Rabu, Juli 29, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Demo Ricuh di Balai Kota Yogyakarta, HMI Soroti Krisis Sampah

by dimas
Juli 28, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on FacebookShare on Twitter
Ratusan mahasiswa HMI menggelar aksi yang sempat ricuh di Balai Kota Yogyakarta untuk memprotes krisis sampah. Massa mendesak Pemkot menghadirkan solusi nyata dan tata kelola yang lebih efektif.

Tabooo.id: Yogyakarta – Krisis sampah kembali menempatkan Pemerintah Kota Yogyakarta di bawah sorotan publik. Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menggelar demonstrasi di depan Balai Kota Yogyakarta, Selasa (28/7/2026). Mereka menilai pemerintah gagal mengakhiri persoalan sampah yang terus berulang. Bagi HMI, kondisi itu mencerminkan lemahnya tata kelola kota sekaligus rendahnya efektivitas kepemimpinan pemerintah daerah.

Massa mulai berkumpul sekitar pukul 15.35 WIB di pintu masuk Balai Kota. Mereka membawa poster, membentangkan spanduk, dan menyuarakan kritik terhadap pemerintah yang belum mampu mengakhiri krisis sampah.

Salah seorang orator menegaskan bahwa Yogyakarta menghadapi persoalan yang jauh lebih besar daripada sekadar tumpukan sampah.

“Darurat sampah permanen, gentrifikasi ruang, dan pemiskinan struktural membuktikan bahwa pemerintahan kota telah mengalami kegagalan kategorikal dan kelumpuhan kepemimpinan yang akut,” tegasnya.

Melalui pernyataan itu, HMI tidak hanya mengkritik pengelolaan sampah. Organisasi tersebut juga mempertanyakan arah pembangunan Kota Yogyakarta yang mereka nilai semakin menjauh dari kepentingan masyarakat.

Aksi Memanas Saat Massa Hendak Membakar Ban

Ketegangan muncul ketika sejumlah demonstran berusaha membakar ban di depan pagar Balai Kota sebagai simbol protes.

Ini Belum Selesai

Haul Ki Ageng Tarub: Perkuat Budaya dan Wisata Religi

OTT Bupati Pemalang, KPK Kembali Bongkar Korupsi Kepala Daerah

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama aparat kepolisian segera menghentikan upaya tersebut. Mereka langsung memadamkan api menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).

Serbuk APAR menyembur ke arah kerumunan demonstran. Kondisi itu memancing emosi massa hingga mereka terlibat aksi saling dorong dengan aparat keamanan.

Kedua pihak akhirnya menahan diri sehingga situasi kembali kondusif dan demonstrasi dapat berlanjut.

Mahasiswa Desak Kejelasan Biaya Pengangkutan Sampah

Sekitar pukul 16.30 WIB, Pemerintah Kota Yogyakarta mengundang perwakilan HMI untuk berdialog di halaman Balai Kota. Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo memimpin langsung pertemuan tersebut.

Dalam dialog itu, mahasiswa mempertanyakan alasan warga masih harus menanggung biaya pengangkutan sampah.

Hasto menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Yogyakarta tidak memungut biaya tersebut. Menurutnya, warga bersama pengurus RT dan RW menentukan besaran iuran melalui musyawarah di lingkungan masing-masing.

“Pak RW rapat dengan warga di lingkungan masing-masing untuk menyelesaikan sampah, agar sampah di rumah-rumah diambil,” ujar Hasto.

Ia juga menjelaskan bahwa pemerintah kota hanya menyediakan sarana pendukung, seperti gerobak dan perlengkapan pengangkutan.

“Saya bilang kepada lurah jangan mengintervensi dan jangan ada serupiah pun uang yang masuk ke pemerintah. Tetap itu hanya dikelola di tingkat warga masyarakat sesuai keikhlasan dan kerelaan mereka masing-masing,” katanya.

Menurut Hasto, warga sepenuhnya mengelola dana iuran tersebut tanpa campur tangan pemerintah kota.

Krisis Sampah Belum Menemukan Jalan Keluar

Dialog itu memang meredakan ketegangan di depan Balai Kota. Namun, dialog tersebut belum menjawab seluruh kritik yang disampaikan mahasiswa.

Aksi HMI kembali memperlihatkan bahwa Yogyakarta masih menghadapi persoalan mendasar dalam pengelolaan sampah. Publik masih menunggu kepastian mengenai efektivitas tata kelola, pembagian tanggung jawab antara pemerintah dan masyarakat, serta kualitas pelayanan pengangkutan dan pengolahan sampah.

Bagi warga, sampah kini bukan lagi sekadar persoalan kebersihan lingkungan. Persoalan itu mencerminkan kemampuan pemerintah menjaga kualitas pelayanan publik sekaligus membangun kepercayaan masyarakat.

Selama pemerintah belum menghadirkan sistem pengangkutan, pengolahan, dan pembiayaan sampah yang mampu menjawab keluhan warga, kritik akan terus bermunculan. Kota yang nyaman tidak hanya mengandalkan citra pariwisatanya, tetapi juga membuktikan kemampuannya mengelola persoalan paling mendasar yang muncul setiap hari sampah. @dimas

Tags: Aksi MassaBalai KotaDemoHMIKrisis SampahYogyakarta

Kamu Melewatkan Ini

Kota Wisata, Tapi Sampah Masih Jadi Musuh Utama

Kota Wisata, Tapi Sampah Masih Jadi Musuh Utama

by Anisa
Juli 28, 2026

Kota wisata, tapi sampah masih jadi musuh utama, julukan itu kini terasa ironis bagi Yogyakarta. Di balik citranya sebagai kota...

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

Pecel Bukan Lahir di Madiun? Jejak Sejarahnya Justru Berawal dari Tanah Mataram

by jeje
Juli 16, 2026

Bagaimana jika selama ini kita salah mengenal asal-usul pecel? Madiun memang sukses membangun reputasi nasi pecel sebagai identitas daerah. Namun,...

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

Aksi Massa: Saat Tan Malaka Membongkar Cara Perubahan Dibangun

by Tabooo
Juli 13, 2026

Tan Malaka menolak perubahan yang bergantung pada keberanian segelintir orang. Melalui Aksi Massa, ia menunjukkan bahwa kekuatan rakyat membutuhkan kesadaran,...

Next Post
Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Mundurnya Perry Warjiyo, Alarm bagi Independensi Bank Indonesia

Madilog Series

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026
Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Logika: Kenapa Orang Pintar Bisa Tetap Bodoh? – Madilog Series #3.2

Juni 7, 2026

Marx Series

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026

Uang Menjadi Kapital: Ketika Uang Berubah Jadi Mesin Penghisap – Marx Series #1.3

Mei 29, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id