Senin, November 2, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Marapi Kembali Meletus, Warga Diminta Waspada Ancaman Lahar

by dimas
Januari 25, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality

Tabooo.id: Regional – Gunung Marapi di Sumatera Barat kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Minggu (25/1/2026) pukul 14.32 WIB, gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Tanah Datar dan Agam itu meletus dan melontarkan abu vulkanik. Tebal kabut di sekitar puncak membuat petugas tidak dapat mengamati tinggi kolom abu secara visual.

Petugas Pos Pengamat Gunung Api (PGA) Marapi, Teguh Purnomo, menjelaskan bahwa aktivitas erupsi terekam jelas melalui alat pemantauan. Seismograf mencatat amplitudo maksimum 27,5 milimeter dengan durasi letusan sekitar 27 detik. Data ini menegaskan bahwa Marapi masih berada dalam fase aktif yang patut diwaspadai.

Rentetan Erupsi Sepanjang Januari

Letusan Minggu sore itu bukan peristiwa tunggal. Sepanjang Januari 2026, Marapi berulang kali erupsi. Pada Kamis (8/1/2026), gunung ini meletus tanpa kolom abu teramati. Lima hari berselang, Selasa (13/1/2026), Marapi kembali erupsi dengan kondisi serupa.

Aktivitas meningkat pada Rabu (14/1/2026) ketika Marapi melontarkan abu setinggi 1,6 kilometer. Sepekan kemudian, Minggu (18/1/2026), kolom abu kembali muncul hingga 300 meter. Pola erupsi beruntun ini menandai bahwa tekanan magma di tubuh gunung belum mereda.

Status Waspada dan Zona Bahaya

Saat ini, Gunung Marapi berstatus Level II atau waspada. Teguh menegaskan bahwa masyarakat dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari kawah. Ia meminta warga mematuhi batas aman demi menghindari risiko lontaran material vulkanik.

Ini Belum Selesai

Uji Syarat Pendidikan Capres ke MK, Tiga Warga Minta KPU Periksa Keabsahan Ijazah

Pajak Pembalut: Ketika Kebutuhan Biologis Dikenai Pajak

Selain itu, ancaman tidak hanya datang dari udara. Teguh mengingatkan warga yang tinggal di lembah dan aliran sungai berhulu di Marapi untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan. Aliran lahar masih berpotensi terjadi dan bisa mengancam permukiman di hilir.

Abu Vulkanik dan Risiko Kesehatan

Petugas juga meminta masyarakat segera menggunakan masker jika hujan abu terjadi. Partikel abu vulkanik dapat mengganggu pernapasan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan kelompok rentan lainnya. Imbauan ini menjadi penting mengingat erupsi Marapi kerap terjadi tanpa tanda visual yang jelas.

Luka Lama yang Belum Pulih

Aktivitas Marapi membawa kembali ingatan pahit warga Sumatera Barat. Pada 3 Desember 2023, erupsi gunung ini menewaskan 23 pendaki. Tragedi itu disusul bencana banjir lahar pada 11 Mei 2024 yang merenggut nyawa 60 warga di Tanah Datar, Agam, dan Padang Pariaman.

Sejak saat itu, Marapi tak pernah benar-benar tenang. Letusan demi letusan terus terjadi, menempatkan masyarakat di sekitarnya dalam kondisi siaga berkepanjangan.

Kini, di tengah rentetan erupsi Januari 2026, satu pesan kembali mengemuka hidup berdampingan dengan gunung api menuntut kewaspadaan tanpa jeda. Sebab bagi warga di kaki Marapi, bencana bukan soal kemungkinan melainkan soal kapan. @dimas

Tags: bencanaerupsiGunung ApiMitigasiNasionalStatusSumatera Barat
Next Post
Investasi Rp90 Triliun Jadi Hasil Utama Lawatan Prabowo ke Eropa

Investasi Rp90 Triliun Jadi Hasil Utama Lawatan Prabowo ke Eropa

Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

Social icon element need JNews Essential plugin to be activated.
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id