Tabooo.id: Sport – Hampir 90 tahun setelah debut pertamanya di Piala Dunia 1938, Timnas Indonesia kini hanya dua kemenangan lagi dari sejarah. Dari bangsa yang pernah tenggelam dalam duka Kanjuruhan, dengan 135 nyawa melayang di stadion sendiri, lahirlah tim yang kini berani menatap langit tertinggi sepak bola dunia.
Perjuangan yang Tak Terduga
Pada 8 dan 11 Oktober 2025 mendatang, Indonesia akan berhadapan dengan Arab Saudi dan Irak di babak kualifikasi akhir menuju Piala Dunia 2026 (AS, Kanada, Meksiko). Dua laga ini bukan sekadar pertandingan, ini pertempuran hidup dan mati.
Dari peringkat 155 dunia usai tragedi 2022, Indonesia kini melesat ke posisi 119 FIFA. Kemenangan beruntun atas Arab Saudi, Bahrain, dan China membuktikan, naturalisasi bukan sekadar politik, tapi revolusi sepak bola nasional.
Pelatih anyar Patrick Kluivert, legenda Belanda yang kini di kursi Garuda, menyalakan bara optimisme.
“Kami tidak datang untuk tampil cantik,” kata Kluivert dingin. “Kami datang untuk menulis sejarah.”
Dunia Mulai Menoleh ke Indonesia
Presiden FIFA Gianni Infantino bahkan tak menutupi kekagumannya.
“Hingga beberapa waktu lalu, tak ada yang percaya Indonesia akan berada di titik ini,” ujarnya. “Perjuangan mereka adalah simbol transformasi sepak bola Asia Tenggara,”
Namun, ujian datang di rumah singa. Arab Saudi, dengan pelatih Herve Renard, yang menumbangkan Argentina di Piala Dunia 2022, siap menjadikan Jeddah sebagai neraka bagi lawan.
“Atmosfer di sini bisa membakar siapa pun,” kata Renard. “Tapi keberanian selalu jadi pembeda.”
Sementara Irak, yang terakhir kali ke Piala Dunia pada 1986, kini dibangkitkan oleh Graham Arnold, pelatih yang membawa Australia ke babak 16 besar di 2022.
Lebih dari Sekadar Tiket Piala Dunia
Bagi Indonesia, ini bukan cuma soal sepak bola. Ini soal penebusan, identitas, dan harga diri nasional. Dari darah yang tumpah di Kanjuruhan, lahir semangat untuk membuktikan: cinta rakyat tak bisa dimatikan.
Mungkin, ini bukan hanya perjalanan menuju Piala Dunia, tapi perjalanan bangsa mencari kembali jiwa Garuda-nya. Pertanyaannya, “Setelah semua luka dan air mata, mampukah Indonesia benar-benar menang kali ini?” @tabooo




