Tabooo.id: Entertainment – Pernah nggak sih kebayang syuting film bareng pasangan hidup sendiri? Bayangannya pasti manis ngobrol naskah sambil senyum-senyum, saling kasih masukan, pulang rumah tinggal gendong pasangan. Tapi apakah semanis itu? Dhini Aminarti punya jawabannya.
“Terapi Pasangan” Versi Layar Lebar
Dhini blak-blakan tentang nikmatnya syuting bareng suami, Dimas Seto, saat ia menghadiri konferensi pers di Jakarta Selatan, Sabtu (6/12/2025). “Enaknya syuting sama pasangan, kami bisa bedah skenario bareng. Aku sering nanya Mas Dimas, dan dia selalu kasih masukan, terutama soal ekspresi emosional,” ungkap Dhini dengan mata berbinar. Bahkan di rumah, mereka terus memberi masukan satu sama lain dan mengatur emosi masing-masing supaya akting di depan kamera makin maksimal. Jadi, bukan sekadar akting, tapi semacam terapi pasangan versi layar lebar.
Mengejar Restu: Drama Keluarga dan Dilema Cinta
Film terbaru mereka, Mengejar Restu, bakal tayang mulai 11 Desember 2025 di bioskop. Ceritanya mengisahkan Dania (Dhini) dan Faiz (Dimas), pasangan suami-istri yang menghadapi tekanan dari keluarga besar. Faiz harus mengambil keputusan penting berdasarkan latar belakang keluarganya, sementara Dania harus memilih antara mempertahankan nilai keluarga besar suaminya atau memperjuangkan kebahagiaan rumah tangganya sendiri. Di tengah konflik dan tekanan hidup, Dania menunjukkan keteguhan sebagai perempuan yang mampu bangkit dan jadi lebih kuat. Hmm… terdengar familiar, kan? Drama keluarga, dilema cinta, dan sedikit “tembak-menembak emosional” ala layar bioskop.
Pesan Sosial di Balik Layar
Mari kita lihat lebih dalam, bukan cuma drama di layar. Syuting bareng pasangan sebenarnya mirip kehidupan sehari-hari: komunikasi adalah kunci. Bagaimana kita mengolah emosi, memberi masukan, atau sekadar mendengarkan pasangan, semua itu bikin hubungan lebih solid. Bahkan di dunia hiburan yang glamor dan penuh sorot lampu, Dhini dan Dimas menegaskan bahwa mereka menjunjung respek dan trust dalam kerjasama. Jadi, film ini nggak cuma membahas cinta dan restu keluarga, tapi juga menunjukkan bagaimana kita bisa “mengolah konflik” dengan kepala dingin.
Chemistry Nyata, Bukan Hanya di Layar
Ada sisi jenaka yang nggak bisa diabaikan: bekerja bareng pasangan nggak selamanya manis. Bisa-bisa ketika adegan sedih di film, mereka saling lempar tatapan, “Eh, ini serius atau bercanda?” Tapi momen-momen itu justru bikin chemistry mereka terasa nyata, dan penonton ikut merasakan intensitas emosinya.
Lebih dari Sekadar Hiburan
Di akhir hari, Mengejar Restu bukan sekadar hiburan. Film ini mengingatkan kita bahwa semua hubungan baik di layar maupun nyata memerlukan keseimbangan antara kompromi, komunikasi, dan sedikit humor supaya tetap waras. Oleh karena itu, sebelum kamu protes sama pasangan soal nonton drama Korea atau debat soal naskah film, ingat: mungkin mereka cuma sedang “melatih ekspresi emosional” versi nyata.
Kalau menurutmu, siap nggak syuting bareng pasangan sendiri? Atau cukup nonton dari jauh sambil ngemil popcorn saja? (red)




