Rabu, Mei 27, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Minum Oli Demi Konten? MUI Sulsel: Haram dan Berbahaya

by teguh
April 8, 2026
in Nasional, Reality
A A
Home Reality Nasional
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Nasionl – Fenomena nyeleneh muncul di Makassar. Sejumlah video memperlihatkan orang-orang bahkan mengenakan pakaian muslim menenggak oli kendaraan seperti minuman. Konten ini langsung viral dan memicu reaksi keras publik.

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Sulawesi Selatan pun tidak tinggal diam. Mereka menilai aksi ini bukan sekadar aneh, tapi juga berbahaya dan menyesatkan.

MUI: Jelas Haram, Jangan Dipelintir

Sekretaris MUI Sulsel, Prof Muammar Bakry, menegaskan posisi lembaganya tanpa ragu.

“Oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram. Artinya, minum oli itu haram karena bukan minuman,” tegas Muammar kepada wartawan di Makassar, Selasa (07/04/2026).

Ia menekankan, manusia tidak pernah merancang oli untuk konsumsi. Tubuh manusia tidak membutuhkan zat tersebut, apalagi dalam bentuk cairan mesin.

Bukan Sekadar Konten, Ini Ancaman Nyata

Sebagian pelaku mengklaim aksi ini bisa meningkatkan stamina. Klaim ini justru membuka pintu bahaya yang lebih luas.

Ini Belum Selesai

Jemaah Haji Indonesia Menuju Arafah: Jutaan Langkah ke Puncak Haji

Kodam Jaya Ikut Buru Begal: Jakarta Sedang Tidak Baik-Baik Saja?

Muammar mengingatkan, dampak buruk tidak selalu muncul seketika. Namun, tubuh tetap menerima efek negatif dalam jangka panjang.

“Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh. Apalagi, kalau misalnya dianggap bisa meningkatkan stamina dan kalau itu ditonton, kemudian diikuti oleh orang, ini berbahaya,” ujarnya.

Konten viral sering mengaburkan batas logika. Banyak orang menonton, lalu meniru tanpa berpikir dua kali.

Efek Domino: Dari Layar ke Kehidupan Nyata

Masalahnya tidak berhenti pada pelaku. Konten ini berpotensi mendorong orang lain melakukan hal serupa.

Muammar meminta para pembuat video segera bertanggung jawab.

“Saya selaku pengurus MUI Sulsel menyampaikan bahwa ini tidak layak untuk dijadikan contoh. Karena itu, sebaiknya yang memberikan contoh dalam video itu segera mengklarifikasi,” katanya.

Ia juga menyoroti penggunaan atribut keagamaan dalam video. Menurutnya, tampilan tersebut bisa menyesatkan persepsi publik.

“Pakaian itu, penampilannya bahwa Islam membolehkan, saya kira itu perbuatan yang sangat tidak etis dan tidak manusiawi,” tegasnya.

Dua Video, Satu Pola: Sensasi Tanpa Batas

Dua video berbeda memperlihatkan pola yang sama. Sekelompok orang minum cairan secara bergiliran di dalam masjid. Di video lain, dua pria berbagi oli di pinggir jalan.

Narasi yang mereka bangun terdengar sederhana oli bisa meningkatkan stamina pria. Namun, tidak ada dasar ilmiah yang mendukung klaim tersebut.

Sebagian netizen langsung mengkritik. Namun, sebagian lain justru percaya. Di sinilah masalah muncul ketika sensasi terasa lebih meyakinkan daripada fakta.

Closing: Viral Boleh, Tapi Jangan Kehilangan Nalar

Media sosial memberi ruang besar untuk siapa saja tampil. Tapi tidak semua yang tampil layak ditiru.

Konten ekstrem mungkin menarik perhatian. Namun, tubuh manusia bukan alat eksperimen demi views.

Sekarang pertanyaannya sederhana kalau semua demi viral, siapa yang masih menjaga akal sehat?. @teguh

Tags: IslamKeagamaanKontenlogikaMakasarMedia Sosialorang tua

Kamu Melewatkan Ini

Idul Adha dan Krisis Keikhlasan di Era Validasi Sosial

Idul Adha dan Krisis Keikhlasan di Era Validasi Sosial

by dimas
Mei 25, 2026

Idul Adha mengajarkan keikhlasan di tengah dunia yang sibuk mengejar pengakuan dan sorotan media sosial. Tabooo.id - Dunia hari ini...

Kita Tidak Kekurangan Suara, Kita Kehilangan Kesadaran

Kita Tidak Kekurangan Suara, Kita Kehilangan Kesadaran

by dimas
Mei 24, 2026

Kita tidak kekurangan suara, kita kehilangan kesadaran. Media sosial membuat semua orang bicara, tapi lupa cara memahami. Tabooo.id - Menertawakan...

Semua Orang Bisa Komentar, Tapi Tidak Semua Berani Bicara

Berani Bicara Itu Mahal di Era Semua Orang Bisa Komentar

by eko
Mei 15, 2026

Berani bicara hari ini terdengar sangat sederhana. Cukup buka media sosial, tulis apa yang ada di kepala, lalu tekan kirim....

Next Post
Gencatan Senjata 2 Pekan: Damai atau Sekadar Tarik Napas AS-Iran?

Gencatan Senjata 2 Pekan: Damai atau Sekadar Tarik Napas AS-Iran?

Pilihan Tabooo

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Sebelum Menyalahkan Negara, Pernahkah Kita Berkaca?

Mei 24, 2026

Realita Hari Ini

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Kasus Pelecehan, Pimpinan Ponpes di Lombok Timur Ditangkap

Februari 21, 2026

Mendagri Tegaskan Wakil Kepala Daerah Ikut Hadir di Rakornas 2026

Februari 2, 2026

MBG Bukan Makan Bergizi Gratis, Ini Versi “Mantap Banget Gila”

April 9, 2026

Ribuan Pemudik Padati Terminal Tirtonadi Solo, Lonjakan Penumpang Capai 50 Persen

Maret 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id