Tabooo.id: Sports – GBK biasanya bergemuruh untuk Persija. Namun, Minggu malam (08/02/2026), stadion kebanggaan Jakarta itu justru membisu. Sorak berubah jadi helaan napas panjang ketika Arema FC mencuri kemenangan di jantung ibu kota. Macan Kemayoran jatuh. Singo Edan pulang dengan senyum tipis tapi penuh arti.
Sejak menit awal, Persija langsung menekan. Witan Sulaeman menusuk dari kanan. Emaxwell Souza berlari agresif di sisi kiri. Tempo cepat tercipta. Meski begitu, barisan belakang Arema tampil rapi dan disiplin.
Pemain Pinjaman Bicara di Lapangan
Menariknya, tiga pemain pinjaman Persija yang kini membela Arema Hansamu Yama, Ilham Rio, dan Gustavo Franca turun sebagai starter. Ketiganya bermain solid sejak menit pertama. Setiap tekel, sapuan, dan duel udara terasa seperti pembuktian diri.
Sepanjang babak pertama, Persija menciptakan beberapa peluang. Namun, semua usaha kandas sebelum mencapai gawang. Hingga turun minum, skor tetap kacamata.
Adi Satryo, Tembok Bernama Kesabaran
Memasuki babak kedua, Persija tampil makin agresif. Tembakan jarak jauh dilepas. Tusukan dari sayap terus dicoba. Akan tetapi, satu nama berdiri kokoh di bawah mistar Arema Muhammad Adi Satryo.
Hingga menit ke-70, Adi mencatat setidaknya tiga penyelamatan krusial. Refleksnya memaksa para pemain Persija menggelengkan kepala. Malam itu, ia menjelma mimpi buruk bagi tuan rumah.
Gol yang Dibatalkan, Mental yang Terkuras
GBK sempat bergemuruh pada menit ke-79. Gustavo Almeida mencetak gol setelah memanfaatkan bola muntah hasil assist Emaxwell Souza. Namun euforia itu cepat sirna. VAR memanggil wasit Thoriq Alkatiri. Keputusan pun berubah. Gol dianulir karena offside.
Momen tersebut menjadi titik balik. Persija terpukul. Arema justru tampil lebih tenang.
Gabriel Menyelesaikan Drama di Senayan
Tiga menit berselang, Gabriel Silva Costa mengambil alih panggung. Ia membawa bola dari tengah lapangan, melewati Rizky Ridho, lalu menuntaskannya dengan dingin. Skor berubah 0-1.
Drama berlanjut hingga injury time. Pada menit ke-90+8, Gabriel kembali membobol gawang Persija. VAR kembali memeriksa. Kali ini, gol disahkan. Arema menjauh. GBK benar-benar terdiam.
Kekalahan yang Menampar, Kemenangan yang Bermakna
Peluit panjang menutup laga. Persija harus menerima kekalahan pertama mereka di GBK musim ini. Sebaliknya, Arema FC pulang dengan kemenangan penuh makna.
Malam di Senayan mengingatkan satu hal sederhana dominasi tanpa ketenangan tak cukup. Sementara itu, kesabaran, disiplin, dan keyakinan mampu mencuri kemenangan, bahkan di kandang lawan.





