Minggu, Agustus 23, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gibran Bagi Angpau ke Barongsai Cilik di Harmoni Imlek Nusantara 2026

by dimas
Maret 1, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka membagikan angpau kepada barongsai cilik dalam acara Harmoni Imlek Nusantara 2026 di Lapangan Banteng, Jakarta, pada Sabtu (28/2/2026) malam. Aksi itu berlangsung di tengah perayaan Tahun Baru Imlek yang dihadiri sejumlah pejabat tinggi negara.

Saat itu, Gibran menyaksikan penampilan barongsai yang mengiringi penyanyi Krisdayanti membawakan lagu berbahasa Mandarin. Seusai lagu, Krisdayanti mengajak para barongsai cilik mendekat ke tenda tamu VVIP. Gibran kemudian berdiri dan menyerahkan amplop kepada beberapa anak yang mengenakan kostum barongsai.

Sejumlah tokoh lain turut mengikuti langkah tersebut. Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno, serta Ketua MPR Ahmad Muzani juga membagikan angpau kepada anak-anak.

Mewakili barongsai cilik, Krisdayanti menyampaikan ucapan terima kasih kepada Wakil Presiden. “Xie xie Bapak Wapres,” ucapnya di hadapan tamu undangan.

Simbol Politik di Panggung Budaya

Acara Harmoni Imlek Nusantara bukan sekadar panggung hiburan. Pemerintah memanfaatkan momentum ini untuk menegaskan pesan kebangsaan dan toleransi. Kehadiran jajaran elite pemerintahan memperlihatkan komitmen politik terhadap perayaan budaya Tionghoa sebagai bagian dari identitas nasional.

Ini Belum Selesai

Relawan Gugur Antar Bantuan Gempa NTT, Siapa Melindungi Mereka?

11 Desa, 21.171 Jiwa, Bantuan Terbatas: Camat Manggarai Protes

Di tengah dinamika politik dan ekonomi yang belum sepenuhnya stabil, simbol persatuan seperti ini memiliki makna strategis. Pemerintah berupaya menjaga kohesi sosial, terutama di kota besar seperti Jakarta yang menjadi barometer politik nasional.

Perayaan tersebut juga menampilkan pertunjukan drone yang membentuk berbagai simbol, mulai dari lampion, kuda api, beduk, hingga Garuda. Visual itu menegaskan narasi keberagaman sebagai fondasi negara.

Dampak bagi Masyarakat

Bagi komunitas Tionghoa dan pelaku seni tradisional seperti barongsai, kehadiran pejabat tinggi negara memberi legitimasi sosial sekaligus dukungan moral. Anak-anak yang tampil tidak hanya menerima angpau, tetapi juga pengakuan atas peran budaya mereka dalam ruang publik nasional.

Di sisi lain, perayaan besar seperti ini menggerakkan sektor ekonomi kreatif, UMKM, dan pariwisata. Pedagang makanan, penyedia properti acara, hingga pelaku industri hiburan merasakan dampak langsung dari keramaian publik.

Namun publik juga menilai setiap gestur pejabat dalam konteks politik yang lebih luas. Di tahun-tahun penuh konsolidasi kekuasaan, panggung budaya kerap menjadi ruang membangun citra sekaligus mengirim pesan simbolik.

Pada akhirnya, angpau yang dibagikan mungkin hanya selembar amplop. Tetapi dalam politik, setiap simbol selalu membawa makna yang lebih besar dari nominalnya. @dimas

Tags: 2026BeragamaBudayaEkonomi IndonesiaGibran RakabumingHarmoniimlekKreatifNasionalNusantaraPersatuanPolitik Indonesiari

Kamu Melewatkan Ini

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

Pasal 33 UUD 1945: Ekonomi Indonesia Milik Siapa?

by dimas
Agustus 22, 2026

Pasal 33 UUD 1945 bukan sekadar aturan ekonomi, tetapi tentang pengelolaan sumber daya, distribusi kekayaan, dan kemakmuran rakyat. Tabooo.id -...

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

Tradisi Harus Dipercaya atau Cukup Dilestarikan?

by eko
Agustus 20, 2026

Haruskah generasi muda percaya semua mitos di balik tradisi? Sekaten menunjukkan budaya tetap hidup meski cara pandang berubah. Tabooo.id -...

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

Nginang di Sekaten: Saat Sirih Menjaga Jejak Tradisi

by eko
Agustus 20, 2026

Tradisi nginang kembali hadir di Sekaten Solo. Dari sirih hingga beberangen, kebiasaan lama ini menjaga jejak budaya lintas generasi. Tabooo.id...

Next Post
Panik atau Siap? Dampak Selat Hormuz bagi Ekonomi Indonesia

Selat Hormuz Memanas, Stabilitas Ekonomi Dipertaruhkan

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id