Tabooo.id: Regional – Aktivitas vulkanik Gunung Ile Lewotolok di Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, kembali menunjukkan peningkatan dalam sepekan terakhir. Gunung yang masih berstatus Level II atau waspada itu kembali mengalami erupsi, Senin (16/3/2026) pukul 11.09 WITA. Letusan tersebut memuntahkan kolom abu setinggi sekitar 300 meter di atas puncak atau sekitar 1.723 meter di atas permukaan laut.
Petugas Pos Pengamatan Gunung Api Ile Lewotolok, Syawaludin, melaporkan bahwa kolom abu tampak berwarna kelabu dengan intensitas cukup tebal dan condong ke arah timur. Alat pemantau juga merekam aktivitas tersebut dalam seismogram dengan amplitudo maksimum 6,3 milimeter dan durasi sekitar 40 detik.
Peningkatan aktivitas sebenarnya sudah terlihat sejak sehari sebelumnya. Pada Minggu (15/3/2026), gunung tersebut meletus hingga sembilan kali dengan tinggi kolom abu berkisar 100 hingga 200 meter. Letusan disertai suara gemuruh lemah yang terdengar dari sekitar kawasan gunung.
Secara visual, puncak gunung kerap tertutup kabut tipis. Asap kawah terlihat berwarna putih dengan tekanan lemah dan ketinggian sekitar 25 hingga 50 meter di atas kawah. Meski belum menunjukkan peningkatan status, aktivitas ini tetap menjadi perhatian bagi warga yang tinggal di sekitar lereng gunung.
Petugas pengamatan mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap paparan abu vulkanik. Warga yang beraktivitas di luar rumah diminta menggunakan masker atau alat pelindung pernapasan untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Warga Sekitar Paling Rentan
Masyarakat yang tinggal di desa-desa sekitar lereng gunung menjadi kelompok yang paling terdampak jika intensitas erupsi terus meningkat. Abu vulkanik dapat mengganggu aktivitas harian, merusak tanaman, hingga memicu gangguan pernapasan bagi warga yang terpapar secara langsung.
Karena itu, aparat pemantau terus memonitor perkembangan aktivitas gunung secara intensif. Pemerintah daerah juga diminta menyiapkan langkah mitigasi jika aktivitas vulkanik meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Penerbangan di Bandara Wunopito Masih Normal
Di tengah meningkatnya aktivitas vulkanik, operasional penerbangan di Bandara Wunopito, Lembata, masih berjalan normal. Kepala bandara, Sudarmana, memastikan bahwa hingga saat ini tidak ada gangguan penerbangan akibat abu vulkanik.
Menurutnya, aktivitas penumpang justru mulai meningkat dalam beberapa hari terakhir. Lonjakan tersebut berkaitan dengan pergerakan masyarakat menjelang periode mudik Lebaran 2026.
Situasi ini menunjukkan dua realitas yang berjalan bersamaan di Lembata. Di satu sisi, aktivitas gunung api kembali mengingatkan masyarakat pada ancaman alam yang selalu mengintai. Di sisi lain, mobilitas warga tetap bergerak karena hidup, seperti perjalanan pulang kampung, memang tidak pernah benar-benar bisa menunggu gunung berhenti bernapas. @dimas




