Tabooo.id: Nasional – Subuh belum sepenuhnya menetas, Wapres Gibran Rakabuming Raka sudah mendarat di Bandara Minangkabau, Sumatera Barat, Kamis (4/12/2025) pukul 06.20 WIB. Helikopter menunggu dan langsung mengangkut Gibran ke Kabupaten Agam, salah satu titik terdalam dari banjir dan longsor yang tengah melanda wilayah tersebut.
Rombongan tidak datang sendirian. Wamendagri Bima Aria, Wamen BUMN Aminuddin Ma’ruf, dan Andre Rosiade dari Fraksi Gerindra ikut mendampingi. Mereka sempat berbincang, menunjukkan bahwa politik dan bencana bisa bertemu selama kamera siap merekam.
Korban Meningkat, Warga Masih Mengungsi
Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah menewaskan 770 orang, sementara ratusan lainnya masih hilang. Di Sumbar, tercatat 194 korban tewas, 111 hilang, dan 140.500 warga terdampak. Air dan tanah longsor menuntut nyawa, sementara pemerintah baru bergerak beberapa jam setelah media hadir.
Bantuan Logistik: Kebaikan atau Panggung?
Gibran membawa bantuan logistik berupa biskuit, buku tulis, dan tikar. Semua tersusun rapi dalam kardus dan siap dikirim ke lokasi terdampak. Kebaikan hati terlihat nyata, namun kamera helikopter ikut merekam, membuat kardus bantuan sekaligus menjadi simbol kepedulian yang bisa dipamerkan.
Siapa Diuntungkan dan Siapa Dirugikan
Yang dirugikan jelas: warga kehilangan rumah, harta, bahkan nyawa. Yang diuntungkan? Selain korban yang menerima bantuan, citra pejabat tinggi juga ikut meningkat saat hadir di tengah bencana. Bantuan logistik terasa nyata, tetapi tetap muncul pertanyaan: apakah ini murni kemanusiaan, atau juga pencitraan tingkat tinggi?
Refleksi dari Sumatera
Banjir masih mengalir, korban terus berjatuhan, dan pertanyaan sosial tetap sama: kapan tindakan nyata lebih cepat daripada kamera? Helikopter bisa membawa kardus, tapi apakah bisa membawa keadilan, keamanan, dan ketenangan bagi ribuan warga? Di Sumatera, air memang deras namun ironi sering lebih deras lagi. @dimas




