Sabtu, Juni 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gaza Berdarah, Puluhan Warga Sipil Tewas di Tengah Klaim Gencatan Senjata

by dimas
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Sedikitnya 32 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara Israel yang menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu (31/1/2026) siang waktu setempat. Serangan tersebut menyasar kantor polisi, kawasan permukiman padat, apartemen warga, hingga tenda-tenda pengungsian.

Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa mayoritas korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Angka korban diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pencarian di bawah reruntuhan yang terus berlangsung.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah klaim Israel bahwa Hamas melanggar gencatan senjata. Namun, Hamas secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai alasan yang “tidak benar dan menyesatkan”.

Kantor Polisi Jadi Sasaran Paling Mematikan

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Xinhua bahwa serangan paling mematikan menghantam pusat kepolisian Sheikh Radwan di Gaza City bagian utara. Serangan itu menewaskan 14 orang dan melukai sejumlah lainnya, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Saat serangan terjadi, banyak personel kepolisian berada di dalam gedung. Akibatnya, tim penyelamat masih mencari sejumlah korban yang diyakini tertimbun di bawah puing bangunan.

Ini Belum Selesai

TABOOO Corner Hadir di Winongo, Buka Ruang Membaca Realitas

Spektra Carnival 2026: Saat Madiun Menyalakan Identitasnya

Seorang sumber keamanan Palestina mengungkapkan bahwa di antara korban terdapat empat tahanan dan tiga polisi perempuan. Ledakan juga merusak rumah-rumah di sekitar lokasi, memperluas dampak kehancuran ke lingkungan warga sipil.

Permukiman dan Tenda Pengungsian Tak Luput

Tak lama berselang, drone Israel menargetkan sekelompok warga Palestina di kawasan al-Nasr, Gaza City barat. Sedikitnya tiga orang tewas akibat satu rudal yang menghantam area permukiman tersebut.

Di wilayah Asdaa, Khan Younis utara, serangan udara menghantam sebuah tenda pengungsian. Tujuh anggota keluarga Abu Hadaied, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan itu. Tiga orang lainnya mengalami luka parah.

Basal juga melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah gedung apartemen di kawasan al-Rimal, Gaza City barat, menewaskan lima orang, termasuk seorang perempuan dan dua anak.

Di Khan Younis, pesawat tempur Israel membom gedung administrasi kamp Ghaith yang menampung puluhan pengungsi. Meski Israel sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi, serangan tersebut tetap memicu kepanikan massal di kalangan warga yang sudah berulang kali mengungsi.

Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban

Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan bahwa lebih dari 30 orang terluka dalam serangan terbaru. Sebagian besar korban memerlukan tindakan operasi segera.

Keterbatasan obat-obatan, peralatan medis, dan listrik membuat rumah sakit kesulitan memberikan pelayanan optimal. Tenaga kesehatan harus bekerja di tengah tekanan besar, sementara jumlah korban terus berdatangan.

Bagi warga Gaza, setiap serangan baru berarti memperpanjang daftar keluarga yang kehilangan tempat tinggal, orang tercinta, dan rasa aman.

Klaim Israel dan Bantahan Hamas

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan di seluruh Jalur Gaza dengan menargetkan empat komandan dan sejumlah militan Hamas, fasilitas penyimpanan senjata, lokasi produksi senjata, serta dua titik peluncuran roket.

Menurut IDF, operasi tersebut merupakan respons atas insiden ketika delapan militan keluar dari sebuah terowongan di Rafah timur pada Jumat, yang dinilai melanggar gencatan senjata.

Hamas membantah klaim itu. Kelompok tersebut menyebut tuduhan Israel sebagai dalih yang lemah dan mencerminkan pengabaian terhadap peran mediator serta negara-negara penjamin gencatan senjata.

Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam serangan tersebut, menekan Israel agar menghentikan operasi militer, serta mengakhiri apa yang disebutnya sebagai kebijakan impunitas.

Korban Terus Bertambah Sejak Gencatan Senjata

Otoritas kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, 509 warga Palestina tewas dan 1.409 lainnya terluka akibat tembakan dan serangan Israel.

Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 71.769 orang, sementara 171.251 lainnya mengalami luka-luka.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa gencatan senjata, alih-alih menghadirkan ketenangan, justru berlangsung di tengah dentuman bom yang terus memakan korban.

Dan di Gaza, kata “gencatan” semakin terdengar seperti istilah diplomatik yang maknanya kian jauh dari kenyataan di lapangan. @dimas

Tags: Gazagencatan senjataHamasIsraelKemanusiaanKonflik DuniaPalestinapengungsiperangSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

Memuliakan Kekuasaan atau Memuliakan Manusia?

by dimas
Juni 21, 2026

Memuliakan kekuasaan atau memuliakan manusia? Ketika rakyat merasa terabaikan, kontrak sosial mulai retak, kepercayaan publik memudar, dan demokrasi kehilangan fondasi...

Dua Musuh, Satu Kepentingan

Dua Musuh, Satu Kepentingan

by dimas
Juni 7, 2026

Di balik ancaman dan negosiasi yang tak berujung, AS dan Iran ternyata terjebak dalam kepentingan yang sama: sama-sama membutuhkan lawannya...

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

by jeje
Mei 24, 2026

Lucu, ya. Kita hidup di zaman ketika semua orang tampak marah. Timeline penuh kritik. Warung kopi berubah jadi ruang debat...

Next Post
Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id