Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Harga Cabai Rawit Naik ke Rp63 Ribu, 189 Daerah Alami Lonjakan

by eko
Februari 9, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Harga cabai rawit kembali bikin kepala panas. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat rata-rata harga nasional komoditas ini naik 9,82 persen menjadi Rp63.138 per kilogram pada pekan pertama Februari 2026. Padahal, pada Januari lalu harganya masih berada di level Rp57.492 per kilogram.

Deputi Statistik dan Distribusi Jasa BPS, Ateng Hartono, menegaskan angka tersebut sudah melampaui harga acuan penjualan (HAP) konsumen yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp57.000 per kilogram. “

HAP-nya Rp57.000 per kilogram. Di bulan Februari sudah Rp63.000,” ujar Ateng dalam rapat koordinasi pengendalian inflasi daerah yang dipantau daring dari Jakarta, Senin (9/2/26).

Artinya, dalam waktu singkat, harga cabai rawit bukan hanya naik, tetapi juga keluar dari rel acuan yang seharusnya menjaga stabilitas pasar.

189 Daerah Ikut Terseret Kenaikan

Kenaikan ini tidak terjadi di satu-dua tempat. BPS mencatat lonjakan harga berlangsung di 52,5 persen wilayah Indonesia, atau 189 kabupaten/kota. Dengan kata lain, lebih dari separuh daerah di Tanah Air ikut merasakan pedasnya harga cabai.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Di wilayah timur Indonesia, disparitas harga terlihat ekstrem. Kabupaten Nduga, Papua Pegunungan, mencatat harga tertinggi hingga Rp200 ribu per kilogram. Kabupaten Mappi, Papua Selatan, menyusul di angka Rp190 ribu, sementara Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah, mencapai Rp170 ribu per kilogram.

Namun, kenaikan ini bukan semata persoalan Indonesia timur. BPS menegaskan lonjakan harga juga merata di wilayah barat dan tengah. Di Jawa Timur, misalnya, Kabupaten Pamekasan menyentuh Rp82 ribu per kilogram, Tuban Rp78 ribu, Sidoarjo dan Jembrana masing-masing Rp77 ribu. Sragen, Jawa Tengah, tercatat Rp74 ribu, Sampang Rp71 ribu, bahkan Blitar sudah berada di Rp58 ribu per kilogram.

Disparitas harga yang lebar menunjukkan distribusi dan pasokan belum sepenuhnya stabil. Ketika satu daerah menjerit di angka Rp200 ribu, daerah lain “hanya” membayar Rp58 ribu tetap saja di atas HAP.

Dampak ke Dapur Rumah Tangga dan UMKM

Yang paling terpukul tentu rumah tangga, terutama kelompok berpenghasilan rendah. Cabai rawit bukan barang mewah; ia hadir di dapur hampir setiap hari. Dari warung makan kecil hingga pedagang gorengan di pinggir jalan, semua bergantung pada stabilitas harga komoditas ini.

Pelaku UMKM kuliner juga merasakan dampaknya. Ketika harga bahan baku naik, mereka menghadapi dua pilihan sulit: menaikkan harga jual dan berisiko kehilangan pelanggan, atau mempertahankan harga dan memangkas margin keuntungan.

Di sisi lain, petani cabai bisa menikmati harga jual yang lebih tinggi jika distribusi dan rantai pasok berjalan adil. Namun tanpa pengendalian inflasi yang efektif, kenaikan tajam seperti ini berpotensi mendorong tekanan harga komoditas lain dan memperlebar beban hidup masyarakat.

Cabai memang kecil, tetapi dampaknya besar. Dan ketika harganya makin pedas, yang paling terasa bukan di lidah melainkan di dompet. @eko

Tags: BPScabaiKomoditas

Kamu Melewatkan Ini

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

Hari Buruh: Perjuangan atau Rutinitas?

by teguh
April 26, 2026

Setiap 1 Mei, jalanan penuh spanduk, panggung orasi, dan janji lama. Namun pertanyaannya tetap sama apakah Hari Buruh masih menjadi...

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

Anak Lolos Kampus, Dompet Menangis: Alumni Menjaga Mimpi Siswa Pamekasan

by teguh
April 21, 2026

Selasa, 21/04/2026, kabar baik datang dari SMA Negeri 2 Pamekasan. Sebanyak 76 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026....

Saat Alumni Menambal Lubang Biaya Pendidikan, Negara?

Saat Alumni Menambal Lubang Biaya Pendidikan, Negara?

by teguh
April 21, 2026

Selasa, 21/04/2026, kabar baik datang dari SMA Negeri 2 Pamekasan. Sebanyak 76 siswa lolos Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) 2026....

Next Post
Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima 850 Miliar Dolar Iklan BJB

Hoaks Ridwan Kamil Sebut Jokowi Terima 850 Miliar Dolar Iklan BJB

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id