Tabooo.id: Regional – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali meletus, Senin (9/3/2026) pagi. Ini menjadi erupsi kedua pada bulan Maret, setelah pada 1 Maret malam lava pijar menyinari puncak gunung setinggi 2.891 meter itu.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Ahmad Rifandi, melaporkan erupsi terjadi pukul 08.46 WIB. Kolom abu membumbung setinggi 1.600 meter di atas puncak, atau 4.491 meter di atas permukaan laut, condong ke timur. Seismogram mencatat amplitudo maksimum 30 milimeter dengan durasi sekitar 33 detik.
“Gunung masih berada pada Status Level II (Waspada). Warga tidak boleh memasuki radius 3 kilometer dari Kawah Verbeek dan harus selalu siap menghadapi lahar dingin,” ujar Rifandi.
Hingga pukul 09.02 WIB, kepulan asap masih terlihat keluar dari kawah. Angin membawa abu menuju Kecamatan Canduang di Kabupaten Agam dan Kota Payakumbuh. Warga di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari Marapi diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap banjir lahar saat hujan deras.
Aktivitas Gunung dan Ancaman Kesehatan
Data dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menunjukkan, dua minggu terakhir Februari, Marapi masih sering mengguncang dengan gempa dan mengeluarkan kepulan asap. Visualisasi menunjukkan asap tipis hingga sedang setinggi 50-200 meter dari puncak.
Rifandi menekankan, warga yang terkena hujan abu harus segera menggunakan masker. Letusan ini terjadi menjelang musim mudik dan Lebaran, sehingga abu vulkanik berpotensi mengganggu penerbangan dan lalu lintas darat.
Marapi, Gunung Paling Aktif Sumatera Barat
Marapi termasuk gunung paling aktif di Sumatera Barat. Selama 16-28 Februari 2026, gunung ini mengalami fluktuasi aktivitas pasca-erupsi, dengan erupsi kecil yang terjadi hampir setiap minggu.
Pemerintah daerah bersama PVMBG terus memantau gunung. Mereka meminta warga tetap tenang, tidak menyebarkan informasi yang belum diverifikasi, dan mengikuti arahan resmi. Pembangunan sabo dam di lereng Marapi dipercepat untuk mengantisipasi banjir lahar di masa depan.
Letusan Marapi kali ini mengingatkan masyarakat bahwa gunung berapi aktif bukan sekadar fenomena alam. Dampaknya terasa pada aktivitas harian, transportasi, dan ekonomi lokal. Bagi warga Sumatera Barat, Marapi menegaskan satu hal: alam bisa indah, bisa menakutkan, dan selalu menuntut kewaspadaan. @dimas




