Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cabai Tembus Rp110 Ribu di Boyolali, Awal Ramadan Makin “Pedas”

by dimas
Februari 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Awal Ramadan 2026 langsung terasa di dapur warga. Harga cabai rawit di Pasar Sunggingan, Boyolali, menembus Rp110.000 per kilogram pada Minggu (22/2/2026). Angka ini melonjak jauh dari harga normal Rp50.000 per kilogram.

Kenaikan ini tidak terjadi dalam semalam. Pedagang mengaku harga mulai merangkak naik sejak musim Sadranan, sekitar sebulan sebelum Ramadan. Namun dalam tiga hari terakhir, lonjakan terasa makin tajam.

Jannah, salah satu pedagang cabai di pasar tersebut, mengaku harus memutar otak agar dagangannya tetap laku. Ia kini menjual cabai dalam kemasan plastik kecil seharga Rp5.000 per paket. Isinya tak sampai setengah ons.

“Dulu pembeli biasanya ambil seperempat kilo. Sekarang paling satu ons atau setengah ons. Kalau tidak saya kemas kecil, banyak yang enggak jadi beli,” ujarnya.

Pasokan Seret, Daya Beli Tertekan

Musim hujan berkepanjangan memukul petani cabai. Banyak lahan mengalami gagal panen. Pasokan ke pasar menyusut, sementara permintaan menjelang Ramadan justru meningkat. Hukum pasar bekerja cepat stok menipis, harga melonjak.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Saat Sadranan, harga sempat menyentuh Rp90.000 per kilogram. Kini tembus Rp110.000. Bahkan, menurut pedagang lain, Nur Hidayati, harga naik Rp10.000 hanya dalam sehari, dari Rp100.000 menjadi Rp110.000 per kilogram.

Kondisi ini mengubah pola belanja warga. Konsumen kini membeli dalam jumlah sangat kecil. Banyak yang mengeluh karena isi kemasan makin sedikit, tetapi harga tetap terasa berat.

Yang paling terdampak tentu rumah tangga kecil dan pedagang makanan skala mikro. Warung makan, pedagang gorengan, hingga penjual sambal kemasan harus menyesuaikan porsi atau menaikkan harga jual. Jika tidak, margin keuntungan tergerus.

Sayuran Ikut Naik, Ayam Justru Turun

Kenaikan tidak hanya terjadi pada cabai rawit. Cabai teropong naik menjadi Rp50.000-Rp55.000 per kilogram dari sebelumnya Rp40.000. Cabai keriting kini dijual Rp50.000-Rp55.000 per kilogram.

Harga tomat ikut merangkak ke Rp14.000 per kilogram dari kisaran Rp10.000-Rp12.000. Brokoli melonjak ke Rp25.000 dari harga normal Rp15.000. Kol pun naik menjadi Rp10.000 dari Rp6.000 per kilogram.

Di tengah kenaikan sayur-mayur, harga daging ayam justru turun tipis dari Rp40.000 menjadi Rp38.000 per kilogram. Pedagang ayam, Triyatni, menduga perubahan ini terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang selama Ramadan beralih ke menu makanan kering.

“Dulu sempat naik karena kami bersaing ambil barang dari produsen yang sama. Sekarang mulai turun,” tambahnya.

Dampak Ekonomi Ramadan

Kenaikan harga cabai dan sayuran menjelang Ramadan selalu berulang setiap tahun. Namun lonjakan hingga dua kali lipat memberi tekanan tambahan bagi masyarakat yang daya belinya belum sepenuhnya pulih.

Bagi keluarga berpenghasilan harian, kenaikan ini langsung terasa di meja makan. Sementara bagi pelaku usaha kecil, fluktuasi harga memaksa mereka memilih antara menaikkan harga atau menipiskan keuntungan.

Ramadan seharusnya menjadi bulan menahan diri. Tetapi di pasar tradisional, yang terasa justru harga yang makin sulit dikendalikan. Cabai memang kecil, tetapi ketika harganya setinggi ini, dampaknya bisa membuat satu dapur penuh ikut “terbakar.” @dimas

Tags: 2026BoyolalicabaiDaya BeliEkonomi IndonesiagagalHargaHarga NaikInflasimasyarakatPanganPetanirakyatRamadan

Kamu Melewatkan Ini

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

by dimas
Mei 12, 2026

Rupiah anjlok menyentuh angka Rp 17.500 per dolar AS. Tekanan global dan turunnya kepercayaan investor disebut jadi penyebab utama. Di...

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

Ketika Pembangunan Terlihat Megah, Tapi Rakyat Tetap Gelisah

by dimas
Mei 11, 2026

Pembangunan tampak megah lewat angka pertumbuhan, gedung tinggi, dan proyek infrastruktur besar yang terus dipamerkan. Namun bagi banyak orang, kemajuan...

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia: Angka Naik, Tapi Dapur Warga Tetap Sakit?

by dimas
Mei 11, 2026

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang disebut mencapai 5,61 persen pada triwulan pertama 2026 disambut optimistis oleh pemerintah sebagai tanda pemulihan dan...

Next Post
Fariz RM Resmi Bebas Setelah Jalani Hukuman 10 Bulan

Fariz RM Resmi Bebas Setelah Jalani Hukuman 10 Bulan

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id