• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Rabu, Maret 25, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Global

Dua Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah, Ketegangan Iran Meningkat

Februari 22, 2026
in Global, News
A A
Dua Kapal Induk AS Bergerak ke Timur Tengah, Ketegangan Iran Meningkat

Kapal induk AS USS Abraham Lincoln (CVN 72) berlayar bersama USS Frank E Petersen Jr (DDG 121) dan USNS Carl Brashear (T-AKE 7) di Laut Arab, pada (6/2/2026). (Foto istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Global – Dua kapal induk Amerika Serikat bergerak menuju Timur Tengah, menegaskan pengerahan militer besar-besaran Washington di kawasan yang selama ini tegang. USS Gerald R Ford, kapal perang terbesar di dunia, menyiarkan posisinya selama 48 menit di Samudra Atlantik pada Rabu (18/2/2026). Kapal tampak berlayar dari lepas pantai Maroko menuju Laut Mediterania. Sementara USS Abraham Lincoln sudah berada sekitar 700 km dari Iran sejak Sabtu (14/2/2026) di lepas pantai Oman.

Pengerahan ini berlangsung bersamaan dengan perundingan putaran kedua pejabat AS dan Iran di Swiss, Selasa (17/2/2026). Presiden Donald Trump menyatakan dunia akan mengetahui dalam sepuluh hari apakah AS mencapai kesepakatan dengan Iran atau mengambil tindakan militer.

Kedua kapal induk memimpin gugus tempur yang mencakup kapal perusak bersenjata rudal kendali. Setiap kapal membawa lebih dari 5.600 personel dan puluhan pesawat. Pengerahan ini menambah bukti bahwa AS meningkatkan tekanan terhadap Iran, terutama terkait program senjata dan respons atas aksi mematikan terhadap demonstran baru-baru ini.

Peningkatan Kekuatan Militer

BBC Verify mencatat pergerakan signifikan. USS Gerald R Ford mengaktifkan sistem identifikasi otomatis (AIS) untuk pertama kali pada 2026. Sinyal itu membuat publik dapat melacak posisinya selama 48 menit. Sementara USS Abraham Lincoln terlihat melalui citra satelit Sentinel 2 milik Eropa, bersama tiga kapal perusak kelas Arleigh Burke, dua kapal perusak jarak jauh, dan tiga kapal operasi dekat pesisir.

Delapan pangkalan udara AS di Timur Tengah dan Eropa menyiapkan jet tempur F-35, F-22, pesawat pengisian bahan bakar KC-135 dan KC-46, serta pesawat komando E-3 Sentry. Pengerahan ini berdampak langsung pada keamanan energi global. Selat Hormuz, jalur vital transit minyak dan gas dunia, kini menjadi titik panas.

Iran Menanggapi Pengerahan AS

Iran menanggapi langkah AS dengan latihan militer di Selat Hormuz, Senin (16/2/2026). Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) meluncurkan rudal dan menggelar operasi gabungan dengan Rusia di Laut Oman. Jalur tersebut menjadi krusial karena sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati wilayah itu.

Pakar intelijen Justin Crump menekankan pengerahan saat ini lebih besar dibanding operasi AS di Venezuela atau serangan nuklir di Iran tahun lalu. Saat itu, AS menempatkan satu gugus tempur kapal induk dan beberapa kapal perusak. Kini, dua gugus tempur kapal induk, delapan pangkalan udara, dan ribuan personel siap mendukung operasi berkepanjangan hingga 800 sortie per hari. Strategi ini menyiapkan AS menghadapi respons Iran atau Israel.

Dampak Bagi Masyarakat dan Ekonomi

Kapal dan jet tempur yang hadir menegaskan kemampuan AS mengontrol jalur pelayaran strategis. Namun, risiko ekonomi meningkat. Gangguan di Selat Hormuz dapat menahan pasokan energi global. Harga minyak dunia berpotensi melonjak. Konsumen dan pelaku perdagangan internasional menjadi pihak paling terdampak.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Pemerintah Resmi Tetapkan Idul Fitri 1447 H pada Sabtu 21 Maret 2026

Pengerahan militer AS bukan sekadar ancaman. Ini pesan politik. Kapal induk megah bisa menunjukkan kekuatan, tapi harga yang dibayar dunia nyata ketegangan meningkat, energi mahal, dan stabilitas pasar terganggu.

Sindiran ringan: megahnya kapal induk mungkin terlihat menakjubkan, tapi siapa yang benar-benar membayar ketika minyak naik dan ketegangan politik makin memuncak? @dimas

Tags: Abraham LincolnASEnergiGeraldR FordGlobalHormuzIndukIranKapalKeamananKonflikSelatTimur TengahUSS Military
Next Post
Luka di Balik Rumah: Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak Hingga Tewas di Sukabumi

Luka di Balik Rumah: Ibu Tiri Diduga Aniaya Anak Hingga Tewas di Sukabumi

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.