Kamis, Mei 14, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Drama, Amarah: Senegal Juara Afrika Lewat Final Tak Masuk Akal

by teguh
Januari 19, 2026
in Sports
A A
Home Reality Sports
Share on FacebookShare on Twitter

Senegal Juara dari Malam yang Nyaris Tak Masuk Akal

Tabooo.id: Sports – Pada akhirnya, sepak bola Afrika kembali menunjukkan wajah aslinya. Bukan hanya soal teknik atau taktik, melainkan juga tentang emosi, keberanian, dan kekacauan yang datang bersamaan. Minggu (18/01/2026) malam di Rabat, Senegal menahbiskan diri sebagai juara Piala Afrika usai menundukkan Maroko 1-0 lewat babak perpanjangan waktu. Namun sebelumnya, laga ini hampir runtuh oleh kontroversi.

Sejak awal, tensi sudah terasa tinggi. Namun segalanya benar-benar meledak ketika laga memasuki masa injury time. Saat itu, Senegal mengira kemenangan sudah di tangan.

Gol Dianulir, Lalu Dunia Seolah Berbalik

Awalnya, Ismaila Sarr menyambar bola muntah hasil sundulan Abdoulaye Seck yang membentur tiang. Stadion berguncang. Bangku cadangan melonjak. Akan tetapi, euforia itu tidak bertahan lama.

Beberapa detik kemudian, wasit Jean Jacques Ndala menghentikan laga. Setelah mengecek VAR, ia menganulir gol tersebut karena menilai Seck melanggar Achraf Hakimi. Sejak saat itu, emosi Senegal mulai mendidih.

Namun belum sempat kemarahan mereda, keputusan lain justru datang. Tak lama berselang, wasit menunjuk titik putih untuk Maroko. El Hadji Malick Diouf dianggap menjatuhkan Brahim Diaz di kotak penalti. Padahal, tayangan ulang memperlihatkan kontak yang sangat minimal.

Ini Belum Selesai

Kesalahan Fatal Madrid di El Clasico

Arsenal vs PSG: Ketika Benteng Tangguh Bertemu Insting Membunuh

Akibatnya, kemarahan berubah menjadi ledakan.

Mogok Main dan Kepemimpinan Sadio Mane

Sebagai respons, pelatih Pape Thiaw mengambil langkah ekstrem. Ia meminta seluruh pemain keluar lapangan. Satu per satu, pemain Senegal berjalan menuju lorong stadion. Final nyaris bubar.

Namun di tengah kekacauan itu, satu sosok memilih bertahan. Sadio Mane menolak meninggalkan lapangan. Sebaliknya, ia berlari membujuk rekan-rekannya. Dengan tenang, ia mengajak tim kembali menghadapi situasi paling genting.

Akhirnya, laga kembali berjalan setelah jeda sekitar 15 menit. Saat itu, Brahim Diaz bersiap mengeksekusi penalti. Di sisi lain, Edouard Mendy berdiri penuh percaya diri.

Kemudian, momen penentuan datang. Diaz mencoba chip lembut ke tengah. Namun Mendy membaca arah bola dengan sempurna. Tangkap. Selamat.

Dengan begitu, laga berlanjut ke extra time.

Drama, Amarah: Senegal Juara Afrika Lewat Final Tak Masuk Akal
Kapten Tim senegal Dengan Tropi Piala Afrika

Gol Pape Gueye dan Takdir yang Berubah

Memasuki babak perpanjangan waktu, Senegal tampil lebih tenang. Tak lama kemudian, Sadio Mane kembali menjadi motor serangan. Ia membawa bola dengan keyakinan penuh sebelum mengalirkannya ke Pape Gueye.

Tanpa ragu, gelandang Villarreal itu melepaskan tembakan kaki kiri. Bola meluncur ke sudut atas gawang. Gol. Senegal unggul 1-0.

Sejak saat itu, Senegal tak lagi menoleh ke belakang.

Juara dengan Luka, Bukan Kenyamanan

Akhirnya, peluit panjang berbunyi. Senegal resmi menjadi juara Afrika untuk pertama kalinya dalam lima tahun. Namun gelar ini lahir bukan dari malam yang sempurna.

Sebaliknya, trofi ini hadir lewat kekacauan, kontroversi, dan tekanan mental yang luar biasa. Meski begitu, Senegal membuktikan satu hal penting juara sejati bukan yang selalu diuntungkan, melainkan yang tetap berdiri saat keadaan terasa tidak adil.

Dan mungkin, itulah wajah sepak bola Afrika yang sesungguhnya keras, emosional, dan selalu meninggalkan cerita yang sulit dilupakan. @teguh

Tags: EuforiaFinalJuaraPenaltiStadion

Kamu Melewatkan Ini

The Longest Wait: Negara Sibuk Ribut, Timnas Malah Sibuk Menyatukan Kita

The Longest Wait: Negara Sibuk Ribut, Timnas Malah Sibuk Menyatukan Kita

by teguh
April 29, 2026

Di negeri yang sering lebih cepat panas karena politik daripada dingin karena solusi, sepak bola kembali datang sebagai penawar. Sementara...

Ditahan Vietnam, Indonesia Kehilangan Tiket Semifinal

Ditahan Vietnam, Indonesia Kehilangan Tiket Semifinal

by teguh
April 20, 2026

Satu poin yang terlihat kecil ternyata membawa luka besar. Timnas U17 Indonesia gagal melangkah ke semifinal ASEAN U17 Boys Championship...

Ronaldo Kembali ke Jakarta: Il Fenomeno Datang, GBK Bersiap Bergemuruh

Ronaldo Kembali ke Jakarta: Il Fenomeno Datang, GBK Bersiap Bergemuruh

by teguh
April 18, 2026

Tabooo.id: Sports - Hampir tiga dekade berlalu. Rambut bisa memutih, stadion bisa direnovasi, generasi bisa berganti. Tapi satu nama tetap...

Next Post
Jonatan Christie Gagal Juara India Open 2026, Tersungkur di Final

Jonatan Christie Gagal Juara India Open 2026, Tersungkur di Final

Pilihan Tabooo

Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Peristiwa Yesus Naik Ke Surga: Saat Kehilangan Jadi Awal Perjalanan Baru

Mei 10, 2026

Realita Hari Ini

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Pajak Kendaraan Diganti Jalan Berbayar: Terobosan Berani atau Eksperimen Berisiko?

Mei 13, 2026

Rapat Stunting atau Waktu Main? DPRD Jember Kini Disorot Publik

Mei 13, 2026

MPR RI Nonaktifkan Juri dan MC LCC Kalbar Usai Polemik Jawaban DPD Viral

Mei 12, 2026

MBG Bisa Ditolak, Prabowo Persilakan Anak Orang Kaya Mundur

Mei 12, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Figures

© 2026 Tabooo.id