Tabooo.id: Musik – Pernah nggak, lagi dengerin lagu K-pop yang super catchy, terus tanpa sadar bibir nyanyi tapi hati mendadak mellow? Nah, ternyata bukan cuma kita yang begitu. EJAE komposer, penyanyi, mantan trainee SM yang pernah jungkir balik di ruang latihan selama hampir satu dekade juga kena efeknya. Bedanya, dia nangis duluan sebelum lagunya viral.
Dan ini bukan drama. Ini Golden.
Golden: Lagu Fiksi, Tangis Nyata
Film animasi KPop Demon Hunters memperkenalkan grup fiktif HUNTR/X. Keren. Fantastis. Setengah manusia, setengah iblis. Tapi lagu unggulan mereka, Golden, malah lahir dari pengalaman yang 100% manusia patah hati, gagal debut, dan bangkit pelan-pelan dari reruntuhan mimpi.
“Saya menangis saat rekaman demo Golden,” kata EJAE pada Variety.
Dan kalau dipikir-pikir, itu masuk akal. Lagu ini mengingatkan dia pada masa-masa kelam sebagai trainee masa di mana setiap detik terasa seperti kompetisi, setiap latihan adalah taruhan masa depan, dan setiap penolakan terasa seperti akhir dunia.
Ironisnya, lagu yang ditujukan untuk grup fiktif malah memanggil kembali luka paling nyata dalam hidupnya.
Dualitas: Manusia vs Iblis, Korea vs Amerika, Mimpi vs Realita
Produser Danny Chung menyebut Golden adalah lagu tentang dualitas antara identitas Korea-Amerika, antara moralitas dan godaan, antara cahaya dan sisi gelap diri.
Buat penonton filmnya, pesan ini keren.
Buat EJAE? Ini kayak nonton highlight trauma pribadi versi 4K Dolby Atmos.
Karena EJAE tahu persis rasa “terbelah” antara ingin menyerah dan ingin terus kejar mimpi. Antara jadi idol atau menyadari bahwa mungkin Tuhan punya playlist lain untuk hidupnya.
Dia bahkan bilang, andai saja dia bisa mendengar Golden saat masih trainee, mungkin luka-lukanya terasa sedikit lebih jinak.
Dan bukannya makin mellow, dia malah berharap lagu itu bisa memberi hiburan dan harapan untuk orang di luar sana yang lagi capek lihat dunia penuh tragedi.
“Tidak banyak lagu dengan melodi indah dan menyentuh akhir-akhir ini,” katanya.
Ini sindiran halus? Bisa jadi.
Ini jujur? Sangat.
Golden, Lagu Penyembuh atau Surat Terbuka?
KPop Demon Hunters memakai Golden sebagai soundtrack transformasi dari ketakutan menjadi keberanian. Dari rahasia menjadi pengakuan. Dari “aku siapa?” menjadi “aku memang begini.”
Dan Rumi, karakter separuh iblis, memanfaatkan lagu ini sebagai “curhat terselubung” untuk mengakui identitasnya di depan publik.
Kalau di dunia nyata, ini setara sama idol K-pop tiba-tiba drop lagu yang mengaku:
“Gue capek pura-pura sempurna.”
Lalu ada konsep Golden Honmoon energi magis yang bisa jadi perisai melawan iblis. Secara fiksi ini keren.
Tapi secara emosional, ini lebih kayak metafora: kalau kamu pernah terluka, justru dari sanalah cahaya kamu muncul.
Dan itu pas banget sama hidup EJAE. Gagal debut bukan akhir. Itu cuma pintu darurat yang ternyata mengantar dia ke studio rekaman yang benar.
Tidak Semua yang Fiksi Berarti Bohong
Golden memang lagu fiksi untuk film fiksi.
Tapi pesan dan air matanya real.
Kadang kita butuh lagu yang mengingatkan bahwa luka itu bukan aib, tapi bahan bakar. Bahwa gagal bukan penghalang, tapi belokan. Dan bahwa cahaya paling kuat justru lahir dari tempat paling gelap.
Jadi, kalau nanti lagu Golden tiba-tiba bikin kamu pengen nangis, jangan malu.
Mungkin itu bukan soal Rumi, bukan soal iblis, bukan soal HUNTR/X.
Mungkin itu soal kamu.
Dan tidak apa-apa.
Mau ngomongin OST lain yang juga “terlalu emosional untuk ukuran fiksi”? Let’s spill. @dimas





