sama terjadi dalam waktu bersamaan.

Dua Narasi yang Bertabrakan

Menteri Pertanian Amran Sulaiman melihat kondisi pasar dari sisi produksi. Menurutnya, beras dari daerah sulit masuk karena stok nasional sedang berlebih.

“Overstock. Itu karena overstock. Produksi naik karena pupuk naik 30 persen,” kata Amran di Jakarta, Senin (29/06/2026).

Logikanya sederhana, Distribusi pupuk meningkat sekitar 30 persen. Produksi ikut naik. Ketika hasil panen melimpah, pasar otomatis dipenuhi beras. Akibatnya, beras baru dari daerah semakin sulit terserap.

Namun beberapa kilometer dari kantor kementerian, para pedagang di Pasar Induk Beras Cipinang justru membaca situasi dari sisi yang berbeda.

Ini Belum Selesai

Listyo Sigit Mau Pensiun, Tapi Siap Demo jika Desk Buruh Mandek?

Investasi dan Harga Sebuah Kepercayaan

Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (KOPIC), Dedy, mengatakan perdagangan justru melambat karena pembeli berkurang.

“Kemungkinan di pasar tradisional pun mengalami daya beli yang juga berkurang. Otomatis permintaannya ke pasar induk juga berkurang,” ujarnya.

Menurut Dedy, efeknya menjalar sampai ke daerah penghasil beras.

“Permintaan ke daerah ikut berkurang. Jadi daerah juga rugi. Domino efeknya begitu.”

Di gudang, sebagian beras bahkan harus menginap beberapa hari sebelum ada pembeli.

Produksi Melimpah Tidak Selalu Berarti Konsumsi Naik

Di sinilah paradoks mulai terlihat ketika Produksi memang bisa meningkat. Namun produksi bukan satu-satunya variabel dalam ekonomi pangan.

Yang menentukan hidup tidaknya sebuah pasar justru adalah permintaan.

Dalam teori ekonomi, kelebihan pasokan memang dapat menekan harga. Tetapi jika penurunan harga tidak diikuti peningkatan konsumsi, maka stok tetap menumpuk.

Fenomena seperti ini pernah dijelaskan sejumlah ekonom pertanian sebagai demand stagnation amid supply expansion, ketika kapasitas produksi tumbuh lebih cepat dibanding kemampuan masyarakat membeli. Artinya, sawah bekerja lebih keras daripada dompet masyarakat.

Ketika Daya Beli Menjadi Variabel yang Terlupakan

Ekonom pertanian dari IPB, Prof. Bustanul Arifin, dalam berbagai kajian mengenai ketahanan pangan, berulang kali mengingatkan bahwa keberhasilan produksi tidak otomatis mencerminkan keberhasilan ekonomi pangan.

Menurutnya, keberhasilan sektor pertanian harus dilihat dari tiga sisi sekaligus produksi, distribusi, dan akses masyarakat terhadap pangan. Jika salah satu terganggu, rantai ekonomi ikut tersendat.

Pandangan serupa juga pernah disampaikan ekonom senior Faisal Basri semasa hidupnya. Ia menilai ukuran keberhasilan pangan tidak cukup berhenti pada besarnya panen, tetapi juga harus melihat apakah masyarakat benar-benar mampu membeli hasil produksi tersebut.

Karena pada akhirnya, pasar tidak bergerak oleh angka produksi semata, melainkan oleh transaksi yang benar-benar terjadi.

Bukan Sekadar Beras, Tetapi Cermin Ekonomi

Apa yang terjadi di Cipinang sesungguhnya bisa menjadi indikator ekonomi yang lebih luas.

Jika restoran mengurangi pembelian beras, pasar tradisional ikut sepi, distributor mengurangi pasokan, hingga petani kesulitan menjual hasil panen, maka persoalannya bukan lagi hanya soal stok.

Sosiolog ekonomi sering menyebut kondisi seperti ini sebagai paradoks kelimpahan karena Barang tersedia tapi Harga mulai turun Tetapi masyarakat tetap menahan belanja.

Bukan karena barang langka, melainkan karena kemampuan membeli sedang melemah. Ironisnya, kondisi seperti ini sering muncul ketika indikator produksi justru sedang membaik.

Ini Bukan Sekadar Soal Panen

Narasi pemerintah dan pedagang sebenarnya tidak sepenuhnya saling bertentangan Keduanya bisa sama-sama benar.

Produksi panen melimpah dan meningkat Tetapi permintaan juga bisa menurun pada saat yang sama.

Masalahnya, jika perhatian hanya tertuju pada keberhasilan panen melimpah , sementara daya beli masyarakat melemah, maka persoalan di pasar tidak akan pernah selesai hanya dengan menambah produksi. Karena pasar tidak hanya membutuhkan barang akan tetapi Pasar membutuhkan pembeli.

Masalahnya Mungkin Bukan di Sawah, Tapi di Dompet

Di negeri agraris, kabar tentang panen melimpah seharusnya menjadi berita yang membahagiakan.

Namun ketika gudang penuh justru diiringi pasar yang lengang, ada satu pertanyaan yang layak diajukan.

Apakah Indonesia sedang mengalami surplus produksi, atau justru kekurangan daya beli?

Sebab sejarah berkali-kali menunjukkan bahwa krisis pangan tidak selalu dimulai dari sawah yang gagal panen.

Kadang justru dimulai ketika hasil panen melimpah, tetapi masyarakat semakin sulit membelinya.

Dan ketika dua narasi sama-sama benar, mungkin persoalan sebenarnya bukan berada di sawah maupun pasar.

Melainkan pada kondisi ekonomi yang membuat hasil panen kehilangan pembelinya. @teguh

Tags: Amran SulaimanBapanasberasBulogCipinangDaya BeliDistribusi PanganEkonomi NasionalKetahanan PanganMentanPanganPasar BerasPasar Induk Beras CipinangPasar SepipertanianPetani

Kamu Melewatkan Ini

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

Sengketa Lahan Berujung Denda Rp3 Miliar, Petani Bayar dengan Hasil Bumi

by dimas
Agustus 16, 2026

Tiga petani di Mukomuko menghadapi denda Rp3 miliar akibat sengketa lahan dan membayarnya dengan ubi, pisang, kelapa, serta hasil gotong...

Swasembada Pangan: Nyata atau Sekadar di Atas Kertas?

Swasembada Pangan: Nyata atau Sekadar di Atas Kertas?

by dimas
Agustus 16, 2026

Swasembada pangan 2026 diklaim tercapai, tetapi El Nino dan risiko produksi memunculkan pertanyaan nyata atau sekadar di atas kertas? Tabooo.id...

Gubernur Aceh ‘Diinterogasi’ Soal Dana Rp1,6 Triliun? Ini Fakta yang Sebenarnya

Gubernur Aceh ‘Diinterogasi’ Soal Dana Rp1,6 Triliun? Ini Fakta yang Sebenarnya

by teguh
Agustus 7, 2026

Video pertemuan Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman dengan Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) ramai beredar di media sosial. Sejumlah...

Next Post
Tabooo Hadirkan Cinema Lab, Book Club, dan Journalism Lab

Tabooo Hadirkan Cinema Lab, Book Club, dan Journalism Lab

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id