Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gunung Ile Lewotolok Kembali Erupsi, Kolom Abu Capai 300 Meter

by dimas
Maret 16, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Gunung yang masih berstatus Level II atau waspada itu kembali mengalami erupsi, Senin (16/3/2026) pukul 11.09 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Syawaludin, melaporkan bahwa kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan condong ke arah timur. Alat pemantau juga merekam aktivitas tersebut dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 6,3 milimeter dan durasi sekitar 40 detik.

Peningkatan aktivitas sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Pada Minggu (15/3/2026), gunung tersebut meletus hingga sembilan kali dengan tinggi kolom abu berkisar 100 hingga 200 meter. Letusan disertai suara gemuruh lemah yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.

Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut tipis. Asap kawah terlihat berwarna putih dengan tekanan lemah dan ketinggian sekitar 25 hingga 50 meter di atas kawah. Meski belum menunjukkan peningkatan status, aktivitas ini tetap menjadi perhatian bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.

Petugas pengamatan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Warga Sekitar Paling Rentan

Masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar lereng gunung menjadi kelompok yang paling terdampak jika intensitas erupsi terus meningkat. Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas harian, merusak tanaman, hingga memicu gangguan pernapasan bagi warga yang terpapar secara langsung.

Karena itu, aparat pemantau terus memonitor perkembangan aktivitas gunung secara intensif. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah mitigasi jika aktivitas vulkanik meningkat dalam beberapa hari ke depan.

Penerbangan di Bandara Wunopito Masih Normal

Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, operasional penerbangan di Bandara Wunopito, Lembata, masih berjalan normal. Kepala bandara, Sudarmana, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan penerbangan akibat abu vulkanik.

Menurutnya, aktivitas penumpang justru mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut berkaitan dengan pergerakan masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.

Situasi ini menunjukkan dua realitas yang berjalan bersamaan di Lembata. Di satu sisi, aktivitas gunung api kembali mengingatkan masyarakat pada ancaman alam yang selalu mengintai. Di sisi lain, mobilitas warga tetap bergerak karena hidup, seperti perjalanan pulang kampung, memang tidak pernah benar-benar bisa menunggu gunung berhenti bernapas. @dimas

Tags: bencanaerupsigunungGunung ApiIle LewotolokInfoLembataNasionalNTT

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

Sekolah Rakyat dan Mimpi Anak Miskin: Pendidikan Putus Rantai Kemiskinan?

by teguh
Mei 13, 2026

Di banyak sudut Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah tidak selalu terasa dekat dengan mimpi. Bagi sebagian anak, ruang kelas justru...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Next Post
Tiket Mudik Palsu di Semayang, Uang Korban Ludes ke Judi Online

Tiket Mudik Palsu di Semayang, Uang Korban Ludes ke Judi Online

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id