Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gerhana Bulan Total 3 Maret 2026 di Indonesia, Ini Jadwalnya Lengkapnya

by dimas
Maret 3, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Langit Indonesia akan menghadirkan tontonan langka Selasa, (3/3/2026). Gerhana Bulan Total akan melintas dan bisa diamati langsung dari seluruh wilayah Tanah Air. Di tengah rutinitas ekonomi dan politik yang riuh, publik mendapat jeda sejenak untuk menatap fenomena kosmik yang bergerak presisi.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa ini menjadi satu dari empat gerhana yang terjadi sepanjang 2026. Namun hanya satu yang benar-benar bisa dinikmati langsung dari Indonesia: gerhana bulan total kali ini.

Bagaimana Gerhana Terjadi?

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi menghalangi cahaya Matahari yang menuju Bulan. Peristiwa ini hanya muncul saat fase purnama, ketika Matahari, Bumi, dan Bulan berada dalam satu garis lurus.

Dalam gerhana total, Bulan masuk sepenuhnya ke dalam bayangan inti (umbra) Bumi. Saat itulah permukaan Bulan tampak kemerahan fenomena yang sering disebut “Blood Moon”. Warna merah muncul karena atmosfer Bumi membiaskan cahaya Matahari dan menyisakan spektrum merah yang sampai ke Bulan.

Fenomena ini bukan peristiwa mistis. Ilmuwan menghitungnya dengan sangat presisi berdasarkan dinamika orbit tiga benda langit tersebut.

Ini Belum Selesai

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Jadwal Fase Gerhana di Indonesia

BMKG mencatat fase total gerhana mulai pukul 18.03 WIB. Puncak gerhana terjadi pukul 18.33 WIB. Fase total berakhir pukul 19.03 WIB. Artinya, totalitas berlangsung hampir 60 menit.

Secara keseluruhan, seluruh rangkaian gerhana dari awal hingga akhir berlangsung sekitar 5 jam 41 menit.

Berikut rincian waktu di tiga zona Indonesia:

  1. Gerhana penumbra mulai: 15.42 WIB / 16.42 WITA / 17.42 WIT
  2. Gerhana sebagian mulai: 16.49 WIB / 17.49 WITA / 18.49 WIT
  3. Gerhana total mulai: 18.03 WIB / 19.03 WITA / 20.03 WIT
  4. Puncak gerhana: 18.33 WIB / 19.33 WITA / 20.33 WIT
  5. Gerhana total berakhir: 19.03 WIB / 20.03 WITA / 21.03 WIT
  6. Gerhana sebagian berakhir: 20.17 WIB / 21.17 WITA / 22.17 WIT
  7. Gerhana penumbra berakhir: 21.24 WIB / 22.24 WITA / 23.24 WIT

Warga tidak memerlukan alat khusus untuk menyaksikan gerhana bulan. Berbeda dengan gerhana matahari, fenomena ini aman dilihat dengan mata telanjang selama cuaca mendukung.

Bagi yang terhalang awan atau berada di dalam ruangan, BMKG menyediakan siaran langsung melalui laman resmi mereka.

Satu-satunya yang Terlihat dari Indonesia

Sepanjang 2026, BMKG mencatat empat gerhana. Namun hanya satu yang bisa diamati langsung dari Indonesia.

Gerhana Matahari Cincin pada 17 Februari 2026 tidak melintasi wilayah Indonesia. Gerhana Matahari Total pada 12 Agustus 2026 juga tidak terlihat dari sini. Sementara Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus 2026 pun tidak bisa diamati dari Indonesia.

Artinya, gerhana bulan total 3 Maret menjadi momen astronomi paling signifikan tahun ini bagi publik Indonesia.

Dampak Sosial dan Ekonomi

Secara ilmiah, gerhana bulan tidak membawa dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi. Namun fenomena ini sering meningkatkan kunjungan ke lokasi wisata terbuka, observatorium, hingga kegiatan edukasi sains di sekolah dan kampus.

Pelaku usaha kecil di sektor wisata malam dan komunitas astronomi biasanya memanfaatkan momentum ini. Di sisi lain, sebagian masyarakat masih mengaitkan gerhana dengan mitos tertentu. BMKG mengimbau publik agar menyikapi fenomena ini secara ilmiah dan tidak terpengaruh informasi keliru.

Di tengah isu global, inflasi, hingga konflik geopolitik, gerhana mengingatkan satu hal sederhana alam semesta bergerak dengan keteraturan yang jauh melampaui dinamika manusia.

Langit akan menggelap sesaat. Bulan akan memerah. Lalu semuanya kembali normal. Barangkali, yang perlu kita pelajari bukan sekadar jadwalnya melainkan kesadaran bahwa tidak semua kegelapan berarti bencana. @dimas

Tags: 2026bmkgEdukasiFenomenaNasionalSains

Kamu Melewatkan Ini

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

Kenapa Kota Kita Makin Penuh Coffee Shop Tapi Miskin Ruang Dialog?

by jeje
Mei 13, 2026

Di banyak kota, aroma kopi kini terasa lebih mudah ditemukan di coffee Shop daripada ruang bicara yang jujur. Sudut jalan...

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

Profil Dandhy Laksono: Jurnalis yang Memilih Bertanya Saat Banyak Orang Diam

by jeje
Mei 12, 2026

Dandhy Laksono kembali jadi sorotan. Bukan karena kontroversi biasa, tetapi karena film dokumenternya, Pesta Babi: Kolonialisme di Zaman Kita, memicu rasa...

Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Bicara Cara Bertahan

Saat Negara Bicara Pertumbuhan, Warung Kecil Belum Selesai Bertahan

by jeje
Mei 9, 2026

Di tengah harga pangan yang terus naik, pedagang kecil mulai menghadapi dilema paling melelahkan: menaikkan harga jual dan kehilangan pelanggan,...

Next Post
Pemerintah Kucurkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Naik 10 Persen

Pemerintah Kucurkan Rp55 Triliun untuk THR ASN 2026, Naik 10 Persen

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id