Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Bensin dari Sawit: Inovasi ITS Bikin BBM Lebih Hemat, Tapi Siap Dipakai?

by teguh
Mei 8, 2026
in Reality, Teknologi
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Teknologi – Bayangin kamu isi bensin, lalu bahan bakarnya berasal dari kelapa sawit aneh atau justru masa depan? Di tengah krisis energi global, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) mendorong kemungkinan baru lewat inovasi bensin berbasis sawit yang berpotensi menekan konsumsi BBM nasional.

Namanya Benwit (Bensin Biogasolin Sawit) dan ini bukan sekadar eksperimen lab.

Dari Sawit ke Tangki: Seberapa Efisien?

Ketua tim riset ITS, Hosta Ardhyananta, menegaskan potensi besar dari inovasi ini. Ia memperkirakan Benwit mampu menghemat sekitar 10 persen konsumsi BBM nasional.

“Secara umum di dunia itu biogasolin itu sampai hari ini masih lima persen di dunia. Sehingga, kalau kita bisa mencapai 10 persen itu sudah hasil yang luar biasa cukup besar,” ujar Hosta dalam demonstrasi di GRIT ITS, Selasa (07/04/2026).

Tim peneliti ITS juga menunjukkan efisiensi produksi yang cukup tinggi. Dalam satu kali proses, mereka menghasilkan sekitar 50–55 persen bensin dari bahan baku sawit. Dari 10 kilogram kelapa sawit, proses ini bisa menghasilkan sekitar 5 liter bensin.

Hosta menekankan bahwa proses ini hampir tidak menyisakan limbah.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

“Selama ini tidak ada residu. Residu yang ada itu sebagian kami gunakan untuk kompor bakar. Jadi semua prosesnya menghasilkan dan bisa digunakan,” jelasnya.

Artinya, tim tidak hanya fokus pada energi alternatif, tapi juga mengoptimalkan seluruh proses produksi.

Masalahnya: Mesin Kita Belum Sepenuhnya Siap

Meski menjanjikan, teknologi kendaraan saat ini belum sepenuhnya mendukung penggunaan Benwit secara penuh. Karena itu, tim ITS memilih pendekatan blending, yaitu mencampur Benwit dengan bensin konvensional.

“Kami lebih memilih ke blending karena tidak perlu banyak modifikasi mesin yang dilakukan sudah bisa menggunakan mesin-mesin yang ada,” kata Hosta.

Sejauh ini, tim belum menemukan masalah pada performa mesin dalam pengujian jangka pendek.

“Kalau untuk efek di mesin masih membutuhkan penelitian lebih lanjut. Saat ini kami baru menggunakan skop pendek belum ada masalah, masih normal untuk bisa digunakan,” tambahnya.

Lebih Ramah Emisi, Tapi Masih Butuh Pembuktian

Tim riset ITS juga mencatat penurunan emisi yang cukup signifikan. Satu liter Benwit menghasilkan emisi sekitar 10 persen dibandingkan bensin konvensional yang mencapai 90 persen.

Temuan ini terlihat menjanjikan, tapi tim masih perlu menguji performa dan dampaknya dalam skala lebih luas.

Momentum Krisis, atau Sekadar Alternatif?

Rektor ITS, Bambang Pramujati, melihat inovasi ini sebagai peluang strategis di tengah krisis energi global.

“Kami melihat ini momen yang tepat karena adanya krisis energi yang saat ini di seluruh dunia. Jadi ini momentum yang kita bisa sampaikan yang semoga saja bisa membantu dalam menyelesaikan krisis energi,” pungkasnya.

Ia menilai Benwit bisa mendorong kemandirian energi nasional, bukan sekadar jadi alternatif sementara.

Jadi, Ini Masa Depan atau Masih Tahap Awal?

Benwit mengingatkan satu hal penting Indonesia punya sumber daya besar, tapi butuh keberanian untuk mengolahnya jadi solusi nyata.

Sekarang pertanyaannya bukan lagi “bisa atau tidak”, tapi “kapan kita benar-benar berani beralih?”

Karena kalau sawit saja bisa masuk tangki kendaraan, mungkin yang perlu kita ubah bukan cuma bahan bakar tapi juga cara kita memandang masa depan energi. @teguh

Tags: BBMDosenHematinovasiITSKonvensionalMomentumSolusi

Kamu Melewatkan Ini

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

Mobil Listrik Pajak 0%, Rakyat Masih Ngantri BBM: Ini Insentif atau Ilusi?

by teguh
Mei 6, 2026

Di satu sisi, negara bilang masa depan itu listrik bersih, hijau, modern. Namun di sisi lain, sebagian rakyat masih mikir:...

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

BRIN 5 Tahun: Inovasi Jalan, Birokrasi Jangan Jadi Rem Tangan

by teguh
April 29, 2026

BRIN merayakan usia lima tahun dengan tema Inovasi untuk Negeri. Temanya besar, pesannya kuat. Tetapi publik tetap berhak bertanya inovasi...

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

Dari Jasad ke Tanah: Ketika Kematian Tak Lagi Akhir, Tapi Proses

by Naysa
April 25, 2026

Empat puluh lima hari. Itu saja yang dibutuhkan untuk mengubah tubuh manusia menjadi tanah hidup. Bukan dikubur, bukan dibakar tapi...

Next Post
Minum Oli Demi Konten? MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya

Minum Oli Demi Konten? MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id