Jumat, September 18, 2026
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
  • Global
  • Nasional
  • Regional
  • Deep
  • Edge
  • Check
  • Culture
  • Life
  • Talk
  • Vibes
  • Book Club
  • Madilog Series
  • Tabooo
  • Reality
  • Taboooverse
  • Pattern
  • Figures
No Result
View All Result
Bicara Tabu, Itu Tabooo!
No Result
View All Result

Dari Tual ke Ambon, Keluarga Korban Hadiri Sidang Etik Oknum Brimob

by dimas
Februari 23, 2026
in Reality, Regional
A A
Home Reality
Share on Facebook
Share on Twitter

Tabooo.id: Regional – Bidang Propam Polda Maluku menggelar sidang kode etik terhadap Bripda Masias Siahaya, anggota Brimob yang diduga menganiaya siswa MTs hingga tewas di Tual. Sidang berlangsung Senin (23/2/2026) pukul 14.00 WIT di ruang sidang Bid Propam Polda Maluku.

Polda sengaja menjadwalkan sidang pada siang hari agar keluarga korban bisa hadir. Orang tua dan kakak korban berangkat dari Tual pukul 11.00 WIT dengan pesawat menuju Ambon. Kapolda Maluku memfasilitasi keberangkatan tersebut.

Kabid Humas Polda Maluku, Kombes Pol Rositah Umasugi, menegaskan pihaknya menyesuaikan jadwal demi memastikan keluarga korban dapat mengikuti proses sidang.

“Sidang dilaksanakan pukul 14.00 WIT. Kami menunggu kedatangan keluarga dari Tual,” tegasnya.

Keluarga Langsung Hadiri Sidang Setelah Tiba

Setibanya di Ambon, petugas menjemput keluarga di bandara. Kakak korban langsung menjalani perawatan di Rumah Sakit Tentara untuk menangani patah tulang yang ia alami. Setelah proses medis, keluarga menuju lokasi persidangan.

Ini Belum Selesai

Pemerintah Tarik 25 Merek Beras Fortifikasi, Ada Apa?

Bakar Sampah Berujung Kebakaran Kabel PT Sangsaka di Bantul

Polda ingin memastikan keluarga korban mendapat akses penuh dalam proses etik tersebut. Rositah menegaskan, pihaknya tidak menutup-nutupi penanganan kasus ini.

“Kami berkomitmen menyelesaikan perkara ini secara transparan. Kami upayakan hari ini juga sidang langsung menghasilkan putusan,” tambahnya.

Sorotan Publik dan Tekanan Akuntabilitas

Kasus ini mencuat setelah dugaan penganiayaan terhadap Arianto Tawakal (14) berujung kematian pada Kamis (19/2/2026). Bripda Masias Siahaya diduga memukul korban menggunakan helm baja. Polisi telah memeriksa 14 saksi untuk mengusut kejadian tersebut.

Peristiwa ini memicu kemarahan publik, terutama di Tual dan wilayah Maluku. Masyarakat menuntut proses hukum yang tegas dan adil. Kasus ini tidak hanya menyangkut pelanggaran individu, tetapi juga menyentuh kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Yang paling terdampak tentu keluarga korban. Mereka kehilangan anak di usia sekolah, dalam situasi yang seharusnya bisa dihindari. Di sisi lain, masyarakat menunggu kepastian bahwa penegakan disiplin di tubuh aparat tidak berhenti pada permintaan maaf atau janji evaluasi.

Sidang etik hari ini menjadi ujian bagi komitmen transparansi Polda Maluku. Publik tidak sekadar menunggu putusan, tetapi juga ingin melihat keberanian institusi menegakkan aturan terhadap anggotanya sendiri.

Dalam kasus seperti ini, keadilan bukan hanya soal sanksi. Ia juga tentang pesan yang dikirim kepada masyarakat apakah hukum benar-benar berdiri tegak, atau hanya tegak ketika rakyat kecil yang melanggar. @dimas

Tags: AparatBrimobKasusKeadilankekerasankorbanKriminal & HukumMalukuNasionalPolisiSidang Etiktransparansi

Kamu Melewatkan Ini

Pemilik Warung Mie Babi Tepi Sawah: Kerugian Capai Rp50 Juta

Warung Mi dan Babi Sukoharjo Dibakar, 12 Saksi Diperiksa Polisi

by dimas
September 16, 2026

Warung Mi dan Babi di Sukoharjo dibakar OTK. Polisi memeriksa 12 saksi dan menggandeng Densus 88 untuk mengungkap pelaku serta...

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

Pelanggaran HAM dan Kekuasaan: Mengapa Keadilan Terus Tertunda?

by dimas
September 1, 2026

Pelanggaran HAM dan kekuasaan terus berhadapan dengan persoalan impunitas. Mengapa keadilan bagi korban tak kunjung tuntas? Tabooo.id - Ada perkara...

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

Kemenbud Rilis Lima Jilid Sejarah Indonesia, Siapa yang Menentukan Ingatan Bangsa?

by Tabooo
September 1, 2026

Kementerian Kebudayaan merilis lima jilid pertama Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global. Lebih dari 5.000 halaman membawa pembaca dari...

Next Post
Hoaks Razia Pajak Kendaraan di Jawa Tengah, Cek Faktanya

Hoaks Razia Pajak Kendaraan di Jawa Tengah, Cek Faktanya

Madilog Series

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Logika vs Emosi: Siapa yang Sebenarnya Mengendalikan Kamu? – Madilog Series #3.5

Agustus 24, 2026
Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Logika: Senjata Sederhana Agar Tidak Mudah Ditipu – Madilog Series #3.4

Juli 7, 2026
Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Logika: Hoaks, Algoritma, dan Ilusi Kebenaran – Madilog Series #3.3

Juni 18, 2026

Marx Series

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Mesin dan Industri Modern: Teknologi Membebaskan atau Membuat Pekerja Makin Mudah Diganti?

Agustus 25, 2026

Working-Day: Kenapa Jam Kerja Selalu Jadi Medan Perang?

Juli 16, 2026

Ketika Marx Membongkar Rahasia Profit – Marx Series #1.5

Juni 20, 2026

Labour Power: Cara Kapital Membeli Waktu dan Tenagamu – Marx Series #1.4

Juni 2, 2026
Bicara Tabu, Itu Tabooo!

© 2026 Tabooo.id

Explore Tabooo

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy

Stay in the Loop

No Result
View All Result
  • Tabooo.id
  • Reality
  • Taboooverse
    • Deep
    • Edge
    • Check
    • Talk
    • Life
    • Vibes
    • Culture
  • Pattern
  • Figures

© 2026 Tabooo.id