Minggu, November 1, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Gas Subsidi ke Oplosan: Warga Rugi Uang, Dapur Jadi Taruhan

by dimas
April 4, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Praktik oplos gas elpiji kembali terbongkar kali ini dari Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kepolisian Daerah Jawa Tengah langsung menelusuri peredaran gas ilegal yang diduga sudah menyebar ke Solo Raya.

Kasus ini mencuat setelah polisi menggerebek gudang di Kecamatan Tasikmadu. Di lokasi itu, pelaku memindahkan isi gas subsidi ukuran 3 kilogram ke tabung nonsubsidi berukuran 12 hingga 50 kilogram. Mereka menjalankan praktik ini secara sistematis dan tertutup.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Jateng, Djoko Julianto, menegaskan bahwa distribusi gas oplosan tidak berhenti di satu wilayah.

“Penjualannya tidak hanya di wilayah Karanganyar, tetapi di wilayah Solo Raya,” tegasnya, Jumat (3/4/2026).

Produksi Jalan, Uang Mengalir Deras

Polisi menetapkan dua tersangka, N (36), warga Surakarta, dan NA (31), warga Karanganyar. Keduanya mengoperasikan praktik ilegal ini dengan kapasitas produksi tinggi.

Ini Belum Selesai

Anak Krakatau Erupsi Lagi, Status Siaga: Radius 5 Km Rawan Bahaya

Dua Tersangka Pembakaran Warung Mi dan Babi Sukoharjo, Satu DPO

Setiap hari, mereka menghasilkan sekitar 200 hingga 300 tabung gas oplosan. Skala produksi ini menunjukkan bahwa aktivitas tersebut bukan usaha kecil, melainkan bisnis ilegal yang terstruktur.

“Keuntungannya mencapai Rp 24 juta hingga Rp 36 juta per hari. Atau sekitar Rp 108 miliar per bulan,” tambahnya.

Angka itu menunjukkan satu hal: pelaku tidak sekadar melanggar aturan, mereka mengeksploitasi subsidi negara untuk meraup keuntungan besar.

Setahun Beroperasi, Baru Terendus

Penyidik menemukan bahwa praktik ini sudah berjalan sekitar satu tahun. Selama periode itu, pelaku terus memindahkan gas subsidi dan menjualnya kembali dalam kemasan nonsubsidi.

Tim penyidik kini memeriksa sedikitnya 10 saksi untuk mengurai jalur distribusi. Mereka juga mendalami peran perantara yang membantu menyalurkan gas oplosan ke pasar.

Rantai distribusi yang panjang membuat produk ilegal ini sulit dikenali. Di titik tertentu, konsumen tidak lagi bisa membedakan gas resmi dan gas hasil oplosan.

Konsumen Rugi, Risiko Meledak

Dampaknya langsung mengenai masyarakat. Gas oplosan tidak memenuhi standar isi dan berpotensi membahayakan.

Djoko menjelaskan bahwa isi tabung hasil oplosan tidak sesuai ukuran.

“Selain itu, hasil oplosan juga tidak sesuai ukuran karena seusai ditimbang, isi tabung ternyata lebih ringan dari seharusnya,” jelasnya.

Artinya, konsumen membayar lebih mahal untuk isi yang lebih sedikit. Selain itu, pelaku memindahkan gas tanpa prosedur keamanan yang layak. Kondisi ini meningkatkan risiko kebocoran hingga ledakan.

Masalahnya tidak berhenti pada kerugian ekonomi. Ancaman keselamatan ikut mengintai di dapur rumah warga.

Polisi Minta Warga Lebih Waspada

Polda Jateng mengimbau masyarakat untuk lebih teliti saat membeli elpiji, terutama jika menemukan harga yang tidak wajar. Polisi juga mendorong warga untuk aktif melapor.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Jateng, Eko Kurniawan, menegaskan pentingnya peran publik.

“Kalau menemukan indikasi penyalahgunaan, segera laporkan. Peran masyarakat penting untuk menghentikan praktik seperti ini,” tegasnya.

Saat ini, penyidik menjerat kedua tersangka dengan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi serta Undang-Undang Perlindungan Konsumen. Mereka menghadapi ancaman hukuman hingga enam tahun penjara dan denda maksimal Rp 500 juta.

Warga Kecil Kembali Jadi Korban

Di balik perputaran uang miliaran rupiah, masyarakat kecil kembali menanggung dampaknya. Mereka membeli gas subsidi untuk kebutuhan sehari-hari, tetapi pelaku justru memanfaatkan skema itu untuk keuntungan pribadi.

Ironinya, subsidi yang seharusnya melindungi malah berubah menjadi ladang bisnis ilegal.

Dan seperti pola lama, praktik seperti ini baru berhenti setelah aparat membongkarnya bukan saat pertama kali terjadi. @dimas

Tags: Ekonomi IndonesiaElpijiGasKaranganyarKejahatanKonsumenMafiaPerlindunganpolda jatengSolo RayaSubsidi

Kamu Melewatkan Ini

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

Karhutla Gunung Lawu Tembus 490 Hektare, Medan Curam Hambat Pemadaman

by dimas
Oktober 24, 2026

Karhutla Gunung Lawu mencapai 490 hektare. Medan terjal, kabut asap, dan angin tak menentu menghambat petugas menjangkau titik api dan...

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

Dua Tahun Prabowo-Gibran: Ekonomi Tumbuh, Kesejahteraan Masih Tertinggal

by dimas
Oktober 21, 2026

Dua tahun Prabowo-Gibran, ekonomi tumbuh di kisaran 5 persen. Namun, pekerjaan layak, daya beli kelas menengah, dan ketahanan energi masih...

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

De Tjolomadoe: Dari Pabrik Gula ke Ruang Sejarah

by dimas
Oktober 16, 2026

De Tjolomadoe di Karanganyar bertransformasi dari pabrik gula bersejarah menjadi ruang wisata, museum, dan pelestarian jejak kejayaan industri gula Mangkunegaran....

Next Post
Dari Program Gizi ke IGD: Spageti MBG Bikin Puluhan Siswa Keracunan

Dari Program Gizi ke IGD: Spageti MBG Bikin Puluhan Siswa Keracunan

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id