Minggu, Juni 28, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

EJAE, “Golden”, dan Air Mata yang Tidak Pernah Masuk Chart

by dimas
Mei 8, 2026
in Culture, Musik
A A
Home Culture
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Musik – Pernah nggak, lagi dengerin lagu K-pop yang super catchy, terus tanpa sadar bibir nyanyi tapi hati mendadak mellow? Nah, ternyata bukan cuma kita yang begitu. EJAE komposer, penyanyi, mantan trainee SM yang pernah jungkir balik di ruang latihan selama hampir satu dekade juga kena efeknya. Bedanya, dia nangis duluan sebelum lagunya viral.

Dan ini bukan drama. Ini Golden.

Golden: Lagu Fiksi, Tangis Nyata

Film animasi KPop Demon Hunters memperkenalkan grup fiktif HUNTR/X. Keren. Fantastis. Setengah manusia, setengah iblis. Tapi lagu unggulan mereka, Golden, malah lahir dari pengalaman yang 100% manusia patah hati, gagal debut, dan bangkit pelan-pelan dari reruntuhan mimpi.

“Saya menangis saat rekaman demo Golden,” kata EJAE pada Variety.
Dan kalau dipikir-pikir, itu masuk akal. Lagu ini mengingatkan dia pada masa-masa kelam sebagai trainee masa di mana setiap detik terasa seperti kompetisi, setiap latihan adalah taruhan masa depan, dan setiap penolakan terasa seperti akhir dunia.

Ironisnya, lagu yang ditujukan untuk grup fiktif malah memanggil kembali luka paling nyata dalam hidupnya.

Ini Belum Selesai

Banteng Terakhir Kesultanan Yogyakarta: Kisah Raden Ronggo dari Madiun

Film Pendek Bukan Soal Gaya, Tapi Cara Membaca Realitas

Dualitas: Manusia vs Iblis, Korea vs Amerika, Mimpi vs Realita

Produser Danny Chung menyebut Golden adalah lagu tentang dualitas antara identitas Korea-Amerika, antara moralitas dan godaan, antara cahaya dan sisi gelap diri.
Buat penonton filmnya, pesan ini keren.
Buat EJAE? Ini kayak nonton highlight trauma pribadi versi 4K Dolby Atmos.

Karena EJAE tahu persis rasa “terbelah” antara ingin menyerah dan ingin terus kejar mimpi. Antara jadi idol atau menyadari bahwa mungkin Tuhan punya playlist lain untuk hidupnya.

Dia bahkan bilang, andai saja dia bisa mendengar Golden saat masih trainee, mungkin luka-lukanya terasa sedikit lebih jinak.

Dan bukannya makin mellow, dia malah berharap lagu itu bisa memberi hiburan dan harapan untuk orang di luar sana yang lagi capek lihat dunia penuh tragedi.
“Tidak banyak lagu dengan melodi indah dan menyentuh akhir-akhir ini,” katanya.
Ini sindiran halus? Bisa jadi.
Ini jujur? Sangat.

Golden, Lagu Penyembuh atau Surat Terbuka?

KPop Demon Hunters memakai Golden sebagai soundtrack transformasi dari ketakutan menjadi keberanian. Dari rahasia menjadi pengakuan. Dari “aku siapa?” menjadi “aku memang begini.”

Dan Rumi, karakter separuh iblis, memanfaatkan lagu ini sebagai “curhat terselubung” untuk mengakui identitasnya di depan publik.
Kalau di dunia nyata, ini setara sama idol K-pop tiba-tiba drop lagu yang mengaku:
“Gue capek pura-pura sempurna.”

Lalu ada konsep Golden Honmoon energi magis yang bisa jadi perisai melawan iblis. Secara fiksi ini keren.
Tapi secara emosional, ini lebih kayak metafora: kalau kamu pernah terluka, justru dari sanalah cahaya kamu muncul.

Dan itu pas banget sama hidup EJAE. Gagal debut bukan akhir. Itu cuma pintu darurat yang ternyata mengantar dia ke studio rekaman yang benar.

Tidak Semua yang Fiksi Berarti Bohong

Golden memang lagu fiksi untuk film fiksi.
Tapi pesan dan air matanya real.

Kadang kita butuh lagu yang mengingatkan bahwa luka itu bukan aib, tapi bahan bakar. Bahwa gagal bukan penghalang, tapi belokan. Dan bahwa cahaya paling kuat justru lahir dari tempat paling gelap.

Jadi, kalau nanti lagu Golden tiba-tiba bikin kamu pengen nangis, jangan malu.
Mungkin itu bukan soal Rumi, bukan soal iblis, bukan soal HUNTR/X.

Mungkin itu soal kamu.
Dan tidak apa-apa.

Mau ngomongin OST lain yang juga “terlalu emosional untuk ukuran fiksi”? Let’s spill. @dimas

Kamu Melewatkan Ini

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

TABOOO Cultural Production: Dari Budaya Menjadi Karya

by dimas
Juni 28, 2026

TABOOO Cultural Production mengubah budaya lokal Madiun Raya menjadi karya, pengetahuan, dan intellectual property melalui kolaborasi masyarakat. Tabooo.id - Sebuah...

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

Raden Ronggo Prawirodirjo III: Api Perlawanan dari Madiun

by dimas
Juni 27, 2026

Raden Ronggo Prawirodirjo III menjadi simbol perlawanan dari Madiun. Kisahnya membuktikan bahwa harga diri Jawa tak pernah mudah ditaklukkan. Tabooo.id...

Suran Agung PSHW TM 2026: Keheningan yang Menyatukan Persaudaraan

Suran Agung PSHW ke-123: Madiun Mengawal Persaudaraan

by dimas
Juni 27, 2026

Suran Agung PSHW ke-123 menjadi momentum mempererat persaudaraan melalui konsep Purabaya, sekaligus mengajak seluruh warga menjaga ketertiban dan zero insiden....

Next Post
Men in Black 5: Alien Balik Lagi, Tapi Will Smith Balik Juga Nggak?

Men in Black 5: Alien Balik Lagi, Tapi Will Smith Balik Juga Nggak?

Madilog Series

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026

Marx Series

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id