Jumat, Mei 22, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Gas Subsidi ke Oplosan: Warga Rugi Uang, Dapur Jadi Taruhan

by dimas
April 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Regional – Praktik oplos gas elpiji kembali terbongkar kali ini dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah langsung menelusuri peredaran gas ilegal yang diduga sudah menyebar ke Solo Raya.

Kasus ini mencuat setelah polisi menggerebek gudang di Kecamatan Tasikmadu. Di lokasi itu, pelaku memindahkan isi gas subsidi ukuran 3 kilogram ke tabung nonsubsidi berukuran 12 hingga 50 kilogram. Mereka menjalankan praktik ini secara sistematis dan tertutup.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Djoko Julianto, menegaskan bahwa distribusi gas oplosan tidak berhenti di satu wilayah.

“Penjualannya tidak hanya di wilayah Karanganyar, tetapi di wilayah Solo Raya,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Produksi Jalan, Uang Mengalir Deras

Polisi menetapkan dua tersangka, N (36), warga Surakarta, dan NA (31), warga Karanganyar. Keduanya mengoperasikan praktik ilegal ini dengan kapasitas produksi tinggi.

Ini Belum Selesai

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Bundaran UGM Jadi Sorotan, Spanduk Permintaan Maaf Terbentang

Setiap hari, mereka menghasilkan sekitar 200 hingga 300 tabung gas oplosan. Skala produksi ini menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan usaha kecil, melainkan bisnis ilegal yang terstruktur.

“Keuntungannya mencapai Rp 24 juta hingga Rp 36 juta per hari. Atau sekitar Rp 108 miliar per bulan,” tambahnya.

Angka itu menunjukkan satu hal: pelaku tidak sekadar melanggar aturan, mereka mengeksploitasi subsidi negara untuk meraup keuntungan besar.

Setahun Beroperasi, Baru Terendus

Penyidik menemukan bahwa praktik ini sudah berjalan sekitar satu tahun. Selama periode itu, pelaku terus memindahkan gas subsidi dan menjualnya kembali dalam kemasan nonsubsidi.

Tim penyidik kini memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengurai jalur distribusi. Mereka juga mendalami peran perantara yang membantu menyalurkan gas oplosan ke pasar.

Rantai distribusi yang panjang membuat produk ilegal ini sulit dikenali. Di titik tertentu, konsumen tidak lagi bisa membedakan gas resmi dan gas hasil oplosan.

Konsumen Rugi, Risiko Meledak

Dampaknya langsung mengenai masyarakat. Gas oplosan tidak memenuhi standar isi dan berpotensi membahayakan.

Djoko menjelaskan bahwa isi tabung hasil oplosan tidak sesuai ukuran.

“Selain itu, hasil oplosan juga tidak sesuai ukuran karena seusai ditimbang, isi tabung ternyata lebih ringan dari seharusnya,” jelasnya.

Artinya, konsumen membayar lebih mahal untuk isi yang lebih sedikit. Selain itu, pelaku memindahkan gas tanpa prosedur keamanan yang layak. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran hingga ledakan.

Masalahnya tidak berhenti pada kerugian ekonomi. Ancaman keselamatan ikut mengintai di dapur rumah warga.

Polisi Minta Warga Lebih Waspada

Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli elpiji, terutama jika menemukan harga yang tidak wajar. Polisi juga mendorong warga untuk aktif melapor.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng, Eko Kurniawan, menegaskan pentingnya peran publik.

“Kalau menemukan indikasi penyalahgunaan, segera laporkan. Peran masyarakat penting untuk menghentikan praktik seperti ini,” tegasnya.

Saat ini, penyidik menjerat kedua tersangka dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Mereka menghadapi ancaman hukuman hingga enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta.

Warga Kecil Kembali Jadi Korban

Di balik perputaran uang miliaran rupiah, masyarakat kecil kembali menanggung dampaknya. Mereka membeli gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi pelaku justru memanfaatkan skema itu untuk keuntungan pribadi.

Ironinya, subsidi yang seharusnya melindungi malah berubah menjadi ladang bisnis ilegal.

Dan seperti pola lama, praktik seperti ini baru berhenti setelah aparat membongkarnya bukan saat pertama kali terjadi. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaElpijiGasKaranganyarKejahatanKonsumenMafiaPerlindunganpolda jatengSolo RayaSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

“Jangan Kau Minta Saja Terus”: Pesan Prabowo ke Buruh Bikin Publik Terbelah

by jeje
Mei 20, 2026

Buruh diminta jangan terlalu banyak menuntut. Pengusaha jangan diperas. Itulah pesan blak-blakan Presiden Prabowo Subianto saat berbicara di Rapat Paripurna...

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

Rupiah Rp16.800, Ekonomi 6,5%: Janji Fiskal atau Ujian Realitas 2027

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah masih bergerak di wilayah yang bikin banyak orang waswas. Harga kebutuhan belum terasa ringan, biaya hidup makin terasa sempit,...

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS : Kita disuruh Hemat atau Donasi?

Rupiah Hampir Tembus 18.000 per Dolar AS : Kita disuruh Hemat atau Donasi?

by jeje
Mei 20, 2026

Rupiah turun lagi. Kali ini ke Rp17.807 per dolar AS. Bagi sebagian ekonom, angka ini mungkin terdengar teknis. Namun, buat...

Next Post
Dari Program Gizi ke IGD: Spageti MBG Bikin Puluhan Siswa Keracunan

Dari Program Gizi ke IGD: Spageti MBG Bikin Puluhan Siswa Keracunan

Pilihan Tabooo

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Ribuan Salib Merah di Papua, Apakah Fakta?

Mei 11, 2026

Realita Hari Ini

Perlawanan Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Perlawanan Dari Titik Nol: Reformasi Dipidatokan, Ketidakadilan Dilestarikan

Mei 21, 2026

Pemkab Lombok Tengah Tutup 25 Minimarket: Menjaga Pasar, Mengorbankan Pekerja?

Mei 22, 2026

KUHAP 2025 Tegaskan Peran Sah PPNS dalam Sistem Peradilan Pidana

Februari 4, 2026

Inbox Lebih Kalem: Saat Gmail Pakai AI Buat Ngurangin Drama Email

Mei 8, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id