Rabu, Mei 13, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Gaza Berdarah, Puluhan Warga Sipil Tewas di Tengah Klaim Gencatan Senjata

by dimas
Februari 2, 2026
in Global, Reality
A A
Home Reality Global
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Sedikitnya 32 warga Palestina tewas dalam serangkaian serangan udara Israel yang menghantam berbagai wilayah di Jalur Gaza sejak Jumat (30/1/2026) malam hingga Sabtu (31/1/2026) siang waktu setempat. Serangan tersebut menyasar kantor polisi, kawasan permukiman padat, apartemen warga, hingga tenda-tenda pengungsian.

Sumber-sumber Palestina menyebutkan bahwa mayoritas korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak. Angka korban diperkirakan masih bisa bertambah seiring proses pencarian di bawah reruntuhan yang terus berlangsung.

Serangan terbaru ini terjadi di tengah klaim Israel bahwa Hamas melanggar gencatan senjata. Namun, Hamas secara tegas membantah tudingan tersebut dan menyebutnya sebagai alasan yang “tidak benar dan menyesatkan”.

Kantor Polisi Jadi Sasaran Paling Mematikan

Juru bicara Pertahanan Sipil Gaza, Mahmoud Basal, mengatakan kepada Xinhua bahwa serangan paling mematikan menghantam pusat kepolisian Sheikh Radwan di Gaza City bagian utara. Serangan itu menewaskan 14 orang dan melukai sejumlah lainnya, beberapa di antaranya dalam kondisi kritis.

Saat serangan terjadi, banyak personel kepolisian berada di dalam gedung. Akibatnya, tim penyelamat masih mencari sejumlah korban yang diyakini tertimbun di bawah puing bangunan.

Ini Belum Selesai

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Seorang sumber keamanan Palestina mengungkapkan bahwa di antara korban terdapat empat tahanan dan tiga polisi perempuan. Ledakan juga merusak rumah-rumah di sekitar lokasi, memperluas dampak kehancuran ke lingkungan warga sipil.

Permukiman dan Tenda Pengungsian Tak Luput

Tak lama berselang, drone Israel menargetkan sekelompok warga Palestina di kawasan al-Nasr, Gaza City barat. Sedikitnya tiga orang tewas akibat satu rudal yang menghantam area permukiman tersebut.

Di wilayah Asdaa, Khan Younis utara, serangan udara menghantam sebuah tenda pengungsian. Tujuh anggota keluarga Abu Hadaied, termasuk perempuan dan anak-anak, tewas dalam serangan itu. Tiga orang lainnya mengalami luka parah.

Basal juga melaporkan bahwa serangan terhadap sebuah gedung apartemen di kawasan al-Rimal, Gaza City barat, menewaskan lima orang, termasuk seorang perempuan dan dua anak.

Di Khan Younis, pesawat tempur Israel membom gedung administrasi kamp Ghaith yang menampung puluhan pengungsi. Meski Israel sebelumnya mengeluarkan peringatan evakuasi, serangan tersebut tetap memicu kepanikan massal di kalangan warga yang sudah berulang kali mengungsi.

Rumah Sakit Kewalahan Tangani Korban

Direktur Kompleks Medis Al-Shifa, Mohammed Abu Salmiya, mengatakan bahwa lebih dari 30 orang terluka dalam serangan terbaru. Sebagian besar korban memerlukan tindakan operasi segera.

Keterbatasan obat-obatan, peralatan medis, dan listrik membuat rumah sakit kesulitan memberikan pelayanan optimal. Tenaga kesehatan harus bekerja di tengah tekanan besar, sementara jumlah korban terus berdatangan.

Bagi warga Gaza, setiap serangan baru berarti memperpanjang daftar keluarga yang kehilangan tempat tinggal, orang tercinta, dan rasa aman.

Klaim Israel dan Bantahan Hamas

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan telah melancarkan serangan di seluruh Jalur Gaza dengan menargetkan empat komandan dan sejumlah militan Hamas, fasilitas penyimpanan senjata, lokasi produksi senjata, serta dua titik peluncuran roket.

Menurut IDF, operasi tersebut merupakan respons atas insiden ketika delapan militan keluar dari sebuah terowongan di Rafah timur pada Jumat, yang dinilai melanggar gencatan senjata.

Hamas membantah klaim itu. Kelompok tersebut menyebut tuduhan Israel sebagai dalih yang lemah dan mencerminkan pengabaian terhadap peran mediator serta negara-negara penjamin gencatan senjata.

Hamas juga menyerukan kepada komunitas internasional dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk mengecam serangan tersebut, menekan Israel agar menghentikan operasi militer, serta mengakhiri apa yang disebutnya sebagai kebijakan impunitas.

Korban Terus Bertambah Sejak Gencatan Senjata

Otoritas kesehatan Gaza mencatat bahwa sejak gencatan senjata diberlakukan, 509 warga Palestina tewas dan 1.409 lainnya terluka akibat tembakan dan serangan Israel.

Secara keseluruhan, sejak Oktober 2023, jumlah korban tewas di Gaza telah mencapai 71.769 orang, sementara 171.251 lainnya mengalami luka-luka.

Angka-angka ini menunjukkan bahwa gencatan senjata, alih-alih menghadirkan ketenangan, justru berlangsung di tengah dentuman bom yang terus memakan korban.

Dan di Gaza, kata “gencatan” semakin terdengar seperti istilah diplomatik yang maknanya kian jauh dari kenyataan di lapangan. @dimas

Tags: Gazagencatan senjataHamasIsraelKemanusiaanKonflik DuniaPalestinapengungsiperangSeranganTimur Tengah

Kamu Melewatkan Ini

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

8 Mei dan Semangat Kemanusiaan: Kisah di Balik Hari Palang Merah Internasional

by dimas
Mei 8, 2026

Peringatan Hari Palang Merah Internasional dan Bulan Sabit Merah Internasional setiap 8 Mei menjadi pengingat penting bagi masyarakat dunia tentang...

Hari Palang Merah Internasional: Kemanusiaan yang Lahir dari Kekacauan Perang

Hari Palang Merah Internasional: Kemanusiaan yang Lahir dari Kekacauan Perang

by dimas
Mei 7, 2026

Dua ribu tahun setelah kisah Solferino yang menjadi titik awal gerakan kemanusiaan modern, dunia masih terus mengulang satu pertanyaan yang...

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

Perempuan, Perang, dan Rumah yang Terbelah

by teguh
Mei 4, 2026

Malam itu tidak hanya sunyi ia penuh keputusan. Di sebuah rumah bangsawan di Muneng, seorang istri memilih jalan yang tak...

Next Post
Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Iran Buka Peluang Negosiasi Nuklir dengan AS, Minta Sanksi Dicabut

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

Rupiah Anjlok ke Rp 17.500 per Dolar AS, Investor Mulai Kehilangan Kepercayaan

Mei 12, 2026

Kuota Tanpa Batas? Nyaman Buat Kamu, Tapi Jaringan Bisa Kewalahan

Mei 8, 2026

Sekolah Rakyat di Kupang: Jalan Baru Anak Miskin Keluar dari Batas Pendidikan?

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id