• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Senin, Maret 23, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Nasional

Ferry Juliantono Masuk Pucuk MES, Sinergi Negara dan Ekonomi Syariah Kian Rapat

Januari 17, 2026
in Nasional, News
A A
Konsep Otomatis

Pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) VII Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/1/2026).(Dok. Kemenkop)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasional – Menteri Koperasi dan UKM Ferry Juliantono resmi menduduki posisi Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES). Munas VII MES yang berlangsung di Ballroom Menara BRILian, Jakarta, Minggu (11/1/2026), mengukuhkan keputusan tersebut. Masuknya Ferry menandai pertemuan langsung antara kepentingan negara dan gerakan ekonomi syariah dalam satu struktur kepemimpinan.

Penunjukan ini bukan sekadar seremonial. Kehadiran menteri aktif di posisi strategis MES memberi sinyal bahwa ekonomi syariah kini masuk ke fase yang lebih politis dan operasional.

MES dan Klaim Independensi

MES bukan organisasi baru. Sejak berdiri pada 2001, lembaga nirlaba ini konsisten mengusung misi membumikan ekonomi syariah sebagai sistem ekonomi yang adil dan sesuai prinsip Islam. Secara struktural, MES menyatakan diri mandiri dan tidak berafiliasi dengan pemerintah maupun partai politik.

Namun, terpilihnya Ferry sebagai Ketua Harian memberi warna baru. Sinergi dengan negara menguat, tetapi ruang kritis MES terhadap kebijakan pemerintah otomatis menyempit. Di titik inilah independensi diuji, bukan sekadar diklaim.

RelatedPosts

24 Nama Resmi Timnas Indonesia untuk FIFA Series 2026

Jubir IRGC Tewas Diserang AS-Israel, Konflik Iran Kian Memanas

Koperasi Syariah Didorong Jadi Mesin Ekonomi

Ferry langsung mematok arah. Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk memperkuat koperasi berbasis syariah sebagai pilar pertumbuhan ekonomi nasional. Menurutnya, banyak koperasi syariah telah membuktikan diri mampu membangun ekosistem bisnis, terutama di sektor riil.

Ia mencontohkan Kopontren Al-Ittifaq di Ciwidey, Bandung, yang sukses menggerakkan sektor pertanian berbasis pesantren. Pemerintah bahkan menyiapkan koperasi pesantren sebagai “kakak asuh” bagi Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih agar program prioritas negara berjalan mulus hingga ke akar rumput.

Siapa Diuntungkan, Siapa Tertinggal

Kebijakan ini membuka peluang besar bagi pelaku UMKM, santri, dan komunitas pesantren. Akses pembiayaan syariah dan pendampingan koperasi memberi alternatif nyata dari pinjaman konvensional berbunga tinggi yang selama ini membebani masyarakat kecil.

Namun, arah kebijakan yang terlalu fokus pada satu model menyimpan risiko. Koperasi konvensional dan pelaku ekonomi non-syariah berpotensi tersisih jika negara tidak menjaga keseimbangan. Pertumbuhan bisa terjadi, tetapi tidak semua ikut merasakan.

Rosan Roeslani dan Agenda Membumi

Munas VII MES juga memilih Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani sebagai Ketua Umum MES. Rosan menekankan pentingnya program yang langsung menyentuh masyarakat. Salah satu yang ia dorong ialah pembangunan Kampung Haji, yang ditargetkan mulai pada kuartal IV 2026.

Program ini diharapkan memperbaiki layanan haji Indonesia sekaligus membuka rantai ekonomi syariah lintas sektor, dari investasi hingga jasa.

Target Ambisius Ekonomi Syariah

Kehadiran tokoh-tokoh besar Ma’ruf Amin, Erick Thohir, hingga Muliaman Hadad menegaskan bahwa ekonomi syariah telah naik kelas menjadi agenda strategis nasional. Ma’ruf Amin menyebut posisi ekonomi syariah Indonesia kini menembus peringkat tiga dunia.

Namun, angka di dalam negeri berbicara lain. Market share ekonomi syariah baru menyentuh sekitar 30 persen. Target berikutnya jelas ambisius: menembus lebih dari 50 persen dan benar-benar mengubah perilaku ekonomi masyarakat.

Ujian di Luar Panggung Munas

Pertanyaannya kini sederhana: apakah ekonomi syariah akan menjadi alat pemerataan yang nyata, atau hanya etalase baru dari kebijakan lama dengan label religius?

Dengan menteri sebagai motor utama, publik berhak menagih hasil. Ekonomi berkeadilan seharusnya terasa di pasar, sawah, dan warung kecil bukan berhenti di podium Munas dan siaran pers. Sebab ekonomi yang mengklaim halal, idealnya juga adil dalam praktik, bukan hanya rapi di konsep. (red)

Tags: BKPMEkonomiferry juliantonoKepalaKetua Harian Masyarakat Ekonomi SyariahKoperasiMenteriMESRosan RoeslaniSyariahUMKM
Next Post
Duka Seorang Ayah di Hadapan Tembok Institusi

Duka Seorang Ayah di Hadapan Tembok Institusi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.