Rabu, Juni 10, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Di Antara Ancaman Vonis Mati dan Luka Ayah yang Tak Pernah Usai

by dimas
Februari 11, 2026
in Edge
A A
Home Edge
Share on FacebookShare on Twitter

Tabooo.id: Edge – Bayangkan begini. Negara sibuk rapat. Hukum berdiri tegak dengan toga rapi. Lalu realitas datang sambil membanting pintu seorang ayah menghabisi pria yang diduga melecehkan anaknya sendiri. Timeline langsung panas. Grup WhatsApp keluarga berubah jadi ruang sidang darurat. Semua mendadak jadi ahli hukum sekaligus analis psikologi.

Indonesia memang tidak pernah kehabisan plot twist.

Ketua Komisi III DPR RI Habiburokhman langsung angkat suara. Ia menolak wacana hukuman mati terhadap ED, pria yang membunuh Fikri (38) di Pariaman, Sumatera Barat. Polisi menduga Fikri melakukan kekerasan seksual terhadap anak kandung ED yang berusia 17 tahun.

Empati Jalan, Hukum Tetap Tegak

Habiburokhman menyatakan empati kepada ED. Namun ia menegaskan, pembunuhan tetap melanggar hukum. Ia meminta aparat dan majelis hakim menggali kondisi psikologis ED sebelum memutus perkara.

Ia menilai negara perlu mempertimbangkan keguncangan jiwa seorang ayah yang mengetahui anaknya mengalami kekerasan seksual selama bertahun-tahun. Menurutnya, hukum tidak boleh membaca peristiwa ini secara kaku tanpa melihat tekanan emosional yang menyertainya.

Ini Belum Selesai

Air Keras untuk Kritik: Demokrasi Sedang Sakit?

Demokrasi Tanpa Oposisi: Stabil atau Berbahaya?

Di titik itu, publik tidak lagi sekadar memperdebatkan benar atau salah. Mereka mulai mempertanyakan rasa keadilan.

KUHP Baru Ikut Bicara

Habiburokhman mengacu pada Pasal 43 KUHP baru. Aturan itu memberi ruang bagi pembelaan terpaksa yang melampaui batas jika pelaku mengalami keguncangan jiwa hebat. Ia juga menyinggung Pasal 54 yang mewajibkan hakim menimbang motif, tujuan pemidanaan, dan sikap batin terdakwa.

Karena itu, ia menilai hukuman mati atau penjara seumur hidup belum tentu mencerminkan keadilan dalam kasus ini.

Sementara itu, Polres Pariaman menangkap ED setelah petugas menemukan Fikri tergeletak di tepi jurang kawasan Korong Koto Muaro. Warga membawa Fikri ke RSUD Lubuk Basung, tetapi tim medis tidak berhasil menyelamatkannya.

Sehari sebelumnya, keluarga korban melaporkan dugaan kekerasan seksual ke polisi pada 23 September 2025. Penyidik kemudian mengembangkan laporan itu dan mengaitkannya dengan peristiwa pembunuhan.

Publik Terbelah, Negara Menghitung

Sebagian masyarakat menunjukkan simpati kepada ED. Mereka melihatnya sebagai ayah yang marah dan terluka. Mereka juga menilai aparat belum bergerak cukup cepat melindungi korban kekerasan seksual.

Pertanyaannya sederhana jika negara lambat, apakah rakyat harus selalu menahan diri?

Namun hukum tidak bekerja mengikuti emosi yang sedang viral. Negara wajib menjaga batas. Ketika orang membenarkan pembunuhan atas dasar moral, hukum mulai kehilangan pijakan.

Hari ini publik mendukung karena emosinya terasa dekat. Besok, siapa yang menentukan batas pembenarannya?

Ruang Sidang Jadi Ujian Sistem

Kasus ini memaksa aparat membuktikan keseriusan mereka menangani kekerasan seksual sekaligus menjaga objektivitas proses hukum. Hakim memegang peran sentral. Ia harus menilai fakta, membaca kondisi psikologis, dan mempertimbangkan rasa keadilan tanpa merusak kepastian hukum.

Di ruang sidang nanti, bukan hanya pasal KUHP yang berbicara. Sistem hukum harus menunjukkan kemampuannya membaca luka dan kemarahan tanpa ikut terseret arusnya.

Sebab ketika setiap amarah berubah menjadi eksekusi pribadi, negara hukum pelan-pelan berubah menjadi negara yang bertindak berdasarkan emosi. @dimas

Tags: DPRHukumanIsuKasusKeadilankekerasanKomisi IIIKriminal & HukumKUHPMatiPembelaanSeksual

Kamu Melewatkan Ini

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

Perempuan Pembela HAM: Antara Keberanian Melawan dan Risiko Kehilangan Hidup

by dimas
Mei 11, 2026

Perempuan pembela HAM sering melangkah dari pengalaman melihat ketidakadilan yang terjadi di sekitar mereka. Keberanian itu mendorong mereka bersuara, mendampingi...

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

Video Bea Cukai: Fakta atau Framing yang Keburu Meledak?

by teguh
Mei 9, 2026

Video berdurasi 22 detik memicu gelombang opini di media sosial. Dua petugas berseragam Bea Cukai mendatangi Warung Madura pada malam...

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

Viral Penggeledahan Warung Madura, Bea Cukai Tegal Tegaskan Tak Ada Pungli

by teguh
Mei 9, 2026

Video penggeledahan Warung Madura viral di media sosial dan langsung memicu sorotan publik. Dalam video berdurasi 22 detik itu, pemilik...

Next Post
Dari Daun Pahit ke Panggung Dunia: Kisah Tatik dan Batik Sambiloto

Dari Daun Pahit ke Panggung Dunia: Kisah Tatik dan Batik Sambiloto

Madilog Series

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026
Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Logika: Senjata Pembebasan yang Jarang Dipakai – Madilog Series #3.1

Juni 2, 2026
Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Pemberontakan Tidak Selalu Berhenti Sebagai Pemberontakan – Madilog Series #2.5

Mei 27, 2026

Marx Series

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026

Fetisisme Komoditas: Saat Barang Terlihat Lebih Penting daripada Manusia – Marx Series #1.2

Mei 25, 2026

Komoditas: Cara Pasar Menyembunyikan Kerja Manusia – Marx Series #1.1

Mei 17, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id