Tabooo.id: Deep – Langit di atas Kuta sore itu tampak damai. Terlalu damai, bahkan.
Ia seolah menutupi sesuatu yang lebih dalam.
Namun laut tidak ikut berpura-pura. Ombak datang, pecah, lalu kembali lagi.
Gerakannya terus berubah, meskipun terlihat berulang.
Dari situ, saya melihat satu hal dengan jelas:
ketenangan sering hanya ilusi jarak.
Ketika kita melihat dari jauh, semuanya tampak stabil.
Sebaliknya, saat kita mendekat, kompleksitasnya langsung terasa.
Di Balik Sistem yang Terlihat Jalan
Hal yang sama terjadi di Tabooo.
Kita menjalankan media, menggerakkan studio dan memproduksi ide hampir tanpa jeda.
Semua terlihat seperti progres.
Namun di balik itu, kita juga menghadapi sesuatu yang lebih dalam.
Kita tidak hanya bekerja—kita bergulat.
Karena kita tidak sedang membangun sistem semata.
Kita sedang membentuk cara berpikir.Kita belajar melihat realitas tanpa ilusi.
Kita memaksa diri menerima hal yang tidak nyaman.
Dan kita tetap berdiri meskipun tidak semua orang setuju.
Validasi atau Kesadaran?
Di depan laut itu, matahari tidak pernah meminta izin.
Ia tetap muncul. Ia tetap menyinari.
Awan boleh datang, tapi matahari tidak berhenti.
Di titik itu, saya mulai bertanya:
apakah kita bergerak karena sadar,
atau hanya karena ingin terlihat benar?
Banyak orang mengejar validasi.
Mereka bergerak karena ingin diakui.
Namun Tabooo tidak boleh berjalan dengan cara itu.
Kita harus memilih kesadaran.
Kita harus berdiri karena kita tahu arah, bukan karena kita ingin diterima.
Harga dari Kejujuran
Namun kesadaran selalu datang dengan harga.
Kejujuran sering membuat situasi menjadi tidak nyaman.
Ia bisa menjauhkan kita dari banyak orang.
Kadang, orang tidak memahami kita.
Kadang, mereka memilih menjauh.
Tapi justru di situlah nilainya.
Laut ini tidak menjadi luas karena ia tenang.
Ia menjadi luas karena ia terus bergerak.
Peran yang Sering Disalahpahami
Dari situ, saya memahami satu hal:
saya tidak perlu mengendalikan semuanya, tidak bisa menghentikan ombak, tidak bisa mengatur setiap perubahan.
Namun saya bisa menjaga arah.
Dan itulah peran CEO.
Saya tidak berdiri sebagai pusat dari semua gerakan.
Saya menjaga arah agar tetap jelas di tengah ketidakpastian.
Arah itu harus tetap sama:
kita memilih kejernihan sebelum keberpihakan,
kita mengutamakan keberanian sebelum kenyamanan,
dan kita menempatkan kesadaran sebelum keputusan.
Jeda yang Tidak Sekadar Diam
Sore itu, matahari turun perlahan.
Namun saya tidak melihatnya sebagai akhir.
Saya melihatnya sebagai jeda, berhenti sejenak untuk melihat ulang.
dan bertanya dengan jujur:
apakah kita benar-benar bergerak,
atau hanya terlihat bergerak?
Karena pada akhirnya, Tabooo tidak akan diukur dari seberapa besar ia tumbuh.
Kita akan diukur dari seberapa jujur kita berpikir. ( J.E. CEO, Tabooo Network Indonesia )




