Tabooo.id: Sports – Di bawah sorotan lampu kolam renang Bangkok yang memantul seperti kilau emas, Jason Donovan Yusuf melompat ke air dengan satu misi membuktikan bahwa generasi baru renang Indonesia siap memimpin. Dalam hening tiga detik sebelum start, tensi di Swimming Pool Sports Authority of Thailand terasa menebal. Namun begitu sirene berbunyi, Jason melesat seperti anak muda tanpa rasa takut dan kembali ke permukaan sebagai juara.
Dominasi Jason di 50 Meter Gaya Punggung
Kamis (11/12/2025) menjadi panggung baru bagi Jason. Turun di nomor 50 meter gaya punggung putra, ia mencatat waktu 25,36 detik waktu yang bukan hanya cukup untuk emas, tetapi cukup untuk menegaskan bahwa debutnya di SEA Games bukan sekadar pengalaman, tapi pernyataan.
Ia mengungguli seluruh rival, termasuk senior sekaligus idolanya sendiri, I Gede Siman Sudartawa. Dengan catatan bersih dan stabil sejak penyisihan, Jason tampil tanpa keraguan. Satu hari sebelumnya, ia juga meraih emas di nomor 100 meter gaya punggung putra. Dua nomor, dua emas. Dua bukti: regenerasi berjalan.
“Pertandingannya seru banget. Seneng banget bisa medali emas di nomor 50m gaya punggung ini. Awalnya cuma pingin ngasih yang terbaik, bukan ngejar harus emas,” ujar Jason, masih ngos-ngosan tetapi mata berbinar.
Ia mengaku tekanan justru datang dari luar, bukan dari dirinya sendiri. “Tiap malam aku telpon papa mama. Tadi di tribun sempet telpon juga, tapi gak kedengeran apa-apa,” tambahnya sambil tertawa.
Siman Menutup Karier dengan Perunggu dan Kebanggaan
Di balik gemerlap kemenangan Jason, ada cerita lain yang hangat dan menampar hati perpisahan Siman Sudartawa. Senior yang selama bertahun-tahun menjadi ikon gaya punggung Indonesia itu menutup SEA Games terakhirnya dengan medali perunggu di nomor yang sama, mencatat 25,49 detik.
Ia hanya kalah tipis dari Jason dan peraih perak, Zheng Wen Quah dari Singapura (25,43 detik).
“Seneng yah, menutup Sea Games terakhir saya dengan oleh-oleh medali perunggu. Dan ada perenang muda bisa curi dua emas. Saya bangga banget,” kata Siman, suaranya tulus, tanpa sedih, hanya penuh harapan.
“Sekarang waktunya tutup buku. Semuanya kita serahkan ke Jason. Semoga dia lebih lagi prestasinya,” tutupnya.
Makna Kemenangan: Momentum Besar Akuatik Indonesia
SEA Games 2025 masih menyisakan beberapa hari hingga 15 Desember, namun kemenangan di kolam ini terasa seperti pintu yang dibuka lebar. Indonesia menargetkan lebih dari tiga emas di cabor renang, dan dua sudah diamankan oleh satu nama Jason.
Tim akuatik Indonesia datang dengan kombinasi pengalaman dan darah muda. Hari ini, kombinasi itu bekerja sempurna Siman menyerahkan tongkat estafet terakhirnya, dan Jason menangkapnya dengan emas di kedua tangan.
Dalam setiap gelombang air yang pecah di kolam Bangkok, ada cerita tentang warisan, keberanian, dan masa depan. Dan malam ini, masa depan itu bernama Jason Donovan Yusuf. @teguh





