Jumat, April 10, 2026
  • Login
No Result
View All Result
tabooo.id
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Kriminal
      • Bisnis
      • Sports
    • Entertainment
      • Film
      • Game
      • Musik
      • Tabooo Book Club
    • Lifestyle
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Travel
  • Tabooo
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Talk
  • Life
  • Vibes
  • Figures
No Result
View All Result
tabooo.id
No Result
View All Result
Home Lifestyle Health

DNA Bisa Bocorin Masa Depan: Indonesia Mulai Bangun Peta Genetik Sendiri

April 8, 2026
in Health, Lifestyle
A A
DNA Bisa Bocorin Masa Depan: Indonesia Mulai Bangun Peta Genetik Sendiri

Ilustrasi : Indonsia akan Bangun Data Genetik Lokal demi Pengobatan yang Presisi. (Foto: Istimewa)

Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Health – Pernah kepikiran kalau tubuh kamu sebenarnya sudah “menyimpan” potensi penyakit sejak lahir? Bukan mitos. Itu nyata dan sekarang Indonesia mulai serius membacanya.

Lewat pengembangan data genetik lokal, dunia kesehatan pelan-pelan menggeser cara lama dari mengobati jadi mencegah.

DNA: “Coding” Tubuh yang Selama Ini Kita Abaikan

Ketua Yayasan Satriabudi Dharma Setia (YSDS), dr. Vincentius Simeon Weo Budhyanto, menjelaskan dengan analogi yang cukup relate.

“Kalau kita itu sebagai suatu program, DNA itu coding-nya. Dan di manusia itu ada 3,3 miliar urutan DNA.”

Artinya? Tubuh kamu itu seperti software super kompleks. Semua risiko dari penyakit ringan sampai kanker sudah “tertulis” di dalamnya.

Masalahnya, selama ini kita jarang membaca “kode” itu.

BacaJuga

ChatGPT: Jadi Teman Kelas Anak Muda, Indonesia Paling Banyak

Ini Bukan Sekadar Mobil Niaga, Ini Tulang Punggung Bisnis Kecil Indonesia

Dari Tebak-Tebakan Jadi Deteksi Dini

Dengan teknologi sekuensing genomik, dokter sekarang bisa membaca pola risiko penyakit secara lebih spesifik.

Vincentius menjelaskan “Risiko berbagai penyakit yang diturunkan itu bisa kelihatan dari data genomnya, termasuk juga risiko ke kanker payudara, risiko ke berbagai jenis kanker.”

Bahkan tubuh sebenarnya punya “sistem keamanan” alami untuk melawan kanker.

Tapi kalau bagian gen itu rusak? “Kalau yang mencegah kankernya itu rusak area gennya, itu bisa meningkatkan risiko kena kanker.”

Di titik ini, kesehatan bukan lagi soal “nanti kalau sakit baru berobat.” Tapi soal “berapa besar peluang kamu sakit, bahkan sebelum gejala muncul.”

Masalah Besar: Data Orang Indonesia Minim Banget

Ironisnya, di tengah kemajuan teknologi, Indonesia justru kekurangan satu hal paling dasar data genetik lokal. Selama ini, referensi medis global didominasi data orang Barat.

“Orang-orang Indonesia sendiri pun dalam data referensi dataset internasional itu sangat tidak terwakili,” ungkap Vincentius.

Dampaknya serius. Diagnosa bisa kurang presisi. Pengobatan bisa kurang tepat sasaran.

Karena tubuh orang Indonesia tidak sama dengan tubuh orang Eropa atau Amerika.

Kenapa Data Genetik Lokal Itu Penting Banget?

Tanpa data lokal, Indonesia hanya “menumpang” pada standar global yang belum tentu cocok.

Vincentius menegaskan “Kalau enggak ada data genomik, kita enggak bisa membangun kit tersebut karena data urutan genom itu adalah informasi yang sangat krusial.”

Sederhananya Tanpa data kita sendiri, kita tidak benar-benar paham tubuh kita sendiri.

Kolaborasi Global, Tapi Tujuannya Lokal

Untuk mengejar ketertinggalan, YSDS menggandeng perusahaan bioteknologi asal AS, Ultima Genomics.

Mereka membawa teknologi sekuensing canggih, sementara Indonesia menyiapkan ekosistemnya dari laboratorium sampai rumah sakit.

Langkah ini juga mendukung program nasional Biomedical Genome Science Initiative (BGSi). Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, melihat ini sebagai momentum besar.

“Dengan teknologi yang lebih terjangkau, masyarakat bisa mendapatkan diagnosis yang lebih akurat dan pengobatan yang lebih tepat.”

Targetnya tidak main-main memetakan 200.000 genom masyarakat Indonesia.

Ambisi Besar: 200 Ribu DNA dalam Waktu Singkat

Menurut Vincentius, target itu bukan hal mustahil. “Kalau kita kolaborasi bersama, kita bisa capai kurang dari 2 tahun itu sebenarnya.”

Indonesia bahkan sudah mulai membangun jaringan laboratorium genomik di berbagai daerah. Artinya, ini bukan proyek elit di ibu kota saja. Ini upaya nasional.

Closing: Masa Depan Kesehatan Ada di Data, Bukan Tebakan

Dunia kesehatan sedang berubah. Cepat. Dulu kita menunggu sakit, baru panik cari obat. Sekarang, kita bisa membaca risiko bahkan sebelum tubuh memberi tanda.

Pertanyaannya Kalau kamu bisa tahu potensi penyakitmu lebih awal kamu siap menghadapinya? Atau masih mau hidup dengan satu kebiasaan lama menunda sampai terlambat?. @teguh

Tags: amerikaBGSiBioteknologiDataDatasetDNAeropaGenetikGenomikIndonesiaMenteri Kesehatan RIObatPETAPresisirisetRumah sakitUltima GenomicsYSDS

REKOMENDASI TABOOO

ChatGPT:  Jadi Teman Kelas Anak Muda, Indonesia Paling Banyak

ChatGPT: Jadi Teman Kelas Anak Muda, Indonesia Paling Banyak

by teguh
April 10, 2026

Tabooo.id: Teknologi - Kalau kamu merasa makin sering “curhat” ke AI dibanding ke teman sendiri, kamu nggak sendirian. Faktanya, Indonesia...

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

by dimas
April 9, 2026

Tabooo.id: Regional - Sebuah lapak sarapan di Tebet, Jakarta Selatan, mendadak ramai dibicarakan. Bukan karena menunya, tapi karena namanya MBG....

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

Lolos Sempurna ke Semifinal, Tapi Kenapa Pelatih Masih ‘Keras’?

by teguh
April 9, 2026

Tabooo.id: Sports - Timnas Futsal Indonesia kembali membuktikan satu hal mereka bukan cuma tim yang bisa menang, tapi tim yang...

Next Post
Bensin dari Sawit: Inovasi ITS Bikin BBM Lebih Hemat, Tapi Siap Dipakai?

Bensin dari Sawit: Inovasi ITS Bikin BBM Lebih Hemat, Tapi Siap Dipakai?

Recommended

Konflik Timur Tengah: Perang Fisik atau Benturan Energi?

Konflik Timur Tengah: Perang Fisik atau Benturan Energi?

April 9, 2026
Dari Gas Subsidi ke Oplosan: Warga Rugi Uang, Dapur Jadi Taruhan

Dari Gas Subsidi ke Oplosan: Warga Rugi Uang, Dapur Jadi Taruhan

April 4, 2026

Popular

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

Penggeledahan Berlanjut: Kasus Maidi Mulai Seret Lingkar Dalam

April 9, 2026

Siapa Ibu Sebenarnya? Teror Psikologis di Balik Legenda Malin Kundang

April 2, 2026

Kenapa Damai di Timur Tengah Selalu Rapuh?

April 9, 2026

Madilog: Kenapa Logika Jadi Hal Paling Ditakuti?

April 9, 2026

Benarkah Gencatan Iran-Israel Sudah Gagal Total? Ini Faktanya

April 9, 2026
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Sitemap
PT Tabooo Network Indonesia

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Tabooo.id
    • Deep
    • Edge
    • Vibes
    • Talk
    • Check
    • Life
    • Figures
  • Tabooo Today
    • News
      • Global
      • Nasional
      • Regional
      • Bisnis
      • Kriminal
    • Entertainment
      • Film
      • Musik
      • Tabooo Book Club
      • Game
    • Lifestyle
      • Sports
      • Teknologi
      • Otomotif
      • Food
      • Health
      • Travel

© 2025 Tabooo.id - Bicara Tabu, Itu Tabooo! @TaboooNetwork.