• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Selasa, Maret 24, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Tabooo
  • News
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Life
  • Talk
  • Vibes
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home News Sports

Drama, Amarah: Senegal Juara Afrika Lewat Final Tak Masuk Akal

Januari 19, 2026
in Sports
A A
Drama, Amarah: Senegal Juara Afrika Lewat Final Tak Masuk Akal

Senegal resmi menahbiskan diri sebagai juara Afrika pada Minggu (18/1/2026) malam. Skuad Singa Teranga mengalahkan Maroko dalam final Piala Afrika. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Senegal Juara dari Malam yang Nyaris Tak Masuk Akal

Tabooo.id: Sports – Pada akhirnya, sepak bola Afrika kembali menunjukkan wajah aslinya. Bukan hanya soal teknik atau taktik, melainkan juga tentang emosi, keberanian, dan kekacauan yang datang bersamaan. Minggu (18/01/2026) malam di Rabat, Senegal menahbiskan diri sebagai juara Piala Afrika usai menundukkan Maroko 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Namun sebelumnya, laga ini hampir runtuh oleh kontroversi.

Sejak awal, tensi sudah terasa tinggi. Namun segalanya benar-benar meledak ketika laga memasuki masa injury time. Saat itu, Senegal mengira kemenangan sudah di tangan.

Gol Dianulir, Lalu Dunia Seolah Berbalik

Awalnya, Ismaila Sarr menyambar bola muntah hasil sundulan Abdoulaye Seck yang membentur tiang. Stadion berguncang. Bangku cadangan melonjak. Akan tetapi, euforia itu tidak bertahan lama.

Beberapa detik kemudian, wasit Jean Jacques Ndala menghentikan laga. Setelah mengecek VAR, ia menganulir gol tersebut karena menilai Seck melanggar Achraf Hakimi. Sejak saat itu, emosi Senegal mulai mendidih.

Namun belum sempat kemarahan mereda, keputusan lain justru datang. Tak lama berselang, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko. El Hadji Malick Diouf dianggap menjatuhkan Brahim Diaz di kotak penalti. Padahal, tayangan ulang memperlihatkan kontak yang sangat minimal.

Akibatnya, kemarahan berubah menjadi ledakan.

Mogok Main dan Kepemimpinan Sadio Mane

Sebagai respons, pelatih Pape Thiaw mengambil langkah ekstrem. Ia meminta seluruh pemain keluar lapangan. Satu per satu, pemain Senegal berjalan menuju lorong stadion. Final nyaris bubar.

Namun di tengah kekacauan itu, satu sosok memilih bertahan. Sadio Mane menolak meninggalkan lapangan. Sebaliknya, ia berlari membujuk rekan-rekannya. Dengan tenang, ia mengajak tim kembali menghadapi situasi paling genting.

Akhirnya, laga kembali berjalan setelah jeda sekitar 15 menit. Saat itu, Brahim Diaz bersiap mengeksekusi penalti. Di sisi lain, Edouard Mendy berdiri penuh percaya diri.

Kemudian, momen penentuan datang. Diaz mencoba chip lembut ke tengah. Namun Mendy membaca arah bola dengan sempurna. Tangkap. Selamat.

Dengan begitu, laga berlanjut ke extra time.

Drama, Amarah: Senegal Juara Afrika Lewat Final Tak Masuk Akal
Kapten Tim senegal Dengan Tropi Piala Afrika

Gol Pape Gueye dan Takdir yang Berubah

Memasuki babak perpanjangan waktu, Senegal tampil lebih tenang. Tak lama kemudian, Sadio Mane kembali menjadi motor serangan. Ia membawa bola dengan keyakinan penuh sebelum mengalirkannya ke Pape Gueye.

Tanpa ragu, gelandang Villarreal itu melepaskan tembakan kaki kiri. Bola meluncur ke sudut atas gawang. Gol. Senegal unggul 1-0.

Sejak saat itu, Senegal tak lagi menoleh ke belakang.

RelatedPosts

MotoGP Brasil 2026: Semua Nol Lagi, Tapi Marquez Punya Satu Keunggulan

Strava Tambah 5 Olahraga Baru, Tren Latihan Berbasis Data Makin Mendominasi

Juara dengan Luka, Bukan Kenyamanan

Akhirnya, peluit panjang berbunyi. Senegal resmi menjadi juara Afrika untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Namun gelar ini lahir bukan dari malam yang sempurna.

Sebaliknya, trofi ini hadir lewat kekacauan, kontroversi, dan tekanan mental yang luar biasa. Meski begitu, Senegal membuktikan satu hal penting juara sejati bukan yang selalu diuntungkan, melainkan yang tetap berdiri saat keadaan terasa tidak adil.

Dan mungkin, itulah wajah sepak bola Afrika yang sesungguhnya keras, emosional, dan selalu meninggalkan cerita yang sulit dilupakan. @teguh

Tags: EuforiaExtra TimeFinalInjury TimeJuaraPenaltiPiala AfrikaRabatSadio ManeStadion
Next Post
Jonatan Christie Gagal Juara India Open 2026, Tersungkur di Final

Jonatan Christie Gagal Juara India Open 2026, Tersungkur di Final

Recommended

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

Check Fakta: Supermoon Bikin Gempa?

6 bulan ago
Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

Surabaya Siaga Bantu Korban Banjir dan Longsor Sumatera

4 bulan ago

Popular News

  • SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    SSD Lebih Awet dari HDD? Atau Kita yang Makin Takut Kehilangan Data?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Kuta Not Crime: Kenapa Muncul di Tembok Poppies?

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Harga Bitcoin Melemah di Tengah Ketidakpastian Ekonomi Global

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • KPK Buka Peluang Tahanan Rumah, Kasus Yaqut Jadi Sorotan Publik

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Trump Beri Ultimatum 48 Jam ke Iran untuk Buka Selat Hormuz

    0 shares
    Share 0 Tweet 0
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • News
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Life
  • Check
  • Deep
  • Edge
  • Talk
  • Vibes

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.