Tabooo.id: Sports – Minggu dini hari itu terasa berbeda di Johan Cruyff Arena. Sorotan lampu mengarah ke satu nama baru di bawah mistar Maarten Paes. Untuk pertama kalinya, ia berdiri sebagai starter Ajax di panggung Eredivisie. Bukan sekadar laga biasa, melainkan momen pembuktian.
Namun demikian, debut itu tidak berakhir dengan kemenangan. Ajax harus puas bermain imbang 1-1 melawan NEC Nijmegen. Meski begitu, malam tersebut tetap menjadi milik Paes.
Tekanan Datang Bertubi-tubi
Sejak menit awal, NEC langsung menekan. Sementara itu, Ajax mencoba menguasai tempo permainan. Akan tetapi, lini belakang tuan rumah beberapa kali goyah. Di sinilah Paes menunjukkan kualitasnya.
Ia mencatatkan tujuh penyelamatan penting. Bahkan, beberapa di antaranya tergolong krusial dan menjaga Ajax tetap hidup dalam pertandingan. Berkat refleks cepat dan positioning matang, ia menggagalkan peluang emas lawan.
Sebagai tambahan, laman Sofascore memberinya rating 7,8. Angka itu memang bukan segalanya. Namun, angka tersebut mempertegas kontribusinya sepanjang laga.
Di sisi lain, cedera yang menimpa Vitezslav Jaros membuka kesempatan besar bagi Paes. Karena itu, pelatih Fred Grim tak ragu memasangnya sejak awal. Keputusan tersebut terbukti tepat, setidaknya dari sisi performa individu.
Pujian Datang, Ambisi Tetap Menyala
Setelah pertandingan, situs resmi klub memberikan apresiasi. Ajax.nl menilai Paes memainkan peran kunci dan melakukan sejumlah penyelamatan gemilang. Dengan kata lain, klub melihat potensi besar dalam dirinya.
Meski demikian, hasil imbang tetap menyisakan rasa kurang. Paes sendiri tentu menginginkan kemenangan pada debutnya. Apalagi, Ajax selalu menargetkan tiga poin di setiap laga kandang.
Di satu sisi, ia tampil tenang dan percaya diri. Di sisi lain, ia tetap menunjukkan ekspresi lapar kemenangan. Kombinasi itu penting bagi kiper di klub sebesar Ajax.
Lebih dari Sekadar Satu Poin
Memang, skor akhir hanya menunjukkan 1-1. Namun jika melihat jalannya pertandingan, Paes layak mendapat sorotan utama. Tanpa tujuh penyelamatannya, Ajax bisa saja menelan kekalahan.
Selain itu, debut ini mengirim pesan jelas kepada publik Amsterdam. Paes bukan sekadar pengganti darurat. Sebaliknya, ia hadir sebagai pesaing serius di bawah mistar.
Bagi fans Indonesia, momen ini juga terasa emosional. Sebab, salah satu representasi sepak bola Tanah Air kini berdiri tegak di panggung Belanda dan menghadapi tekanan tanpa gentar.
Pada akhirnya, hasil imbang memang tidak memuaskan. Namun dari laga ini, Ajax mendapatkan lebih dari sekadar satu poin. Mereka menemukan keyakinan baru di posisi penjaga gawang. Dan bagi Paes sendiri, ini baru permulaan. @teguh




